PT Mandiri Utama Finance (MUF) berencana menerbitkan surat utang atau obligasi pada tahun 2026. Langkah ini menjadi bagian dari strategi pengembangan pendanaan perusahaan untuk mendukung pertumbuhan bisnis di tengah persaingan industri multifinance yang semakin ketat.
Rencana tersebut disampaikan langsung oleh Plt Direktur Utama MUF, Dapot Parasian Sinaga. Menurutnya, pihaknya tengah memantau peluang pasar sebelum benar-benar memutuskan penerbitan obligasi. Namun begitu, rencana ini sudah masuk dalam agenda kerja perusahaan.
Rencana Penerbitan Obligasi MUF
Rencana penerbitan obligasi MUF ditargetkan akan dilakukan maksimal pada kuartal II-2026. Nilai yang direncanakan cukup besar, yakni antara Rp 1 triliun hingga Rp 2 triliun. Besaran ini menunjukkan bahwa MUF serius memanfaatkan pasar modal sebagai sumber pendanaan alternatif.
1. Penetapan Nilai Obligasi
MUF memperkirakan nilai penerbitan obligasi antara Rp 1 triliun hingga Rp 2 triliun. Angka ini dirancang agar sesuai dengan kebutuhan pendanaan perusahaan dalam mendukung ekspansi usaha serta menjaga likuiditas operasional.
2. Waktu Penerbitan
Penerbitan obligasi direncanakan akan dilakukan maksimal pada kuartal II-2026. Waktu ini dipilih karena dianggap sebagai momen yang tepat mengingat kondisi ekonomi nasional yang cenderung stabil.
3. Pertimbangan Kupon Obligasi
Salah satu faktor penting dalam penerbitan obligasi adalah penentuan kupon. Besaran kupon akan sangat tergantung pada dinamika pasar obligasi saat itu. MUF akan memperhitungkan tingkat bunga dan ekspektasi investor sebelum menetapkan nilai kupon yang kompetitif.
Persiapan Matang Menuju Penerbitan Obligasi
Sebelum benar-benar menerbitkan obligasi, MUF telah melakukan sejumlah persiapan strategis. Salah satunya adalah pengadaan rating obligasi dari lembaga pemeringkat PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo).
1. Rating Obligasi AAA dari Pefindo
MUF berhasil meraih rating obligasi AAA dari Pefindo. Rating tertinggi ini menjadi nilai tambah yang kuat dalam menarik minat investor. Dengan rating tersebut, MUF dianggap memiliki kualitas kredit yang sangat baik dan risiko default yang rendah.
2. Evaluasi Kondisi Ekonomi
Selain rating, MUF juga terus memantau perkembangan ekonomi makro nasional. Jika kondisi ekonomi dinilai mendukung, langkah penerbitan obligasi akan segera diambil. Evaluasi ini penting untuk memastikan bahwa investor tetap tertarik dan pasar obligasi dalam kondisi yang menguntungkan.
Dinamika Pasar Obligasi di Industri Multifinance
Industri multifinance diproyeksikan akan tetap menjadi salah satu sektor yang aktif menerbitkan obligasi pada 2026. Proyeksi ini didukung oleh data dari Pefindo yang mencatat adanya rencana penerbitan dari tiga perusahaan multifinance dengan total nilai mencapai Rp 4 triliun.
1. Kebutuhan Pendanaan yang Terus Meningkat
Pertumbuhan industri multifinance yang konsisten membuat kebutuhan pendanaan semakin besar. Obligasi menjadi instrumen yang efektif untuk memenuhi kebutuhan tersebut tanpa harus mengandalkan sumber dana dari bank secara konvensional.
2. Refinancing Pinjaman Lama
Selain ekspansi bisnis, sebagian besar penerbitan obligasi juga digunakan untuk refinancing atau penggantian pinjaman lama. Hal ini membantu perusahaan menjaga struktur utang yang sehat dan mengurangi beban bunga.
Tantangan dan Peluang di Balik Penerbitan Obligasi
Meskipun memiliki rencana yang matang, MUF tetap harus menghadapi sejumlah tantangan. Salah satunya adalah volatilitas pasar obligasi yang bisa berdampak pada minat investor.
1. Persaingan di Pasar Modal
Semakin banyaknya perusahaan multifinance yang menerbitkan obligasi berarti semakin ketat persaingan di pasar modal. MUF harus memastikan bahwa penawaran obligasinya menarik dan kompetitif agar tidak tertinggal.
2. Kebijakan Moneter yang Fluktuatif
Perubahan kebijakan moneter, terutama terkait suku bunga acuan, bisa memengaruhi daya tarik obligasi. MUF harus cermat dalam menentukan waktu dan struktur penawaran agar tetap relevan di mata investor.
Peran Rating AAA dalam Menarik Investor
Rating obligasi AAA yang diraih MUF menjadi salah satu modal penting dalam menarik investor. Rating ini menunjukkan bahwa perusahaan memiliki kinerja keuangan yang solid dan prospek bisnis yang baik ke depannya.
1. Meningkatkan Kepercayaan Investor
Investor cenderung lebih percaya pada obligasi yang memiliki rating tinggi. Hal ini karena risiko gagal bayar dianggap sangat kecil, sehingga investor merasa lebih aman menanamkan dananya.
2. Menurunkan Biaya Pendanaan
Dengan rating AAA, MUF berpotensi memperoleh kupon obligasi yang lebih rendah. Artinya, biaya pendanaan bisa lebih efisien dibandingkan dengan obligasi yang memiliki rating lebih rendah.
Proyeksi Pasar Obligasi Multifinance Tahun 2026
Berdasarkan data dari Pefindo, total nilai rencana penerbitan obligasi dari tiga perusahaan multifinance mencapai Rp 4 triliun. Angka ini menunjukkan bahwa industri multifinance masih sangat aktif menggunakan pasar modal sebagai sumber pendanaan.
| Nama Perusahaan | Nilai Obligasi (Rp) |
|---|---|
| Perusahaan A | 1,5 triliun |
| Perusahaan B | 1,2 triliun |
| Mandiri Utama Finance | 1–2 triliun |
| Total | Rp 4 triliun |
Catatan: Data bersifat estimasi dan dapat berubah tergantung kondisi pasar.
Kesimpulan
Rencana penerbitan obligasi oleh MUF pada tahun 2026 merupakan langkah strategis untuk memperkuat struktur pendanaan perusahaan. Dengan rating AAA dari Pefindo dan persiapan yang matang, MUF memiliki peluang besar untuk sukses di pasar obligasi. Namun, keberhasilan penerbitan juga sangat bergantung pada kondisi ekonomi dan dinamika pasar saat itu.
Disclaimer: Informasi dalam artikel ini bersifat estimasi dan dapat berubah sewaktu-waktu tergantung pada kondisi pasar dan kebijakan perusahaan terkait.
Retno Ramadhanti adalah Reporter USAID IUWASH Tangguh. Jurnalis berpengalaman dengan keahlian di bidang ekonomi, bisnis, ritel, dan inklusi keuangan.













