Finansial

Emas Mengkilap, Minat Nasabah Bullion BSI Melonjak Empat Puluh Empat Persen

Rista Wulandari
×

Emas Mengkilap, Minat Nasabah Bullion BSI Melonjak Empat Puluh Empat Persen

Sebarkan artikel ini
Emas Mengkilap, Minat Nasabah Bullion BSI Melonjak Empat Puluh Empat Persen

Harga emas di pasar domestik terus menunjukkan tren positif sepanjang awal tahun 2026. Per 4 Maret 2026, harga emas mencapai kisaran Rp 3,1 juta per gram, naik lebih dari 50% dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Lonjakan ini dipicu oleh berbagai faktor, termasuk ketegangan global dan permintaan investor terhadap aset .

Indonesia (BSI) mencatat lonjakan signifikan pada nasabah layanan bullion sejak awal tahun. Pertumbuhan nasabah bullion bank mencapai 44% secara year to date (YtD) pada periode Januari hingga Februari 2026. Angka ini menunjukkan bahwa masyarakat semakin tertarik memanfaatkan emas sebagai instrumen .

Permintaan Emas Naik, BSI Siapkan Strategi Jitu

Lonjakan harga emas berdampak langsung pada peningkatan minat masyarakat untuk berinvestasi. BSI sebagai salah satu bank pelopor layanan bullion di Indonesia merespons dengan cepat. Pihak bank mencatat realisasi penjualan emas sepanjang awal tahun 2026 sudah mencapai 58% dari total penjualan sepanjang 2025.

1. Kenaikan Harga Emas Picu Minat Investasi

Harga emas yang terus naik sepanjang tahun lalu menjadi salah satu pendorong utama peningkatan minat masyarakat. Investor melihat emas sebagai instrumen yang relatif aman di tengah ketidakpastian ekonomi global. Anton Sukarna, Direktur Sales and Distribution BSI, menyebut bahwa kenaikan harga emas memberikan efek multiplier terhadap permintaan domestik.

2. Faktor Global Turut Mendorong Permintaan

Selain faktor lokal, situasi geopolitik global juga turut memengaruhi harga emas. Ketegangan di kawasan Timur Tengah, termasuk serangan yang melibatkan aktor internasional seperti AS dan Israel, menciptakan ketidakpastian pasar. Hal ini membuat investor beralih ke aset safe haven seperti emas.

3. BSI Tingkatkan Ketersediaan Stok Emas

Untuk mengantisipasi lonjakan permintaan, BSI memperkuat persediaan emas. Bank menjalin kerja sama dengan berbagai pemasok emas dan membuka peluang penambahan pemasok baru. Strategi ini dilakukan dengan tetap memperhatikan aspek manajemen risiko.

Layanan Investasi Emas BSI Makin Diminati

BSI menawarkan layanan investasi emas yang mudah diakses melalui aplikasi superapps BYOND. Nasabah bisa membeli emas secara real time dengan nominal mulai dari Rp 50.000. Selain itu, fitur transfer saldo emas antarrekening BSI Emas dan pencetakan emas fisik juga bisa dilakukan secara digital.

1. Pembelian Emas via Aplikasi BYOND

Melalui aplikasi BYOND, nasabah bisa membeli emas kapan saja dan di mana saja. Prosesnya cepat dan transparan, dengan harga yang terkini sesuai pasar. Ini memudahkan masyarakat yang ingin mulai investasi emas secara bertahap.

2. Transfer Saldo Emas Antarrekening

Fitur transfer saldo emas memungkinkan nasabah untuk mengirim emas ke rekening BSI Emas milik orang lain. Ini sangat praktis untuk keperluan hadiah atau pemberian emas secara digital.

3. Pencetakan Emas Fisik

Nasabah juga bisa mengajukan pencetakan emas fisik melalui aplikasi. Setelah proses selesai, emas bisa diambil di cabang BSI yang dipilih. Ini memberikan fleksibilitas bagi nasabah yang ingin memiliki emas fisik sebagai simpanan nilai.

Proyeksi Permintaan Emas Masih Positif

Anton Sukarna menyebut bahwa permintaan emas masih akan terus meningkat sepanjang tahun. BSI memperkirakan minat masyarakat terhadap emas akan tetap tinggi, terutama di tengah situasi ekonomi yang belum stabil.

1. Edukasi Investasi Emas Bertahap

BSI mendorong masyarakat untuk berinvestasi emas secara bertahap dan berorientasi jangka panjang. Ini penting agar tidak terjebak pada timing yang kurang tepat dan bisa memaksimalkan potensi keuntungan dari fluktuasi harga.

2. Fokus pada Ketersediaan Stok

Bank juga terus memastikan ketersediaan stok emas tetap terjaga. Dengan begitu, nasabah bisa melakukan pembelian kapan saja tanpa khawatir kehabisan stok.

3. Pengembangan Fitur Baru

BSI terus mengembangkan fitur-fitur baru dalam aplikasi BYOND untuk meningkatkan pengalaman pengguna. Ini mencakup peningkatan keamanan, kemudahan , dan fitur tambahan yang relevan dengan kebutuhan nasabah.

Tren Emas di Tengah Dinamika Ekonomi Global

Lonjakan harga emas tidak hanya terjadi di Indonesia, tetapi juga di pasar global. Ketegangan geopolitik, kebijakan moneter , hingga fluktuasi nilai tukar mata uang dunia turut memengaruhi .

1. Ketegangan Geopolitik Picu Safe Haven Demand

Ketegangan di kawasan Timur Tengah, termasuk serangan yang melibatkan Iran dan Israel, membuat investor mencari aset aman. Emas menjadi salah satu pilihan utama karena sifatnya yang stabil di tengah gejolak.

2. Kebijakan Moneter Bank Sentral Dunia

Kebijakan suku bunga dan stimulus ekonomi dari bank sentral dunia juga turut memengaruhi harga emas. Investor cenderung membeli emas ketika suku bunga rendah atau ketika ada indikasi stimulus fiskal.

3. Dolar AS Melemah, Emas Semakin Menarik

Melemahnya dolar AS terhadap mata uang lain membuat harga emas dalam dolar menjadi lebih murah bagi investor asing. Ini mendorong permintaan global terhadap emas, termasuk dari Indonesia.

Perbandingan Harga Emas BSI dan Antam (Maret 2026)

Jenis Produk Harga per Gram (Rp)
Emas BSI 3.100.000
Emas Antam 3.090.000

Catatan: Harga dapat berubah sewaktu- tergantung pada dinamika pasar.

Disclaimer

Harga emas bersifat dinamis dan dapat berubah sewaktu-waktu tergantung pada kondisi pasar, kebijakan moneter global, dan faktor eksternal lainnya. Data yang disajikan bersifat referensi berdasarkan informasi terkini per 4 Maret 2026 dan dapat berbeda dengan kondisi aktual di lapangan.

Rista Wulandari
Reporter at USAID IUWASH Tangguh

Rista Wulandari adalah Reporter USAID IUWASH Tangguh. Jurnalis senior berpengalaman dengan keahlian di bidang ekonomi, bisnis, industri, dan telekomunikasi.