Industri pembiayaan kendaraan bermotor di Tanah Air kian menunjukkan pertumbuhan yang solid. Data terbaru dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat, total penyaluran pembiayaan roda empat dari perusahaan multifinance mencapai Rp229,43 triliun per Januari 2026. Angka ini mencerminkan peningkatan permintaan masyarakat terhadap skema pembiayaan yang lebih fleksibel dan terjangkau.
Tak hanya itu, tren positif juga terlihat pada segmen kendaraan listrik. Pembiayaan untuk mobil listrik dari sektor multifinance telah menyentuh angka Rp21,05 triliun. Lonjakan ini sejalan dengan kebijakan pemerintah yang mendorong percepatan transisi energi dan adopsi kendaraan ramah lingkungan.
Perkembangan Pembiayaan Multifinance di 2026
Pertumbuhan industri multifinance di Indonesia terus berlanjut seiring dengan peningkatan daya beli masyarakat dan semakin banyaknya pilihan produk pembiayaan. Dibandingkan periode sebelumnya, penyaluran kredit roda empat melonjak cukup signifikan.
- Peningkatan penetrasi pasar digital membuat proses pengajuan lebih cepat dan mudah.
- Banyak konsumen memilih multifinance karena syarat yang lebih ringan dibandingkan bank konvensional.
Selain itu, sektor otomotif juga mengalami pemulihan pasca-pandemi. Permintaan mobil baru, baik konvensional maupun listrik, mendorong pertumbuhan portofolio pembiayaan.
Faktor Pendorong Peningkatan Pembiayaan
Beberapa faktor mendukung lonjakan angka pembiayaan kendaraan roda empat di awal 2026. Diantaranya adalah kebijakan fiskal yang ramah terhadap sektor otomotif dan regulasi yang mendukung pengembangan kendaraan listrik.
- Program insentif pajak untuk pembelian mobil listrik mendorong minat beli konsumen.
- Bunga pembiayaan yang kompetitif membuat produk multifinance semakin menarik.
- Perluasan jaringan dealer dan mitra pembiayaan mempermudah akses masyarakat di daerah.
Selain itu, perubahan perilaku konsumen yang semakin sadar akan manfaat jangka panjang dari kendaraan listrik juga menjadi pendorong utama. Banyak masyarakat mulai mempertimbangkan dampak lingkungan dan efisiensi biaya operasional.
Perbandingan Pembiayaan Kendaraan Listrik dan Konvensional
Berikut adalah perbandingan penyaluran pembiayaan kendaraan listrik dan konvensional dari multifinance per Januari 2026:
| Jenis Kendaraan | Total Pembiayaan | Persentase dari Total |
|---|---|---|
| Kendaraan Listrik | Rp21,05 Triliun | 9,17% |
| Kendaraan Konvensional | Rp208,38 Triliun | 90,83% |
| Total | Rp229,43 Triliun | 100% |
Meski proporsi kendaraan listrik masih kalah dibandingkan konvensional, pertumbuhan pembiayaan untuk mobil listrik menunjukkan tren yang sangat positif. Ini menjadi indikator kuat bahwa pasar mulai menerima teknologi baru dengan lebih baik.
Tips Memilih Pembiayaan Kendaraan dari Multifinance
Bagi yang tertarik mengajukan pembiayaan kendaraan, terutama listrik, memilih multifinance yang tepat sangat penting. Berikut beberapa pertimbangan yang perlu diperhatikan:
- Bandingkan suku bunga dan biaya administrasi dari berbagai perusahaan.
- Pastikan proses pengajuan dan pencairan dana cepat dan transparan.
- Cek fleksibilitas dalam hal tenor dan uang muka.
- Pilih multifinance yang memiliki jaringan luas dan layanan purna jual baik.
Selain itu, pastikan juga bahwa perusahaan multifinance tersebut terdaftar dan diawasi oleh OJK. Ini menjadi jaminan bahwa operasionalnya sesuai dengan regulasi yang berlaku.
Tantangan dan Peluang di Tahun 2026
Meski pertumbuhan pembiayaan roda empat terus positif, sejumlah tantangan tetap ada. Salah satunya adalah risiko kredit macet yang bisa meningkat seiring dengan semakin banyaknya peminjam.
- Multifinance perlu meningkatkan sistem analisis risiko dan seleksi calon nasabah.
- Edukasi ke masyarakat tentang pentingnya menjaga kredit tetap sehat juga menjadi kunci.
Namun, di sisi lain, peluang masih sangat terbuka. Kebijakan pemerintah yang mendorong penggunaan kendaraan listrik memberikan ruang besar bagi pengembangan produk pembiayaan ramah lingkungan.
Proyeksi ke Depan
Jika tren saat ini berlanjut, pembiayaan kendaraan listrik berpotensi tumbuh lebih pesat di tahun-tahun mendatang. Apalagi dengan semakin banyaknya model mobil listrik yang tersedia di pasar lokal.
- Inovasi produk pembiayaan khusus untuk mobil listrik akan semakin beragam.
- Kolaborasi antara produsen mobil dan perusahaan pembiayaan bisa meningkatkan penetrasi pasar.
Peningkatan kapasitas produksi dan infrastruktur pengisian listrik juga akan mendukung percepatan adopsi kendaraan listrik.
Disclaimer
Data yang disajikan dalam artikel ini bersumber dari laporan resmi Otoritas Jasa Keuangan per Januari 2026. Angka-angka yang ditampilkan dapat berubah sewaktu-waktu tergantung pada perkembangan pasar dan kebijakan yang berlaku. Pembaca disarankan untuk melakukan verifikasi lebih lanjut jika ingin menggunakan informasi ini sebagai acuan keputusan finansial.
Herdi Susianto adalah Reporter USAID IUWASH Tangguh. Jurnalis ekonomi berpengalaman dengan keahlian di bidang bisnis, infrastruktur, dan transportasi.













