Menjelang Ramadan dan Idul Fitri 2026, PT Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk (BSI) telah menyiapkan uang tunai sebesar Rp 45 triliun. Angka ini naik dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai Rp 42,88 triliun, menunjukkan peningkatan sekitar 5%.
Langkah ini dilakukan untuk memastikan kebutuhan likuiditas masyarakat selama masa libur Lebaran tetap terpenuhi. Puncak transaksi diperkirakan terjadi tujuh hari menjelang Idul Fitri.
Persiapan Uang Tunai dan Distribusi
1. Alokasi Uang Tunai
BSI menyiapkan dana sebesar Rp 45 triliun sebagai antisipasi lonjakan kebutuhan uang tunai selama Ramadan dan Lebaran 2026. Dana ini akan didistribusikan melalui jaringan ATM/CRM lebih dari 6.000 unit serta 1.049 kantor cabang yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia.
2. Operasional ATM Selama Libur Lebaran
Untuk memastikan layanan tetap berjalan optimal, BSI menyiagakan tim internal dan bekerja sama dengan mitra pihak ketiga. Monitoring dilakukan secara berkala agar pengisian uang tunai di ATM berlangsung lancar sepanjang masa libur.
3. Pecahan Uang yang Tersedia
Mayoritas pecahan uang yang tersedia di ATM BSI adalah Rp 50.000 dan Rp 100.000. Namun, di beberapa lokasi tertentu, BSI juga menyediakan pecahan Rp 20.000 sesuai permintaan masyarakat setempat.
Partisipasi dalam Program SERAMBI 2026
4. Layanan Penukaran Uang
Sebagai bagian dari program Semarak Rupiah Ramadan dan Berkah Idulfitri (SERAMBI) 2026 yang digelar oleh Bank Indonesia, BSI membuka layanan penukaran uang di 178 titik lokasi. Selain itu, tersedia juga layanan terpadu di 41 titik ruang publik.
Fokus pada Transaksi Digital
5. Pertumbuhan Transaksi Digital
Selama periode Ramadan dan Idul Fitri, transaksi digital melalui e-channel BSI biasanya mengalami kenaikan sekitar 24% secara bulanan. Tren ini terus meningkat dari tahun ke tahun karena semakin banyaknya masyarakat yang beralih ke transaksi digital.
6. Superapps BYOND by BSI
Superapps BYOND by BSI menjadi salah satu platform utama yang digunakan masyarakat untuk bertransaksi. Aplikasi ini menawarkan berbagai fitur unik seperti tarik tunai tanpa kartu, transaksi ZISWAF, kalkulator zakat, informasi masjid terdekat, dan layanan Bank Emas.
7. Ekosistem Digital BSI
Selain BYOND, BSI juga memperkuat layanan digital lainnya seperti BSI QRIS, EDC merchant, BEWIZE, remitansi, serta layanan call center 14040. Semua layanan ini dirancang untuk mendukung pengalaman transaksi yang cepat, aman, dan nyaman.
Strategi Integrasi Digital-Fisik
8. Jaringan Agen BSI
Untuk menjangkau masyarakat hingga ke pelosok daerah, BSI mengintegrasikan layanan digital dengan jaringan fisik dan lebih dari 126 ribu agen BSI. Agen ini melayani berbagai transaksi seperti setor/tarik tunai, transfer, pembayaran, hingga pembelian kebutuhan harian.
Edukasi dan Keamanan Digital
9. Imbauan Waspada terhadap Penipuan
Di tengah maraknya transaksi digital, BSI mengimbau masyarakat untuk selalu waspada terhadap potensi penipuan. Informasi resmi hanya dapat diakses melalui situs web resmi, media sosial resmi BSI, serta layanan WhatsApp resmi 081584114040.
10. Kanal Resmi BSI
Informasi terpercaya mengenai layanan BSI dapat diperoleh melalui:
- Website: www.bankbsi.co.id
- Call Center: 14040
- Media sosial:
- Facebook: Bank Syariah Indonesia
- Instagram: @banksyariahindonesia
- Twitter: @bankbsi_id, @bsihelp
- YouTube: Bank Syariah Indonesia
Target dan Visi BSI
11. Stabilitas Transaksi Selama Lebaran
Dengan strategi digital-first yang terintegrasi dengan jaringan fisik, BSI menargetkan layanan transaksi selama Lebaran tetap stabil, cepat, dan aman. Hal ini sejalan dengan tren adopsi layanan keuangan digital yang terus meningkat di masyarakat.
Disclaimer: Data dan informasi dalam artikel ini bersumber dari rilis resmi PT Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk per tanggal 4 Maret 2026. Jumlah alokasi dana, layanan, dan kebijakan dapat berubah sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan terlebih dahulu. Pastikan selalu mengakses informasi resmi dari sumber terpercaya.
Rista Wulandari adalah Reporter USAID IUWASH Tangguh. Jurnalis senior berpengalaman dengan keahlian di bidang ekonomi, bisnis, industri, dan telekomunikasi.













