Permintaan pembiayaan kendaraan listrik di Indonesia melonjak tajam sepanjang Februari 2026. PT BRI Multifinance Indonesia atau BRI Finance mencatatkan pertumbuhan yang mencengangkan—hampir 33 kali lipat dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Lonjakan ini menunjukkan semakin tingginya minat masyarakat terhadap kendaraan berbasis listrik, seiring dengan meningkatnya kesadaran lingkungan dan efisiensi energi.
Direktur Utama BRI Finance, Wahyudi Darmawan, mengungkapkan bahwa penyaluran pembiayaan kendaraan listrik pada Februari 2026 menunjukkan peningkatan yang sangat signifikan. Capaian ini tidak hanya mencerminkan antusiasme konsumen, tetapi juga sejalan dengan tren pertumbuhan pembiayaan kendaraan listrik secara nasional yang mencapai 39,1% year-on-year (YoY) hingga Januari 2026, menurut data Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
Faktor di Balik Lonjakan Pembiayaan Kendaraan Listrik
Lonjakan permintaan pembiayaan kendaraan listrik tidak datang begitu saja. Ada beberapa faktor yang mendorong masyarakat untuk beralih ke kendaraan berbasis listrik. Mulai dari kebijakan pemerintah hingga perubahan perilaku konsumen.
1. Kesadaran Akan Efisiensi Energi dan Ramah Lingkungan
Salah satu alasan utama masyarakat mulai memilih kendaraan listrik adalah karena semakin tingginya kesadaran akan efisiensi energi dan dampak lingkungan. Kendaraan listrik tidak menghasilkan emisi gas buang, sehingga lebih ramah lingkungan dibandingkan kendaraan berbahan bakar fosil.
2. Biaya Operasional yang Lebih Rendah
Kendaraan listrik memiliki biaya operasional yang lebih rendah dalam jangka panjang. Biaya pengisian listrik jauh lebih murah dibandingkan pengeluaran untuk bensin atau solar setiap bulan. Hal ini menjadi pertimbangan penting bagi konsumen yang ingin efisien secara ekonomi.
3. Dukungan Teknologi dan Infrastruktur
Perkembangan teknologi kendaraan listrik juga semakin pesat. Jarak tempuh per pengisian semakin jauh, waktu pengisian semakin cepat, dan variasi model kendaraan semakin banyak. Ditambah lagi, infrastruktur pengisian listrik yang terus dikembangkan membuat penggunaan kendaraan listrik semakin praktis.
Dinamika Pasar Kendaraan Listrik di Indonesia
Meskipun pertumbuhannya pesat, pasar kendaraan listrik di Indonesia masih memiliki berbagai dinamika yang perlu diperhatikan. Preferensi konsumen terhadap merek, harga, dan fitur kendaraan sangat bervariasi. Selain itu, ketersediaan produk juga menjadi faktor penting dalam menentukan keputusan pembelian.
Wahyudi menekankan bahwa keputusan konsumen pada akhirnya tetap didasarkan pada kebutuhan, daya beli, serta pertimbangan efisiensi penggunaan kendaraan. Ini menunjukkan bahwa meskipun trennya positif, pasar tetap harus diimbangi dengan strategi yang tepat dari pelaku industri.
Strategi BRI Finance dalam Menghadapi Tren Ini
Melihat potensi pasar yang besar, BRI Finance tidak ingin ketinggalan. Perusahaan berkomitmen untuk menjalankan bisnis dengan prinsip kehati-hatian, sekaligus terus memperkuat kerja sama dengan mitra dealer dan pelaku industri otomotif.
1. Penguatan Kerja Sama dengan Mitra Dealer
BRI Finance terus memperluas jaringan kerja sama dengan dealer resmi kendaraan listrik. Langkah ini bertujuan untuk mempercepat proses pembiayaan dan memberikan kemudahan akses bagi konsumen.
2. Perluasan Kanal Pemasaran
Selain itu, perusahaan juga memperluas kanal pemasaran, baik secara offline maupun digital. Ini dilakukan agar lebih banyak konsumen yang bisa mengakses layanan pembiayaan kendaraan listrik dengan mudah dan cepat.
3. Pemantauan Pasar dan Preferensi Konsumen
BRI Finance juga melakukan pemantauan terhadap dinamika pasar dan perubahan preferensi konsumen. Dengan pendekatan adaptif, perusahaan berharap bisa menjaga pertumbuhan pembiayaan yang sehat sekaligus mempertahankan kualitas portofolio.
Tabel Perbandingan Pembiayaan Kendaraan Listrik BRI Finance
Berikut adalah perbandingan pertumbuhan pembiayaan kendaraan listrik BRI Finance antara Februari 2025 dan Februari 2026:
| Periode | Jumlah Pembiayaan | Kenaikan (%) |
|---|---|---|
| Februari 2025 | Rp X miliar | – |
| Februari 2026 | Rp Y miliar | 3.200% |
Catatan: Data di atas merupakan estimasi berdasarkan rilis resmi BRI Finance. Nilai aktual dapat berbeda tergantung pada laporan keuangan tahunan perusahaan.
Prospek Masa Depan Pembiayaan Kendaraan Listrik
Meskipun ekonomi global masih penuh ketidakpastian, prospek pembiayaan kendaraan listrik di Indonesia tetap terlihat cerah. Kesadaran masyarakat terhadap efisiensi energi dan lingkungan semakin meningkat. Ditambah lagi, pilihan produk kendaraan listrik di pasar juga semakin beragam.
BRI Finance optimis bahwa tren ini akan terus berlanjut. Apalagi dengan semakin banyaknya produsen kendaraan yang mulai memasukkan produk listrik ke dalam portofolio mereka. Ini membuka peluang besar bagi perusahaan pembiayaan untuk terus berkembang.
Penutup
Lonjakan pembiayaan kendaraan listrik yang mencapai 33 kali lipat di Februari 2026 menunjukkan bahwa masyarakat semakin terbuka terhadap inovasi kendaraan yang lebih ramah lingkungan dan efisien secara ekonomi. BRI Finance, sebagai salah satu pelaku industri keuangan, berhasil memanfaatkan peluang ini dengan strategi yang tepat dan adaptif.
Namun, perlu diingat bahwa data dan angka yang disajikan bersifat estimasi dan dapat berubah sewaktu-waktu tergantung pada dinamika pasar, kebijakan pemerintah, serta kondisi ekonomi secara umum. Informasi ini disajikan untuk tujuan edukasi dan pemantauan tren industri keuangan kendaraan listrik di Indonesia.
Rista Wulandari adalah Reporter USAID IUWASH Tangguh. Jurnalis senior berpengalaman dengan keahlian di bidang ekonomi, bisnis, industri, dan telekomunikasi.













