Permintaan terhadap emas terus meningkat sepanjang awal tahun 2026, terutama di kalangan nasabah Bank Syariah Indonesia (BSI). Sejak Januari hingga Februari, jumlah nasabah bullion bank BSI melonjak hingga 44% secara year-to-date. Angka ini menunjukkan antusiasme masyarakat yang semakin tinggi dalam memilih emas sebagai instrumen investasi, terutama di tengah ketidakpastian ekonomi global.
Penjualan emas di BSI sepanjang tahun 2026 juga sudah mencapai 58% dari total penjualan tahun sebelumnya. Lonjakan ini tidak lepas dari kenaikan harga emas yang terus merangkak naik, bahkan mencatat kenaikan lebih dari 50% dalam satu tahun terakhir. Per 5 Maret 2026, harga emas mencapai sekitar Rp3,05 juta per gram.
Faktor di Balik Lonjakan Permintaan Emas
1. Ketegangan Geopolitik di Timur Tengah
Ketegangan di kawasan Timur Tengah berdampak langsung pada sentimen investor global. Situasi ini memicu peningkatan permintaan terhadap aset safe haven seperti emas. Investor cenderung mencari instrumen yang dianggap lebih aman saat ketidakpastian ekonomi dan politik meningkat.
2. Kenaikan Harga Emas yang Konsisten
Harga emas yang terus naik sepanjang tahun memberikan efek psikologis positif bagi calon investor. Banyak masyarakat melihat emas sebagai pilihan investasi jangka panjang yang nilainya cenderung stabil dan terus berkembang.
Layanan Bullion BSI yang Menarik Minat Nasabah
BSI sebagai bank syariah pertama di Indonesia memiliki keunggulan dalam menyediakan layanan investasi emas yang aman dan sesuai dengan prinsip syariah. Layanan ini tidak hanya menarik bagi kalangan investor profesional, tetapi juga masyarakat umum yang ingin mulai berinvestasi.
1. Kemudahan Akses melalui Aplikasi BYOND
Melalui aplikasi superapps BYOND, nasabah bisa membeli emas secara real-time dengan harga terjangkau, mulai dari Rp50.000. Proses pembelian yang mudah dan transparan membuat layanan ini sangat diminati.
2. Transfer Emas Antar Rekening BSI
Nasabah juga bisa melakukan transfer saldo emas (gramase) ke sesama pengguna BSI Emas. Ini mempermudah transaksi antar nasabah tanpa harus menukarkan emas fisik secara langsung.
3. Pencetakan Emas Fisik
Bagi yang ingin memiliki emas fisik, BSI menyediakan layanan pencetakan emas melalui aplikasi. Nasabah tinggal mengajukan permintaan dan mengambil emas di cabang yang telah dipilih.
Strategi BSI dalam Menghadapi Lonjakan Permintaan
1. Manajemen Persediaan yang Efektif
Untuk mengantisipasi lonjakan permintaan, BSI telah memperkuat sistem inventory management. Hal ini memastikan ketersediaan emas tetap mencukupi meskipun permintaan meningkat secara signifikan.
2. Kerjasama dengan Berbagai Supplier
BSI saat ini bekerja sama dengan beberapa supplier emas terpercaya. Ke depannya, bank ini tidak menutup kemungkinan menambah supplier baru dengan pertimbangan manajemen risiko yang ketat.
3. Edukasi Nasabah
BSI juga fokus dalam memberikan edukasi kepada nasabah agar investasi emas dilakukan secara bertahap dan berorientasi jangka panjang. Ini penting agar nasabah tidak terjebak pada keputusan investasi yang terburu-buru.
Perbandingan Harga Emas BSI dengan Produk Emas Lainnya
| Produk Emas | Harga per Gram (Rp) | Minimum Pembelian | Jenis Investasi |
|---|---|---|---|
| BSI Emas | 3.050.000 | Rp50.000 | Digital & Fisik |
| Emas Antam | 3.060.000 | 1 gram | Fisik |
| Pegadaian Emas | 3.070.000 | Rp100.000 | Digital & Fisik |
| Logam Mulia (LM) | 3.040.000 | 1 gram | Fisik |
Catatan: Harga dapat berubah sewaktu-waktu tergantung kondisi pasar.
Tips Investasi Emas untuk Pemula
1. Mulai dengan Nominal Kecil
Investasi emas tidak harus dengan jumlah besar. Dengan memulai dari nominal kecil, seperti Rp50.000, investor bisa belajar dan memahami mekanisme investasi emas tanpa tekanan finansial yang tinggi.
2. Pilih Platform Terpercaya
Platform seperti BSI Emas menawarkan sistem transparan dan aman. Pastikan layanan yang dipilih memiliki regulasi dan pengawasan yang jelas.
3. Konsisten Menabung Emas
Sama seperti menabung uang, menabung emas secara rutin bisa memberikan hasil yang signifikan dalam jangka panjang. Disiplin dalam investasi adalah kunci utama.
4. Perhatikan Harga Pasar
Meskipun emas cenderung stabil, harga tetap bisa fluktuatif. Pantau perkembangan harga secara berkala untuk mengambil keputusan yang tepat.
Prospek Investasi Emas ke Depan
Permintaan emas di BSI dan pasar umum diperkirakan akan terus meningkat seiring ketidakpastian global yang masih berlangsung. BSI sebagai bank syariah siap menghadapi lonjakan permintaan dengan memperkuat sistem distribusi dan manajemen risiko.
Bank juga terus mengembangkan layanan digital agar lebih mudah diakses oleh masyarakat. Dengan fitur-fitur terbaru di aplikasi BYOND, pengalaman berinvestasi emas menjadi lebih praktis dan aman.
Penutup
Investasi emas tetap menjadi pilihan utama masyarakat Indonesia, terutama di tengah gejolak ekonomi global. BSI berhasil memanfaatkan peluang ini dengan meningkatkan layanan dan memastikan ketersediaan produk emas yang stabil. Bagi yang ingin mulai berinvestasi, emas bisa menjadi awal yang tepat untuk membangun portofolio yang sehat.
Disclaimer: Data dan angka dalam artikel ini bersifat estimasi berdasarkan informasi hingga Maret 2026. Harga emas dan kebijakan layanan dapat berubah sewaktu-waktu tergantung kondisi pasar dan kebijakan internal bank.
Fadhly Ramadan adalah Reporter USAID IUWASH Tangguh. Jurnalis ekonomi berpengalaman dengan keahlian di bidang finansial, investasi, dan bisnis.













