Finansial

Bank Mandiri Siapkan Pembagian Dividen Sebesar Rp 44,47 Triliun dari Laba Tahun 2026

Danang Ismail
×

Bank Mandiri Siapkan Pembagian Dividen Sebesar Rp 44,47 Triliun dari Laba Tahun 2026

Sebarkan artikel ini
Bank Mandiri Siapkan Pembagian Dividen Sebesar Rp 44,47 Triliun dari Laba Tahun 2026

Kabar gembira bagi para pemegang saham PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) baru saja datang dari ruang Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST). Bank dengan logo pita emas ini memutuskan untuk membagikan dividen jumbo senilai Rp 44,47 triliun dari laba bersih tahun buku 2025.

Angka fantastis tersebut setara dengan 79 persen dari total laba bersih perseroan yang mencapai Rp 56,3 triliun. Keputusan ini menjadi bukti nyata komitmen perusahaan dalam memberikan nilai tambah bagi para investor sekaligus menjaga stabilitas fundamental keuangan di tengah dinamika nasional.

Detail Pembagian Dividen dan Kinerja Saham

Distribusi dividen ini sebenarnya dilakukan dalam dua tahap agar lebih efisien bagi manajemen keuangan perusahaan. Sebagian dari total nilai tersebut, yakni Rp 9,3 triliun, sudah lebih dulu mengalir ke kantong pemegang saham sebagai dividen interim pada 14 Januari 2026.

Sisa dari total dividen akan segera didistribusikan setelah proses RUPST rampung sepenuhnya. Jika dilihat dari nominal per saham, total dividen yang diterima investor atau dividend per share (DPS) mencapai Rp 476,95. Angka ini mencatatkan dibandingkan tahun buku 2024 yang berada di level Rp 466,18 per saham.

Berikut adalah ringkasan data perbandingan dividen Bank Mandiri:

Keterangan Tahun Buku 2024 Tahun Buku 2025
Total Dividen Rp 42,3 Triliun Rp 44,47 Triliun
Dividen Per Saham (DPS) Rp 466,18 Rp 476,95
Payout Ratio 78% 79%

Catatan: Data di atas berdasarkan laporan resmi RUPST dan dapat mengalami penyesuaian sesuai kebijakan korporasi di masa mendatang.

Menariknya, dengan harga penutupan saham saat RUPST di angka Rp 4.430, dividend yield yang dihasilkan mencapai 10,77 persen. Angka ini menempatkan Bank Mandiri sebagai salah satu emiten perbankan dengan imbal hasil dividen paling menarik di Bursa Efek Indonesia.

Rencana Buyback Saham dan Strategi Ke depan

Selain membagikan dividen, RUPST juga memberikan restu bagi rencana pembelian kembali saham atau buyback. Langkah strategis ini disiapkan dengan anggaran maksimal Rp 1,17 triliun yang akan dieksekusi dalam kurun waktu 12 bulan ke depan, tepatnya hingga 29 April 2027.

Saham hasil buyback ini nantinya tidak akan langsung dilepas ke pasar, melainkan disimpan sebagai saham treasuri. Nantinya, saham tersebut akan dialokasikan untuk Program Kepemilikan Saham bagi karyawan, jajaran Direksi, hingga anggota Non-Independen sesuai dengan regulasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Langkah ini diambil bukan tanpa alasan, sebab manajemen ingin menjaga kepercayaan investor terhadap prospek jangka panjang perusahaan. Dengan fundamental yang solid, langkah ini diharapkan mampu memberikan sinyal positif bahwa harga saham perseroan masih memiliki potensi pertumbuhan yang kuat.

Tinjauan Kinerja Keuangan Bank Mandiri

Keputusan pembagian dividen yang besar ini tentu tidak lepas dari performa keuangan yang impresif sepanjang tahun 2025 hingga kuartal I 2026. Bank Mandiri berhasil mencatatkan laba bersih konsolidasi sebesar Rp 15,4 triliun pada kuartal pertama tahun 2026, yang berarti tumbuh 16,6 persen secara tahunan (year on year).

Berikut adalah tahapan pencapaian kinerja yang menopang keputusan dividen tersebut:

  1. Pertumbuhan Laba Bersih: Mencapai Rp 15,4 triliun dengan kenaikan 16,6 persen YoY.
  2. Penguatan Permodalan: Rasio kecukupan modal atau Capital Adequacy Ratio (CAR) terjaga kokoh di level 19,7 persen.
  3. Ekspansi Kredit: only melonjak hingga Rp 1.530 triliun atau tumbuh 17,4 persen YoY.
  4. Kualitas Aset: atau Non-Performing Loan (NPL) gross berhasil ditekan di level rendah, yakni 0,98 persen.
  5. DPK: Dana Pihak Ketiga tumbuh signifikan sebesar 21,1 persen YoY menjadi Rp 1.675 triliun.

Keberhasilan ini mencerminkan efektivitas bisnis yang dijalankan, terutama dalam menjaga profitabilitas melalui Return on Equity (ROE) bank only di angka 22,1 persen. Manajemen menegaskan bahwa posisi Bank Mandiri saat ini adalah sebagai mitra finansial yang tumbuh bersama nasabah.

Semangat untuk terus melayani sepenuh hati menjadi pilar utama dalam setiap langkah operasional. Fokus pada pemberdayaan UMKM, sektor produktif, hingga pengembangan ekonomi di pelosok desa menjadi bukti nyata peran strategis perseroan sebagai agen pembangunan nasional.

Dengan ekosistem yang semakin kuat, Bank Mandiri optimistis dapat terus berkontribusi bagi masyarakat luas. Sinergi yang dibangun bersama dan lainnya menjadi kunci utama dalam menjaga daya saing di kancah global sekaligus mendukung akselerasi ekonomi nasional di masa depan.

Disclaimer: Informasi dalam artikel ini bersifat informatif dan bukan merupakan ajakan untuk membeli atau menjual saham tertentu. Keputusan investasi sepenuhnya berada di tangan investor. Data keuangan dapat berubah sewaktu-waktu sesuai dengan laporan resmi perusahaan dan kondisi pasar modal.

Danang Ismail
Reporter at USAID IUWASH Tangguh

Danang Ismail adalah Reporter USAID IUWASH Tangguh. Jurnalis berpengalaman sejak 2013 dengan keahlian di bidang ekonomi, moneter, perbankan, bansos, dan UMKM.