Entertaiment

Crimson Desert Mendapat Ulasan Terbatas Hanya untuk Platform PC Saat Ini

Retno Ayuningrum
×

Crimson Desert Mendapat Ulasan Terbatas Hanya untuk Platform PC Saat Ini

Sebarkan artikel ini
Crimson Desert Mendapat Ulasan Terbatas Hanya untuk Platform PC Saat Ini

Crimson Desert akhirnya akan resmi dirilis besok, 20 Maret 2026. Sebagai game yang sangat dinantikan, banyak pihak sudah tidak sabar melihat hasil akhir dari proyek ambisius Pearl ini. Sayangnya, sebagian besar review dari media-media terkemuka tersedia untuk versi PC-nya saja.

Fenomena ini cukup mengejutkan, mengingat biasanya versi console juga mendapat perhatian yang sama. Fakta bahwa hanya Digital Foundry yang mendapat akses ke versi konsol menunjukkan bahwa distribusi review memang sengaja dibatasi. Ini bisa jadi langkah strategis dari publisher atau mungkin karena kesiapan build versi konsol masih belum memadai.

Kekuatan Teknologi vs Narasi yang Mandek

Game ini mendapat pujian besar di bagian teknologi. Banyak media menyebut bahwa visual dan Crimson Desert sangat impresif, terutama di platform PC. Namun, di balik itu semua, ada kelemahan mendasar yang terus muncul: cerita dan pengembangan yang dianggap dangkal.

Inilah yang membuat banyak gamer skeptis. Mereka yang sudah merasakan kompleksitas narasi dalam Black Desert mungkin akan merasa kecewa dengan pendekatan yang terlalu “permukaan” di Crimson Desert. Banyak pihak bahkan memprediksi bahwa opini gamer akan terbelah dua begitu game ini dirilis.

Skor Review dari Berbagai Media Internasional

Berikut adalah rangkuman skor review dari berbagai media terkemuka yang telah mencoba versi PC Crimson Desert. Data ini dikumpulkan dari berbagai sumber termasuk Metacritic dan OpenCritic.

Media Skor
PC Gamer 80 / 100
Eurogamer 3 / 5
TheGamer 4 / 5
GameSpot 7 / 10
VG247 3 / 5
Tom’s Guide 4 / 5
DualShockers 9.5 / 10
Hobby Consolas 80 / 100
GameRant 8 / 10
COGConnected 84 / 100
com 9 / 10
PCGamesN 6 / 10
ACG Wait for Sale
Gamingbolt 8 / 10
Generación 94 / 100
Gameblog 8 / 10
DailyMirror 3 / 5
GameMAG 8 / 10
GamePro Tanpa Skor
IGN Italy 8.5 / 10
IGN Spain 7 / 10
pl 6.5 / 10
LevelUp 9 / 10
sk 7 / 10
Game8 88
VICE 100
Forbes 95
ComicBook 90
Windows Central 90
Game Informer 70
Insider Gaming 70
The Gamer 70

Disclaimer: Skor dan pendapat di atas dapat berubah sewaktu-waktu tergantung pada update dari masing-masing media. Beberapa media juga belum merilis review lengkap atau masih dalam proses penilaian.

1. Performa Visual yang Menakjubkan

Salah satu poin yang hampir disepakati semua media adalah kualitas visual Crimson Desert. Dengan dukungan teknologi terbaru dari Unreal Engine 5, game ini tampil sangat memukau di platform PC.

Dari sinar pantul hingga tekstur permukaan, hampir semua elemen visual tampak sangat detail. Terutama saat bermain di resolusi tinggi dan frame rate stabil, pengalaman bermain terasa sangat imersif.

2. Gameplay yang Dinamis Tapi Terasa “Kosong”

Meski teknologi menjadi nilai plus, gameplay Crimson Desert dinilai belum mampu memberikan kedalaman emosi. Banyak aksi yang terasa mekanistis dan kurang bermakna dalam konteks cerita.

Beberapa media menyebut bahwa pertarungan, meski terlihat keren, terasa repetitif. itu, eksplorasi dunia yang luas tidak selalu memberi imbalan yang bermakna bagi progres pemain.

3. Cerita yang Terlalu Permukaan

Salah satu kritik terbesar datang dari narasi yang dianggap dangkal. Banyak karakter utama tidak diberi ruang untuk berkembang secara emosional, sehingga sulit untuk terhubung secara personal.

Padahal, dengan latar belakang dunia yang kaya seperti Black Desert, ekspektasi terhadap kedalaman cerita cukup tinggi. Sayangnya, Crimson Desert belum mampu memenuhi harapan tersebut.

4. Dunia Terbuka yang Indah Tapi “Mati”

Dunia dalam Crimson Desert memang luas dan indah dipandang. Namun, banyak area terasa kosong dan tidak memberikan interaksi yang bermakna.

Beberapa media menyebut bahwa dunia terbuka ini lebih mirip “museum interaktif” daripada tempat yang hidup dan bernafas. NPC jarang memberikan konten yang menarik, dan side quest terasa seperti isian belaka.

5. Potensi Tinggi Tapi Belum Maksimal

Meski banyak kekurangan, beberapa media tetap melihat potensi besar dalam Crimson Desert. Terutama dari segi skalabilitas dunia dan sistem pertarungan yang bisa dikembangkan lebih lanjut.

Jika Pearl Abyss terus memperbaiki narasi dan memberi konten yang lebih bermakna dalam update mendatang, game ini bisa menjadi salah satu RPG terbaik di tahun 2026.

6. Konsol Masih Jadi Tanda Tanya

Hanya Digital Foundry yang mendapat akses ke versi konsol, dan belum banyak informasi yang bisa diambil dari sana. Namun, berdasarkan performa PC, bisa dipastikan bahwa versi konsol juga akan membutuhkan waktu untuk dioptimalkan.

Para pemain konsol mungkin perlu bersabar sebelum mendapat pengalaman bermain yang optimal. Apalagi dengan spesifikasi hardware yang berbeda, beberapa area game mungkin akan terasa lebih berat.

7. Harapan vs Kenyataan

Banyak fans awalnya berharap Crimson Desert akan menjadi evolusi dari Black Desert. Namun, kenyataan menunjukkan bahwa game ini lebih seperti eksperimen yang belum sepenuhnya matang.

Dengan segala kelebihan dan kekurangannya, Crimson Desert tetap layak dicoba, terutama bagi yang menyukai dunia terbuka dan aksi visual yang memukau. Namun, bagi yang mencari kedalaman cerita dan karakter, mungkin perlu menyesuaikan ekspektasi.

8. Apakah Layak Dibeli di Hari Pertama?

Jawabannya tergantung pada selera pribadi. Jika tertarik dengan gameplay dinamis dan dunia visual yang luar biasa, Crimson Desert bisa menjadi pilihan menarik. Namun, bagi yang lebih peduli pada cerita dan perkembangan karakter, mungkin lebih baik menunggu atau update konten di masa depan.

Game ini bisa jadi contoh sempurna dari “tampilan premium, isi masih perlu diasah.” Tapi dengan dukungan komunitas dan pengembangan aktif, masa depannya tetap cerah.

Penutup

Crimson Desert adalah game yang penuh kontradiksi. Di satu sisi, ia menawarkan pengalaman visual dan teknologi yang sangat . Di sisi lain, ia gagal memberikan kedalaman emosional dan narasi yang memikat. Meski begitu, game ini tetap layak untuk dicoba, terutama oleh penggemar genre dunia terbuka.

Rilisnya yang hanya tersedia untuk PC dulu membuat gamer konsol harus menunggu lebih lama. Tapi jika sejarah Black Desert adalah indikator, Crimson Desert punya potensi untuk berkembang menjadi sesuatu yang jauh lebih besar dari versi awalnya.

Retno Ayuningrum
Reporter at USAID IUWASH Tangguh

Retno Ramadhanti adalah Reporter USAID IUWASH Tangguh. Jurnalis berpengalaman dengan keahlian di bidang ekonomi, bisnis, ritel, dan inklusi keuangan.