Pegadaian baru saja mencatat sejarah penting dengan meresmikan kantor cabang pertamanya di luar negeri, tepatnya di Timor Leste. Langkah ini menjadi tonggak awal ekspansi internasional dari perusahaan yang telah berdiri sejak 1900-an. Lokasi kantor cabang berada di Grand Diocese Colmera Complex, Av. Pres. Nicolau Lobato, Rai Nain, Colmera, Vera Cruz, Dili.
Keberadaan Pegadaian di Timor Leste menunjukkan komitmen serius BRI Group dalam memperluas layanan keuangan inklusif secara lintas negara. Dengan hadirnya kantor cabang ini, diharapkan masyarakat lokal bisa mendapatkan akses ke layanan pembiayaan yang lebih mudah dan terjangkau.
Ekspansi Strategis di Kawasan ASEAN
Kehadiran Pegadaian di Timor Leste bukan sekadar soal ekspansi bisnis. Ini adalah bagian dari strategi lebih besar yang digarap oleh BRI Group untuk memperkuat ekosistem layanan ultra mikro. Timor Leste dipilih sebagai titik awal karena kedekatan geografis dan hubungan historis yang erat dengan Indonesia.
CEO BRI Group, Hery Gunardi, menyatakan bahwa langkah ini merupakan bentuk sinergi antara dua negara dalam memperluas akses layanan keuangan yang inklusif dan berkelanjutan. Dengan demikian, Pegadaian tidak hanya hadir sebagai lembaga pembiayaan, tetapi juga sebagai mitra pengembangan ekonomi masyarakat lokal.
1. Lokasi dan Fasilitas Kantor Cabang
Kantor cabang Pegadaian di Timor Leste berlokasi strategis di pusat bisnis Dili. Alamat lengkapnya adalah Grand Diocese Colmera Complex, Av. Pres. Nicolau Lobato, Rai Nain, Colmera, Vera Cruz, Dili. Lokasi ini dipilih karena mudah dijangkau oleh pelaku usaha kecil dan masyarakat umum.
2. Program Khusus untuk Masyarakat Lokal
Salah satu program unggulan yang diperkenalkan adalah Gadai Peduli atau Gadai Bebas Sewa Modal. Program ini memberikan fasilitas bebas sewa modal selama dua bulan dengan pinjaman maksimal USD 100. Program ini berlaku hingga April 2026 dan ditujukan untuk pelaku usaha mikro yang membutuhkan modal kerja.
3. Sinergi dengan Holding Ultra Mikro BRI Group
Sebagai bagian dari Holding Ultra Mikro (UMi), Pegadaian membawa pengalaman lebih dari 125 tahun dalam mendukung Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Dengan kolaborasi ini, diharapkan masyarakat Timor Leste bisa mendapatkan akses ke berbagai layanan keuangan yang selama ini hanya tersedia di Indonesia.
Dampak dan Potensi Ke depan
Pegadaian tidak hanya hadir sebagai lembaga pembiayaan, tetapi juga sebagai pendorong literasi keuangan dan inklusi keuangan di negara tetangga. Dengan pengalaman yang telah diraih di Indonesia, Pegadaian membawa solusi yang telah teruji dan bisa disesuaikan dengan kondisi lokal di Timor Leste.
Direktur Utama PT Pegadaian, Damar Latri Setiawan, menegaskan bahwa kehadiran Pegadaian di Timor Leste adalah bentuk komitmen jangka panjang. Pegadaian ingin menjadi mitra pertumbuhan ekonomi masyarakat lokal melalui layanan yang mudah, transparan, dan terpercaya.
Perbandingan Program Gadai Peduli di Timor Leste
| Program | Jangka Waktu Bebas Sewa | Pinjaman Maksimal | Berlaku Hingga |
|---|---|---|---|
| Gadai Peduli | 2 bulan | USD 100 | April 2026 |
Statistik dan Capaian BRI Group
Hingga akhir Desember 2025, Holding UMi BRI Group telah menjangkau lebih dari 34,5 juta debitur aktif. Total rekening simpanan mikro yang dikelola mencapai lebih dari 187 juta. Selain itu, simpanan emas dalam ekosistem BRI Group mencapai 17,1 ton, naik 65,5% secara tahunan.
Sebanyak 1,4 juta debitur juga berhasil naik kelas, tumbuh sebesar 11,82% secara tahunan. Angka ini menunjukkan bahwa ekosistem keuangan ultra mikro BRI Group tidak hanya tumbuh, tetapi juga memberikan dampak nyata pada peningkatan taraf hidup masyarakat.
Layanan Digital dan Produk Pendukung
Selain layanan offline, Pegadaian juga membawa layanan digital seperti aplikasi Tring dan layanan bullion. Aplikasi ini memungkinkan pengguna untuk mengakses layanan keuangan secara mudah dan cepat, bahkan dari lokasi terpencil sekalipun.
Produk-produk digital ini telah terbukti sukses di Indonesia dan kini mulai diperkenalkan di pasar internasional. Dengan pendekatan digital, Pegadaian bisa menjangkau lebih banyak orang dengan biaya operasional yang lebih efisien.
Tantangan dan Prospek Ke Depan
Meskipun baru memasuki pasar Timor Leste, Pegadaian telah menyiapkan strategi jangka panjang. Tantangan utama yang dihadapi adalah literasi keuangan masyarakat yang masih rendah dan infrastruktur digital yang belum sepenuhnya merata.
Namun, dengan dukungan penuh dari BRI Group dan pengalaman yang telah diraih selama lebih dari satu abad, Pegadaian diyakini mampu mengatasi tantangan tersebut. Langkah awal ini diharapkan bisa menjadi awal dari ekspansi lebih luas ke negara-negara ASEAN lainnya.
Penutup
Keberadaan Pegadaian di Timor Leste adalah langkah strategis yang tidak hanya membuka peluang bisnis baru, tetapi juga memperkuat hubungan ekonomi antara Indonesia dan negara tetangga. Dengan layanan yang mudah diakses dan program yang disesuaikan dengan kebutuhan lokal, Pegadaian siap menjadi bagian dari ekosistem keuangan inklusif di kawasan.
Disclaimer: Data dan informasi dalam artikel ini bersifat terkini hingga April 2026. Perubahan kebijakan, regulasi, dan kondisi pasar dapat memengaruhi informasi yang disajikan.
Retno Ramadhanti adalah Reporter USAID IUWASH Tangguh. Jurnalis berpengalaman dengan keahlian di bidang ekonomi, bisnis, ritel, dan inklusi keuangan.













