Finansial

Transaksi QRIS Mengalami Peningkatan Signifikan, Banyak Bank Laporkan Lonjakan Penggunaan Digital Payment

Rista Wulandari
×

Transaksi QRIS Mengalami Peningkatan Signifikan, Banyak Bank Laporkan Lonjakan Penggunaan Digital Payment

Sebarkan artikel ini
Transaksi QRIS Mengalami Peningkatan Signifikan, Banyak Bank Laporkan Lonjakan Penggunaan Digital Payment

QRIS alias Quick Response Code Indonesian Standard kini semakin populer di tengah masyarakat. Tak hanya praktis, metode pembayaran ini juga menawarkan efisiensi biaya bagi pelaku usaha. Semakin banyak merchant yang menerima QRIS membuat transaksi ini menjadi pilihan utama dalam kehidupan sehari-hari.

Bank Indonesia mencatat, nilai transaksi QRIS mencapai Rp164,48 triliun pada Januari 2026. Angka ini melonjak 103,35% secara tahunan. Volume transaksinya juga mencapai 1,83 miliar transaksi, naik 131,47% YoY. Tren ini menunjukkan bahwa QRIS bukan lagi pilihan alternatif, tapi sudah menjadi bagian dari ekosistem pembayaran digital nasional.

Pertumbuhan Transaksi QRIS di 2025 dan Awal 2026

Pada tahun 2025 lalu, volume transaksi QRIS mencapai 15,51 miliar transaksi, naik 148,54% YoY. Nilainya mencapai Rp1.420,66 triliun, tumbuh 115,27% dibanding tahun sebelumnya. Angka ini menunjukkan bahwa QRIS bukan hanya populer di kalangan konsumen, tapi juga menjadi bagian penting dalam .

Seiring dengan pertumbuhan transaksi, jumlah merchant QRIS juga terus meningkat. Hingga Januari 2026, jumlah merchant yang menerima QRIS sudah mencapai 43,06 juta, naik 17,76% YoY. Sementara jumlah pengguna QRIS mencapai 59,98 jait, naik 7,72% YoY.

1. Target BI untuk Tahun 2026

Bank Indonesia menargetkan volume transaksi QRIS mencapai 17 miliar transaksi di tahun 2026. Jumlah merchant juga ditargetkan naik menjadi 45 juta. Selain itu, BI juga berencana memperluas kerja sama QRIS ke delapan negara mitra.

2. Inovasi QRIS Tap

Pada tahun 2026, BI fokus pada pengembangan QRIS Tap yang diluncurkan pada Maret 2025. Fitur ini kini diperluas dengan tambahan tap in dan tap out. Inovasi ini diharapkan bisa mempercepat proses transaksi dan meningkatkan kenyamanan pengguna.

3. Kebijakan MDR oleh BI

Bank Indonesia tidak menerima pendapatan dari Merchant Discount Rate (MDR) QRIS. BI hanya menetapkan dan ketentuan besaran MDR, namun tidak ikut serta dalam pendapatan dari biaya tersebut. Ini menunjukkan komitmen BI dalam menjaga transparansi dan keadilan dalam sistem pembayaran digital.

Bank-Bank yang Catat Pertumbuhan QRIS

Selain BI, sejumlah bank juga mencatat pertumbuhan transaksi QRIS yang signifikan di awal 2026. Hal ini menunjukkan bahwa QRIS bukan hanya digunakan oleh masyarakat umum, tapi juga menjadi komponen penting dalam strategi digitalisasi bank-bank nasional.

4. Pertumbuhan QRIS di BNI

Bank Negara Indonesia mencatat pertumbuhan transaksi QRIS sebesar 146% YoY hingga Februari 2026. Head of Division Retail Digital Product and Partnership BNI, Mesah Roni Ginting, menyebutkan bahwa pertumbuhan ini didukung oleh meningkatnya pengguna aplikasi Wondr by BNI yang naik 106% YoY.

5. Pendapatan Komisi BNI dari QRIS

Pendapatan berbasis komisi atau fee based income (FBI) dari transaksi QRIS BNI juga meningkat. Sejalan dengan kenaikan sales volume yang tumbuh 121% YoY, FBI yang dihasilkan juga naik. Momentum musiman seperti Imlek dan Ramadan turut mendorong aktivitas transaksi.

6. Target BNI untuk 2026

BNI menargetkan transaksi QRIS bisa tumbuh 140% YoY sepanjang 2026. Strategi yang digunakan antara lain perluasan akseptasi merchant, edukasi dan digital, serta cross selling dengan produk digital BNI.

7. Transaksi QRIS di BTN

Bank Tabungan Negara mencatat lebih dari 16 juta transaksi QRIS hingga Februari 2026. Angka ini naik lebih dari 158% YoY. Senior Executive Vice President Digital Business BTN, Thomas Wahyudi, menyebutkan bahwa peningkatan ini sejalan dengan semakin luasnya jaringan merchant QRIS BTN yang kini mencapai lebih dari 268.000 merchant.

8. Pendapatan Komisi BTN

Pendapatan berbasis komisi dari transaksi QRIS BTN juga meningkat lebih dari 127% YoY hingga Februari 2026. Ini menunjukkan bahwa QRIS tidak hanya bermanfaat bagi pengguna, tapi juga memberikan kontribusi nyata terhadap pendapatan bank.

9. Target BTN untuk 2026

BTN menargetkan jumlah transaksi QRIS mencapai lebih dari 82 juta transaksi pada akhir 2026. Ini merupakan kenaikan sekitar 30% dibanding realisasi 2025. Untuk mencapai target tersebut, BTN menyiapkan sejumlah strategi seperti memperluas jaringan merchant, menghadirkan promo, dan memperkuat infrastruktur sistem pembayaran digital.

Perbandingan Pertumbuhan QRIS di BNI dan BTN

Bank Volume Transaksi QRIS (hingga Feb 2026) Pertumbuhan YoY Pendapatan Komisi (YoY)
BNI 146% 146% 121%
BTN Lebih dari 16 juta transaksi Lebih dari 158% Lebih dari 127%

Faktor Pendorong Populer QRIS

QRIS terus tumbuh karena beberapa faktor utama. Pertama, kemudahan dan kepraktisan penggunaan. Kedua, biaya transaksi yang bagi pelaku usaha. Ketiga, semakin luasnya akseptasi merchant membuat QRIS bisa digunakan di berbagai tempat.

10. Peningkatan Jumlah Merchant

Hingga Januari 2026, jumlah merchant QRIS mencapai 43,06 juta, naik 17,76% YoY. Ini menunjukkan bahwa semakin banyak pelaku usaha yang tertarik menerima pembayaran melalui QRIS karena biayanya yang dan prosesnya yang cepat.

11. Peningkatan Jumlah Pengguna

Jumlah pengguna QRIS juga terus meningkat. Hingga Januari 2026, jumlah pengguna mencapai 59,98 juta, naik 7,72% YoY. Ini menunjukkan bahwa masyarakat semakin nyaman menggunakan QRIS sebagai alat pembayaran.

Strategi Bank dalam Mengembangkan QRIS

Bank-bank besar seperti BNI dan BTN memiliki strategi jitu untuk meningkatkan penggunaan QRIS. Mulai dari edukasi digital, perluasan merchant, hingga program promo yang menarik.

12. Edukasi dan Literasi Digital

Edukasi dan literasi digital menjadi salah satu fokus utama bank dalam meningkatkan penggunaan QRIS. Dengan memberikan pemahaman yang baik, masyarakat diharapkan bisa memanfaatkan QRIS secara maksimal.

13. Perluasan Akseptasi Merchant

Perluasan akseptasi merchant juga menjadi kunci utama. Semakin banyak merchant yang menerima QRIS, maka semakin besar pula kemungkinan masyarakat menggunakan metode pembayaran ini.

14. Program Promo dan Incentive

Program promo dan incentive juga digunakan untuk menarik pengguna. Misalnya melalui cashback, , atau penawaran menarik lainnya yang bisa dinikmati pengguna saat menggunakan QRIS.

Disclaimer

Data yang disajikan dalam artikel ini bersumber dari laporan Bank Indonesia dan beberapa bank swasta. Angka dan persentase bisa berubah sewaktu-waktu mengikuti perkembangan ekonomi dan kebijakan baru dari regulator. Informasi ini disajikan berdasarkan data hingga Februari 2026.

QRIS terus menunjukkan pertumbuhan yang solid. Dengan dukungan dari BI dan berbagai bank besar, metode pembayaran ini berpotensi menjadi tulang punggung ekosistem digital di Indonesia ke depan.

Rista Wulandari
Reporter at USAID IUWASH Tangguh

Rista Wulandari adalah Reporter USAID IUWASH Tangguh. Jurnalis senior berpengalaman dengan keahlian di bidang ekonomi, bisnis, industri, dan telekomunikasi.