Pencairan THR atau Tunjangan Hari Raya untuk ASN masih jadi sorotan, terutama untuk kelompok PPPK Paruh Waktu. Banyak pertanyaan muncul terkait hak mereka dalam menerima THR, mengingat status kerja mereka yang tidak penuh waktu. Tapi, kabar baik datang dari Jawa Barat.
Di daerah ini, pemerintah provinsi memastikan bahwa seluruh PPPK Paruh Waktu bakal menerima THR sesuai dengan besaran gaji penuh selama sebulan. Angka yang disebutkan mencapai 23.366 orang, menunjukkan komitmen serius agar tunjangan keagamaan ini bisa dinikmati tanpa pandang status kepegawaian.
Penjelasan THR untuk PPPK Paruh Waktu
THR memang menjadi hak setiap pegawai menjelang Idul Fitri. Namun, untuk PPPK Paruh Waktu, aturannya tidak selalu sama di semua daerah. Beberapa wilayah masih mempertanyakan apakah mereka berhak atau tidak. Di Jawa Barat, jawabannya jelas: berhak.
1. Status Kepegawaian PPPK Paruh Waktu
PPPK Paruh Waktu adalah pegawai pemerintah dengan kontrak kerja yang tidak penuh waktu. Biasanya, mereka bekerja kurang dari 40 jam per minggu. Meski begitu, status ini tetap diakui secara resmi oleh pemerintah pusat dan daerah.
2. Dasar Pemberian THR
THR diberikan berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 13 Tahun 2021 tentang THR dan uang THR. Dalam aturan tersebut, THR diberikan kepada ASN, termasuk PPPK, baik penuh waktu maupun paruh waktu, selama memenuhi syarat administrasi dan masa kerja.
3. Kebijakan Daerah yang Berbeda
Tidak semua daerah memberikan THR kepada PPPK Paruh Waktu secara otomatis. Banyak yang menggantungkan pada ketersediaan anggaran. Namun, Jawa Barat memilih untuk tidak menggantungkan hal ini pada anggaran semata, melainkan pada prinsip keadilan dan pengakuan terhadap kontribusi pegawai.
Syarat dan Kriteria Penerima THR PPPK Paruh Waktu
Agar bisa menerima THR, PPPK Paruh Waktu harus memenuhi sejumlah syarat. Ini tidak berbeda jauh dengan pegawai lainnya. Berikut syarat yang umumnya berlaku:
- Telah bekerja minimal 3 bulan sejak mulai kontrak.
- Tidak sedang menjalani hukuman disiplin.
- Masih aktif dalam daftar pegawai pemerintah daerah.
Besaran THR yang Diterima
THR untuk PPPK Paruh Waktu di Jawa Barat disebutkan akan diberikan senilai satu bulan gaji penuh. Ini berarti, meskipun mereka bekerja paruh waktu, THR yang diterima tidak dipotong atau disesuaikan dengan jam kerja.
Perbandingan THR PPPK Penuh Waktu dan Paruh Waktu
| Kategori Pegawai | Besaran THR |
|---|---|
| PPPK Penuh Waktu | 100% gaji pokok |
| PPPK Paruh Waktu (umumnya) | Disesuaikan dengan proporsional jam kerja |
| PPPK Paruh Waktu (Jawa Barat) | 100% gaji pokok |
Langkah Pencairan THR di Jawa Barat
Proses pencairan THR di Jawa Barat dilakukan melalui mekanisme yang sudah ditetapkan oleh Badan Kepegawaian Daerah (BKD) setempat. Ada beberapa tahapan yang harus dilalui agar penyaluran THR bisa tepat waktu dan sesuai aturan.
1. Verifikasi Data Pegawai
Langkah pertama adalah memastikan bahwa data PPPK Paruh Waktu sudah lengkap dan valid. Ini mencakup masa kerja, status kepegawaian, dan riwayat pembayaran sebelumnya.
2. Penyusunan Daftar Penerima THR
Setelah verifikasi selesai, BKD menyusun daftar pegawai yang berhak menerima THR. Daftar ini kemudian dikirim ke unit keuangan untuk proses selanjutnya.
3. Penyaluran Melalui Rekening Resmi
THR disalurkan langsung ke rekening pegawai masing-masing. Ini memastikan bahwa dana tidak tersia-sia dan sampai ke tangan yang berhak.
Dampak Positif THR bagi PPPK Paruh Waktu
THR bukan sekadar uang. Bagi PPPK Paruh Waktu, tunjangan ini menjadi bentuk pengakuan atas dedikasi mereka selama setahun bekerja. Apalagi, di tengah ketidakpastian ekonomi, THR bisa menjadi penyelamat kebutuhan menjelang lebaran.
Banyak di antara mereka yang mengaku senang dengan kepastian ini. Tidak hanya soal uang, tapi juga soal penghargaan terhadap kontribusi mereka dalam mendukung pelayanan publik.
Tantangan dan Kendala
Meski di Jawa Barat THR sudah dipastikan, tidak semua daerah sama. Masih ada beberapa wilayah yang menunggu keputusan lebih lanjut dari pusat atau terkendala anggaran. Ini menimbulkan ketidakadilan di antara pegawai yang sebenarnya memiliki tanggung jawab yang sama.
Faktor yang Mempengaruhi Pencairan THR
- Kebijakan daerah setempat
- Ketersediaan anggaran APBD
- Keputusan dari pemerintah pusat
- Kesiapan sistem administrasi kepegawaian
Rekomendasi untuk Daerah Lain
Agar tidak terjadi ketimpangan, daerah lain bisa mengambil langkah serupa seperti yang dilakukan Jawa Barat. Memberikan THR kepada PPPK Paruh Waktu bukan hanya soal anggaran, tapi juga soal keadilan dan penghargaan.
Tips bagi Pemda
- Sertakan THR PPPK Paruh Waktu dalam rencana anggaran awal.
- Pastikan sistem kepegawaian sudah terintegrasi dan akurat.
- Libatkan stakeholder terkait dalam proses perencanaan THR.
Kesimpulan
THR untuk PPPK Paruh Waktu memang sempat jadi sorotan karena aturan yang belum seragam. Namun, Jawa Barat memberikan contoh nyata bahwa kebijakan bisa dibuat sejalan dengan prinsip keadilan. Ini adalah langkah penting untuk meningkatkan semangat kerja dan memberikan penghargaan yang layak.
Disclaimer: Informasi dalam artikel ini bersifat terbatas dan dapat berubah sewaktu-waktu tergantung pada kebijakan pemerintah daerah dan pusat. Data jumlah pegawai dan besaran THR dapat berbeda di masa mendatang.
Retno Ramadhanti adalah Reporter USAID IUWASH Tangguh. Jurnalis berpengalaman dengan keahlian di bidang ekonomi, bisnis, ritel, dan inklusi keuangan.













