Bantuan sosial (bansos) seperti BPNT, PKH, PIP, dan PBI JK memang menjadi harapan banyak keluarga yang membutuhkan. Tapi sayang, di balik tujuan baik itu, ada praktik pungli yang sempat terbongkar. Salah satunya soal penurunan Desil yang seharusnya bisa dilakukan secara gratis, malah dikenai biaya oleh oknum tertentu.
Padahal, penurunan Desil itu sendiri bisa diajukan secara mandiri dan tidak dipungut biaya sepeser pun. Banyak keluarga yang ter-exclude dari daftar penerima bansos hanya karena Desil mereka masih terlalu tinggi. Padahal, kalau syaratnya memenuhi kriteria tertentu, penurunan Desil bisa dilakukan tanpa ribet dan tanpa bayar.
Cara Ajukan Penurunan Desil Secara Mandiri
Untuk mengajukan penurunan Desil, sebenarnya ada beberapa langkah yang bisa dilakukan secara mandiri. Prosesnya pun bisa dilakukan lewat aplikasi resmi pemerintah. Tidak perlu pusing atau khawatir lagi kalau ada oknum yang meminta bayaran.
1. Unduh Aplikasi Cek Bansos
Langkah pertama yang perlu dilakukan adalah mengunduh aplikasi Cek Bansos. Aplikasi ini bisa diakses melalui Play Store maupun App Store secara gratis. Aplikasi ini dikelola oleh Kementerian Sosial dan bisa digunakan untuk mengecek status penerima bansos serta mengajukan perubahan data seperti penurunan Desil.
2. Masuk atau Daftar Akun
Setelah aplikasi terpasang, pengguna perlu membuat akun atau masuk jika sudah memiliki akun sebelumnya. Data yang dimasukkan harus sesuai dengan Kartu Keluarga (KK) yang terdaftar di DTSEN agar proses pengajuan berjalan lancar.
3. Ajukan Permohonan Penurunan Desil
Di dalam aplikasi, akan ada menu untuk mengajukan permohonan penurunan Desil. Isi formulir dengan data yang valid dan lengkap. Setelah itu, sistem akan memproses pengajuan tersebut dan menunggu verifikasi dari Pendamping Sosial setempat.
4. Tunggu Verifikasi dan Survey
Setelah pengajuan diajukan, Pendamping Sosial akan melakukan verifikasi dan survey lapangan ke rumah pemohon. Survey ini penting untuk memastikan bahwa data yang diajukan sesuai dengan kondisi sebenarnya di lapangan.
5. Cek Hasil Penurunan Desil
Setelah proses selesai, hasil penurunan Desil bisa dicek kembali melalui aplikasi Cek Bansos. Jika berhasil, maka keluarga berhak kembali masuk dalam daftar penerima bansos.
Penyebab Desil Masih Tinggi
Desil yang tinggi biasanya disebabkan oleh beberapa faktor yang sebenarnya bisa dihindari atau dikoreksi melalui data yang lebih akurat. Berikut beberapa penyebab utama:
- Pendapatan keluarga di atas Upah Minimum Regional (UMR)
- Ada anggota keluarga yang bekerja sebagai ASN, TNI, Polri, BUMN, atau swasta dengan gaji tinggi
- Kepemilikan kendaraan bermotor mewah atau properti bersertifikat
Padahal, jika kondisi ekonomi keluarga memang sudah tidak sesuai lagi dengan Desil sebelumnya, maka penurunan Desil bisa diajukan secara transparan dan gratis.
Pengertian Desil dan DTSEN
Desil adalah pengelompokan tingkat kesejahteraan masyarakat yang ditentukan oleh Badan Pusat Statistik (BPS) berdasarkan Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN). DTSEN sendiri merupakan kumpulan data dari berbagai sumber yang digunakan untuk menilai kelayakan penerima bansos.
DTSEN diperbarui setiap tiga bulan sekali untuk memastikan data tetap relevan dan akurat. Data ini mencakup berbagai aspek seperti:
- Identitas kependudukan
- Pendidikan
- Ketenagakerjaan
- Kondisi tempat tinggal
- Akses sanitasi dan air minum
- Kesehatan dan disabilitas
- Kepemilikan aset dan usaha
Proses Pemutakhiran DTSEN
Proses pemutakhiran DTSEN dilakukan melalui beberapa tahapan yang melibatkan berbagai pihak, baik dari pemerintah daerah maupun hasil survey langsung. Berikut adalah tahapan utamanya:
- Pengumpulan data dari berbagai sumber administrasi pemerintah desa atau kelurahan
- Pelaksanaan sensus atau survei lapangan oleh tim terkait
- Validasi data oleh BPS untuk memastikan akurasi informasi
- Penyesuaian Desil berdasarkan hasil data terbaru
- Publikasi dan distribusi data ke unit pelaksana teknis di daerah
Perbandingan Kriteria Desil 1–4 vs Desil 5–10
| Kriteria | Desil 1–4 (Penerima Bansos) | Desil 5–10 (Umumnya Tidak Menerima Bansos) |
|---|---|---|
| Pendapatan Keluarga | Di bawah UMR | Di atas UMR |
| Pekerjaan | Pekerja informal, buruh, tani, nelayan | ASN, TNI/Polri, pegawai BUMN/swasta bergaji tinggi |
| Kepemilikan Aset | Tidak memiliki kendaraan mewah atau SHM | Memiliki kendaraan mewah atau SHM |
| Kondisi Tempat Tinggal | Kurang layak | Layak atau bagus |
| Akses Air Minum dan Sanitasi | Terbatas | Memadai |
Tips Agar Penurunan Desil Berhasil
Agar pengajuan penurunan Desil berhasil, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan agar tidak ditolak:
- Pastikan data yang diajukan benar-benar sesuai dengan kondisi sebenarnya
- Siapkan dokumen pendukung seperti slip gaji, SKTM, atau bukti penghasilan lainnya
- Kooperatif saat survey lapangan dilakukan oleh Pendamping Sosial
- Hindari memberikan uang atau hadiah kepada siapa pun dalam proses ini karena tidak diperbolehkan
Disclaimer
Data dan prosedur terkait bansos serta Desil bisa berubah sewaktu-waktu sesuai dengan kebijakan pemerintah. Informasi dalam artikel ini bersifat umum dan disarankan untuk selalu mengecek sumber resmi terbaru dari Kementerian Sosial atau BPS untuk informasi yang lebih akurat dan valid.
Penurunan Desil seharusnya menjadi hak bagi keluarga yang layak menerimanya. Jangan biarkan oknum memanfaatkan situasi ini untuk keuntungan pribadi. Gunakan cara resmi dan mandiri agar prosesnya lebih transparan dan bebas pungli.
Rista Wulandari adalah Reporter USAID IUWASH Tangguh. Jurnalis senior berpengalaman dengan keahlian di bidang ekonomi, bisnis, industri, dan telekomunikasi.













