Di tengah persaingan sengit layanan keuangan digital, termasuk paylater, kartu kredit non-bank justru mulai menunjukkan potensi besar. Salah satu pelakunya, PT Honest Financial Technologies (Honest Financial), optimistis prospek bisnisnya masih terbuka lebar. Rendahnya penetrasi kartu kredit di Indonesia jadi celah peluang yang bisa dimanfaatkan oleh perusahaan pembiayaan seperti Honest.
Peningkatan jumlah pengguna dan volume transaksi yang terus naik membuktikan bahwa permintaan terhadap layanan ini masih tinggi. Honest pun terus mengembangkan produknya agar tetap relevan dengan kebutuhan pengguna. Misalnya, dengan menawarkan fitur limit kredit bertahap dan pengembalian biaya admin bagi pengguna yang membayar lunas.
Mengapa Kartu Kredit Non-Bank Masih Prospektif?
Indonesia masih memiliki tingkat kepemilikan kartu kredit yang rendah dibanding negara lain di Asia Tenggara. Hal ini jadi peluang besar bagi perusahaan non-bank untuk mengisi gap tersebut. Honest, misalnya, memiliki dua lisensi penting: penerbit kartu kredit dari Bank Indonesia dan perusahaan pembiayaan dari OJK. Dua lisensi ini memungkinkan Honest mengembangkan layanan yang lebih fleksibel dan inovatif.
Selain itu, perubahan perilaku masyarakat dalam bertransaksi juga mendukung pertumbuhan kartu kredit non-bank. Semakin banyak orang yang beralih ke pembayaran digital, terutama melalui QRIS, membuat layanan ini makin diminati.
1. Lisensi Resmi Memperkuat Kepercayaan
Honest memiliki lisensi resmi dari Bank Indonesia dan OJK. Ini bukan hal sepele karena lisensi ini menunjukkan bahwa perusahaan diawasi secara ketat oleh regulator. Artinya, pengguna bisa lebih tenang karena layanan yang ditawarkan sudah memenuhi standar keamanan dan kepatuhan.
2. Fitur QRIS MPM Memperluas Jangkauan
Honest baru-baru ini meluncurkan fitur QRIS Merchant Presented Mode (MPM). Dengan fitur ini, pengguna bisa menggunakan limit kartu kredit mereka di lebih dari 43 juta merchant QRIS di seluruh Indonesia. Mulai dari pusat perbelanjaan hingga pelaku usaha mikro.
Keuntungan lainnya adalah semua transaksi QRIS akan masuk ke satu tagihan bulanan. Ini memudahkan pengguna dalam memantau pengeluaran dan mengelola keuangan pribadi.
3. Pengembangan Produk yang Relevan
Honest terus mengembangkan produknya agar sesuai dengan kebutuhan pengguna. Contohnya, fitur limit kredit bertahap yang memberikan fleksibilitas lebih besar. Pengguna bisa mengakses limit secara bertahap sesuai dengan perilaku transaksi mereka.
Selain itu, pengembalian biaya admin bagi pengguna yang membayar lunas juga jadi nilai tambah. Ini menunjukkan bahwa Honest tidak hanya fokus pada pendapatan, tapi juga memberikan manfaat langsung kepada pengguna.
Tantangan dan Peluang ke Depan
Meski prospeknya cerah, industri kartu kredit non-bank juga menghadapi tantangan. Persaingan yang ketat dan regulasi yang ketat jadi dua hal yang harus terus diwaspadai. Namun, Honest tampak siap menghadapi tantangan tersebut dengan strategi pengembangan produk yang inovatif dan fokus pada pengalaman pengguna.
1. Target Pertumbuhan Berkelanjutan
Honest menargetkan pertumbuhan yang berkelanjutan di tahun ini. Baik dari sisi akuisisi pengguna maupun peningkatan aktivitas transaksi. Ini menunjukkan bahwa perusahaan tidak hanya fokus pada pertumbuhan cepat, tapi juga pada keberlanjutan jangka panjang.
2. Adaptasi terhadap Perilaku Baru
Perubahan perilaku masyarakat dalam bertransaksi jadi peluang besar bagi Honest. Dengan mengintegrasikan QRIS ke dalam layanan kartu kredit, Honest bisa menjangkau lebih banyak merchant dan pengguna. Ini juga membantu pengguna dalam mengelola keuangan secara lebih efektif.
3. Meningkatkan Basis Pengguna
Rendahnya penetrasi kartu kredit di Indonesia justru jadi peluang besar. Honest bisa memperluas basis pengguna dengan menawarkan layanan yang mudah diakses dan relevan dengan kebutuhan masyarakat modern.
Perbandingan Fitur Kartu Kredit Honest vs Kartu Kredit Konvensional
| Fitur | Kartu Kredit Honest | Kartu Kredit Konvensional |
|---|---|---|
| Lisensi | Dari BI dan OJK | Hanya dari BI |
| Metode Pembayaran | QRIS, Online, Tap & Pay | Terbatas pada mesin EDC |
| Pengembalian Biaya Admin | Ya (jika lunas) | Tidak umum |
| Limit Kredit | Bertahap | Tetap |
| Pengelolaan Tagihan | Satu tagihan bulanan | Bisa terpisah |
Catatan: Data di atas bersifat umum dan dapat berubah sewaktu-waktu sesuai kebijakan perusahaan.
Kesimpulan
Kartu kredit non-bank seperti Honest Card punya potensi besar di masa depan. Dengan lisensi resmi, fitur inovatif, dan adaptasi terhadap kebiasaan baru masyarakat, Honest berada di jalur yang tepat. Tantangan memang ada, tapi peluangnya jauh lebih besar. Apalagi dengan semakin banyaknya pengguna digital payment di Indonesia, kartu kredit non-bank bisa jadi pilihan yang makin diminati.
Disclaimer: Informasi dalam artikel ini bersifat umum dan dapat berubah sewaktu-waktu. Data dan angka yang disebutkan tidak mengikat dan dapat berbeda tergantung kondisi pasar dan kebijakan perusahaan.
Retno Ramadhanti adalah Reporter USAID IUWASH Tangguh. Jurnalis berpengalaman dengan keahlian di bidang ekonomi, bisnis, ritel, dan inklusi keuangan.













