Awal tahun 2026 membawa angin segar bagi sektor pembiayaan di tanah air. PT Adira Dinamika Multi Finance Tbk (Adira Finance) berhasil mencatatkan performa gemilang dengan lonjakan penyaluran pembiayaan baru yang cukup fantastis.
Angka pembiayaan baru perusahaan menembus Rp 11,9 triliun sepanjang kuartal I-2026. Pencapaian ini merepresentasikan pertumbuhan signifikan sebesar 52% jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya.
Strategi di Balik Pertumbuhan Signifikan
Keberhasilan Adira Finance dalam mencetak angka impresif ini tidak terjadi secara kebetulan. Manajemen perusahaan menerapkan strategi selektif yang fokus pada pertumbuhan berkualitas di tengah dinamika pasar yang terus berubah.
Dewa Made Susila, selaku Direktur Utama Adira Finance, menyebutkan bahwa seluruh segmen bisnis, baik otomotif maupun nonotomotif, memberikan kontribusi positif terhadap kinerja perusahaan. Fokus pada keberlanjutan menjadi kunci utama dalam menangkap peluang di tengah tantangan ekonomi global yang masih membayangi.
Berikut adalah beberapa faktor yang mendukung performa positif Adira Finance pada kuartal I-2026:
- Efektivitas strategi selektif dalam menyasar segmen pasar yang potensial.
- Diversifikasi portofolio yang mencakup sektor otomotif dan nonotomotif secara seimbang.
- Perluasan jangkauan operasional melalui 879 jaringan usaha yang tersebar di seluruh Indonesia.
- Peningkatan kualitas aset yang tercermin dari penurunan rasio kredit bermasalah atau Non Performing Financing (NPF).
Langkah-langkah strategis ini terbukti mampu meredam dampak dari tekanan ekonomi global, termasuk eskalasi konflik di Timur Tengah yang sempat memicu ketidakpastian harga komoditas. Meski industri otomotif nasional tumbuh moderat, Adira Finance tetap mampu menjaga momentum pertumbuhan bisnisnya dengan sangat baik.
Rincian Kinerja Keuangan Kuartal I-2026
Pertumbuhan pembiayaan baru tentu berdampak langsung pada posisi keuangan perusahaan secara keseluruhan. Piutang pembiayaan yang dikelola Adira Finance tercatat meningkat sebesar 18% secara tahunan menjadi Rp 64,7 triliun.
Selain itu, jumlah basis nasabah aktif juga mengalami lonjakan yang cukup berarti. Dari 2 juta nasabah pada kuartal I-2025, angka tersebut meningkat menjadi 2,6 juta nasabah pada periode yang sama di tahun 2026.
Berikut adalah ringkasan data kinerja keuangan Adira Finance pada kuartal I-2026 dibandingkan tahun sebelumnya:
| Indikator Keuangan | Pencapaian (Kuartal I-2026) | Pertumbuhan (YoY) |
|---|---|---|
| Pembiayaan Baru | Rp 11,9 Triliun | 52% |
| Piutang Pembiayaan | Rp 64,7 Triliun | 18% |
| Laba Bersih | Rp 484 Miliar | 26% |
| Total Pendapatan | Rp 3,2 Triliun | 7% |
| Beban Penyisihan Nilai | Rp 635 Miliar | -7% |
Data di atas menunjukkan bahwa perusahaan tidak hanya mengejar volume pembiayaan, tetapi juga menjaga efisiensi operasional. Penurunan beban penyisihan penurunan nilai sebesar 7% menjadi bukti bahwa manajemen risiko berjalan dengan sangat efektif.
Kualitas Aset dan Kepercayaan Nasabah
Kesehatan sebuah perusahaan pembiayaan sering kali dilihat dari rasio kredit bermasalah atau NPF. Pada kuartal I-2026, Adira Finance berhasil memperbaiki kualitas asetnya secara konsisten.
Rasio NPF gross konsolidasian tercatat berada di level 1,9% per Maret 2026. Angka ini menunjukkan perbaikan yang cukup signifikan jika dibandingkan dengan posisi 2,3% pada periode yang sama di tahun sebelumnya.
Tahapan yang dilakukan perusahaan dalam menjaga kualitas aset meliputi:
- Pengetatan proses seleksi calon debitur melalui analisis kredit yang mendalam.
- Optimalisasi sistem penagihan yang lebih humanis dan terukur.
- Pemanfaatan teknologi digital untuk memantau profil risiko nasabah secara real time.
- Penguatan edukasi finansial kepada nasabah untuk memastikan kelancaran pembayaran angsuran.
Kepercayaan nasabah yang meningkat, terlihat dari penambahan jumlah pelanggan aktif, menjadi bukti bahwa layanan Adira Finance masih menjadi pilihan utama masyarakat. Dengan infrastruktur jaringan yang luas, aksesibilitas layanan menjadi lebih mudah dijangkau oleh berbagai lapisan masyarakat di berbagai daerah.
Kinerja yang solid ini memberikan sinyal positif bagi para pemangku kepentingan, termasuk investor yang memantau pergerakan saham perusahaan. Meskipun tantangan ekonomi makro seperti fluktuasi nilai tukar dan harga minyak dunia masih menjadi perhatian, fondasi keuangan yang kuat memberikan optimisme bagi keberlanjutan bisnis di kuartal-kuartal berikutnya.
Disclaimer: Data keuangan yang disajikan dalam artikel ini berdasarkan laporan resmi perusahaan pada kuartal I-2026. Kinerja keuangan dapat berubah sewaktu-waktu tergantung pada kondisi ekonomi makro, kebijakan suku bunga, dan dinamika pasar. Informasi ini bukan merupakan ajakan untuk membeli atau menjual saham tertentu dan pembaca diharapkan melakukan riset mandiri sebelum mengambil keputusan investasi.
Fadhly Ramadan adalah Reporter USAID IUWASH Tangguh. Jurnalis ekonomi berpengalaman dengan keahlian di bidang finansial, investasi, dan bisnis.













