Pemerintah terus mengembangkan sistem penyaluran bantuan sosial agar lebih tepat sasaran. Salah satu upaya yang digunakan adalah melalui pengelompokan berdasarkan peringkat kesejahteraan, yang dikenal dengan istilah Desil. Sistem ini membantu pemerintah menentukan siapa saja yang berhak menerima bantuan, serta jenis bansos apa yang paling sesuai.
Dengan adanya data tunggal sosial ekonomi (DTSEN), masyarakat kini bisa lebih mudah memprediksi bantuan yang berpotensi diterima. Penyaluran bansos pun tengah dipercepat agar bisa sampai ke tangan Keluarga Penerima Manfaat (KPM) sebelum Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah. Ini menjadi langkah penting agar bantuan benar-benar dirasakan manfaatnya saat momen kebutuhan meningkat.
Memahami Sistem Desil dalam Bansos
Sistem desil membagi tingkat kesejahteraan masyarakat menjadi 10 kelompok. Mulai dari Desil 1 yang paling rendah hingga Desil 10 yang paling tinggi. Semakin rendah angka desil, semakin besar kemungkinan seseorang atau keluarga untuk menerima bantuan sosial dari pemerintah.
1. Cek Peringkat Desil Secara Mandiri
Bagi yang belum tahu posisi desilnya, bisa langsung cek lewat aplikasi Cek Bansos atau situs resmi Kementerian Sosial. Cukup masukkan NIK dan domisili sesuai KTP, maka informasi kepesertaan dan peringkat desil akan muncul secara otomatis.
2. Pengelompokan Desil dan Jenis Bansos
Berikut rincian bantuan berdasarkan kelompok desil:
| Kelompok Desil | Keterangan | Jenis Bansos |
|---|---|---|
| Desil 1-2 | Prioritas utama | PKH, BPNT, atau kombinasi keduanya |
| Desil 3-4 | Menengah ke bawah | BPNT atau bantuan lain sesuai ketersediaan |
| Desil 5-6 | Menengah rendah | Bantuan selektif, biasanya bersifat sementara atau insidental |
| Desil 7-10 | Mampu | Tidak mendapat bansos rutin, hanya dalam kondisi khusus |
Jenis Bansos yang Disalurkan Berdasarkan Desil
Pemerintah tidak memberikan bantuan secara sembarangan. Setiap jenis bansos memiliki kriteria penerima yang berbeda-beda, tergantung pada tingkat kesejahteraan. Berikut penjelasan lebih detailnya.
1. Desil 1 dan 2: Prioritas Utama Penerima Bansos
Kelompok ini adalah yang paling diutamakan dalam program jaring pengaman sosial. Mereka yang berada di Desil 1 dan 2 biasanya memiliki penghasilan sangat rendah dan hampir tidak memiliki aset produktif.
Jenis bantuan yang diterima antara lain:
- Program Keluarga Harapan (PKH)
- Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT)
- Kombinasi keduanya (PKH+BPNT)
2. Desil 3 dan 4: Penerima Bantuan Selektif
Masyarakat di kelompok ini masih termasuk rentan, tapi tidak secacat yang berada di dua desil terbawah. Mereka biasanya hanya mendapat bantuan tertentu, tergantung ketersediaan anggaran dan kebijakan daerah.
Bantuan yang umum diterima:
- BPNT
- Bantuan berupa sembako atau bantuan darurat
3. Desil 5 dan 6: Kelompok Transisi
Kelompok ini berada di posisi transisi antara rentan dan mampu. Mereka hanya mendapat bantuan dalam situasi tertentu, seperti bencana atau krisis ekonomi tertentu.
Bantuan yang mungkin diterima:
- Bantuan insidental
- Program pemberdayaan ekonomi masyarakat
4. Desil 7 hingga 10: Tidak Mendapat Bansos Rutin
Masyarakat di kelompok ini dianggap sudah mampu secara ekonomi. Mereka tidak termasuk dalam sasaran program bansos rutin, kecuali ada kondisi khusus seperti terdampak bencana atau pandemi.
Tahapan Penyaluran Bansos Menjelang Lebaran
Menjelang Idulfitri, pemerintah mempercepat penyaluran bansos agar manfaatnya bisa dirasakan lebih awal. Ini termasuk bantuan pangan seperti beras dan minyak goreng yang sangat dibutuhkan saat persiapan lebaran.
1. Verifikasi Data Penerima
Sebelum bansos disalurkan, data penerima terlebih dahulu diverifikasi oleh pihak terkait. Ini untuk memastikan bahwa bantuan sampai ke orang yang tepat.
2. Penyaluran Melalui Kanal Resmi
Bansos disalurkan melalui berbagai kanal resmi, seperti lembaga penyalur, kantor pos, atau e-wallet tertentu. Pemerintah juga terus mengembangkan sistem digital agar proses lebih cepat dan transparan.
3. Monitoring dan Evaluasi
Setelah bansos disalurkan, dilakukan monitoring untuk memastikan bantuan sampai ke tujuan. Evaluasi ini juga membantu memperbaiki sistem di masa depan.
Tips untuk KPM agar Bisa Menerima Bansos Tepat Waktu
Agar tidak ketinggalan bansos yang disalurkan menjelang lebaran, ada beberapa hal yang bisa dilakukan oleh KPM.
1. Pastikan Data Terdaftar di DTSEN
Cek apakah data diri sudah terdaftar di Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN). Ini adalah syarat utama agar bisa menerima bantuan secara tepat sasaran.
2. Cek Peringkat Desil Secara Berkala
Peringkat desil bisa berubah tergantung kondisi ekonomi. Lakukan pengecekan berkala agar tahu apakah masih memenuhi syarat sebagai penerima bansos.
3. Pantau Informasi Resmi
Ikuti informasi resmi dari Kementerian Sosial atau lembaga terkait. Biasanya, jadwal penyaluran dan jenis bansos yang akan disalurkan akan diumumkan melalui saluran resmi.
Disclaimer
Informasi dalam artikel ini bersifat umum dan dapat berubah sewaktu-waktu tergantung kebijakan pemerintah. Data desil dan jenis bansos yang diterima bisa berbeda antar daerah atau tahun. Untuk informasi terkini dan akurat, selalu cek melalui sumber resmi pemerintah.
Herdi Susianto adalah Reporter USAID IUWASH Tangguh. Jurnalis ekonomi berpengalaman dengan keahlian di bidang bisnis, infrastruktur, dan transportasi.













