Sebanyak 3 juta Keluarga Penerima Manfaat (KPM) baru bakal menerima bansos PKH dan BPNT. Angka ini mencakup 1 juta penerima PKH dan 2 juta penerima BPNT yang dipilih dari daftar penerima BLTS Kesra. Tapi nggak semua yang dapat BLTS Kesra bakal otomatis masuk sebagai KPM baru. Hanya golongan tertentu, terutama yang berada di desil 1 sampai 4, yang punya kesempatan besar.
Pemerintah melalui Kementerian Sosial sudah menetapkan mekanisme seleksi ini. Prosesnya dilakukan secara bertahap dan saat ini masih dalam tahap pembukaan rekening kolektif atau yang biasa disebut burekol. Artinya, belum semua KPM baru bisa langsung mencairkan bantuan.
Status Pencairan Bansos Masih Bertahap
Proses penyaluran bansos memang nggak bisa sekejap. Ada beberapa tahapan yang harus dilalui sebelum uang benar-benar bisa diambil. Di beberapa daerah, status di SIKS NG sudah berubah jadi “berhasil cek rekening”, tapi ada juga yang masih burekol karena masih menunggu tahap selanjutnya.
Setelah burekol selesai, maka akan muncul keterangan berhasil cek rekening. Tahap berikutnya adalah penerbitan Surat Perintah Membayar (SPM), lalu ditetapkan Standing Instruction (SI). Ini semua bagian dari proses administrasi yang memastikan bansos sampai ke penerima dengan tepat.
Syarat Jadi KPM Baru PKH dan BPNT
Nggak semua penerima BLTS Kesra bakal langsung jadi KPM baru. Ada syarat tertentu yang harus dipenuhi. Salah satunya adalah masuk dalam kategori desil 1 sampai 4. Desil ini adalah pengelompokan berdasarkan tingkat kesejahteraan keluarga. Semakin rendah nilainya, semakin besar kemungkinan mendapat bantuan.
| Desil | Keterangan |
|---|---|
| Desil 1 | Keluarga sangat miskin |
| Desil 2 | Keluarga miskin |
| Desil 3 | Keluarga rentan miskin |
| Desil 4 | Keluarga hampir miskin |
Keluarga yang masuk dalam desil ini dianggap layak untuk mendapatkan bantuan sosial dari pemerintah. Selebihnya, meski pernah menerima BLTS Kesra, belum tentu otomatis masuk sebagai penerima PKH atau BPNT baru.
Cara Cek Status KPM Baru
Bagi keluarga yang ingin tahu apakah dirinya termasuk KPM baru, bisa mengecek langsung melalui aplikasi SIKS NG. Di aplikasi ini, ada menu riwayat bansos yang menunjukkan status terkini. Kalau sudah muncul keterangan burekol atau berhasil cek rekening, berarti prosesnya sedang berjalan.
Selain lewat aplikasi, bisa juga langsung ke operator desa setempat. Operator desa biasanya punya akses ke data terbaru dan bisa memberikan informasi lebih akurat terkait status penerima.
Distribusi Kartu Keluarga Sejahtera (KKS)
Kartu Keluarga Sejahtera (KKS) akan dibagikan oleh Bank Himbara melalui pendamping PKH. Kartu ini penting karena menjadi salah satu syarat untuk mencairkan bantuan. Penerima yang sudah terdaftar sebagai KPM baru akan mendapat KKS sesuai dengan jadwal distribusi di masing-masing daerah.
Tahapan yang Harus Dilalui Penerima
-
Pengecekan Desil
Tahap awal adalah memastikan apakah keluarga masuk dalam desil 1 sampai 4. Ini bisa dicek lewat aplikasi SIKS NG atau langsung ke operator desa. -
Verifikasi Data di SIKS NG
Setelah itu, data akan diverifikasi di sistem. Jika sesuai, maka status akan berubah menjadi burekol. -
Pembukaan Rekening Kolektif (Burekol)
Ini adalah tahap pembuatan rekening kolektif yang akan digunakan untuk penyaluran bansos. -
Penerbitan Surat Perintah Membayar (SPM)
Setelah burekol selesai, akan diterbitkan SPM sebagai dasar pencairan dana. -
Penetapan Standing Instruction (SI)
Tahap terakhir sebelum pencairan, yaitu penetapan instruksi tetap untuk penyaluran bansos.
Pentingnya Data yang Akurat
Data yang dimasukkan ke dalam sistem harus akurat dan valid. Kesalahan data bisa menyebabkan seseorang yang seharusnya jadi KPM baru malah tidak terdaftar. Oleh karena itu, pastikan data di Kartu Keluarga dan dokumen lainnya sudah sesuai dengan kondisi sebenarnya.
Disclaimer
Informasi dalam artikel ini bersifat umum dan dapat berubah sewaktu-waktu sesuai dengan kebijakan pemerintah. Proses seleksi dan penyaluran bansos dilakukan secara bertahap dan belum semua daerah mengalami kemajuan yang sama. Untuk informasi terbaru, selalu cek langsung melalui aplikasi SIKS NG atau hubungi pihak terkait di tingkat desa atau kecamatan.
Herdi Susianto adalah Reporter USAID IUWASH Tangguh. Jurnalis ekonomi berpengalaman dengan keahlian di bidang bisnis, infrastruktur, dan transportasi.













