Bansos Kemensos

Mensos Dorong Kepala Daerah Pastikan Data Bansos Akurat dari Desa demi Keadilan Sosial

Fadhly Ramadan
×

Mensos Dorong Kepala Daerah Pastikan Data Bansos Akurat dari Desa demi Keadilan Sosial

Sebarkan artikel ini
Mensos Dorong Kepala Daerah Pastikan Data Bansos Akurat dari Desa demi Keadilan Sosial

Menteri Sosial RI, Saifullah Yusuf atau akrab disapa Gus Ipul, baru-baru ini menegaskan pentingnya peran kepala daerah dalam menjaga akurasi data penerima (bansos). Pertemuan dengan sejumlah bupati dan wali kota di Kantor , Jakarta, menjadi momentum untuk mengingatkan kembali bahwa data bansos harus dimulai dari akar rumput, yakni tingkat desa.

Dalam pertemuan tersebut, Gus Ipul menyampaikan bahwa bupati memiliki peran krusial dalam menentukan kategori masyarakat. Desil ini menjadi dasar penentuan siapa saja yang berhak menerima bansos. Data awal berasal dari daerah, lalu diverifikasi oleh Badan Pusat Statistik (BPS) untuk memastikan validitasnya.

Untuk memastikan data tetap akurat dan up to date, perlu ada sinergi dari berbagai pihak, terutama dari hingga ke tingkat desa. Koordinasi yang baik menjadi kunci agar tidak ada data yang terlewat atau salah sasaran.

Peran Kepala Daerah dalam Penetapan Desil

Kepala daerah, khususnya bupati, memiliki kewenangan besar dalam menentukan desil masyarakat. Desil ini merupakan pengelompokan tingkat kesejahteraan keluarga berdasarkan pendapatan atau pengeluaran. Semakin rendah desilnya, semakin berhak seseorang untuk menerima bansos.

  1. Menentukan desil berdasarkan data
    Kepala daerah bertanggung jawab menyediakan data awal tentang kondisi sosial ekonomi masyarakat di wilayahnya. Data ini kemudian menjadi acuan awal sebelum diverifikasi oleh BPS.

  2. Mengawal proses verifikasi dan validasi
    Setelah data dikirim ke BPS, kepala daerah tetap memiliki peran penting dalam memastikan bahwa proses verifikasi berjalan dengan benar dan tidak ada data yang terlewat atau salah input.

Jalur Pemutakhiran Data Bansos

Proses pemutakhiran data bansos tidak hanya dilakukan secara top-down, tetapi juga melibatkan partisipasi aktif masyarakat. Ada dua jalur utama yang digunakan, yaitu jalur formal dan jalur partisipatif.

  1. Jalur formal melalui RT dan RW
    Data awal dikumpulkan melalui struktur kemasyarakatan setempat. RT dan RW berperan sebagai ujung tombak dalam mengidentifikasi keluarga yang membutuhkan bantuan.

  2. Jalur partisipatif melalui mekanisme usul dan sanggah
    Masyarakat juga bisa mengusulkan atau mengajukan keberatan terhadap data yang ada melalui aplikasi . Ini memungkinkan koreksi jika ada data yang tidak sesuai.

Mekanisme Partisipasi Masyarakat

Kemensos membuka berbagai saluran agar masyarakat bisa turut serta dalam proses pemutakhiran data bansos. Ini adalah langkah penting agar data tetap transparan dan akurat.

  1. Aplikasi SIKS NG
    Digunakan oleh operator desa dan dinas sosial untuk mengelola dan memperbarui data bansos secara digital.

  2. Verifikasi (ground check)
    Pendamping PKH, petugas BPS, dan pemerintah daerah melakukan kunjungan langsung ke rumah calon penerima bansos untuk memastikan data yang dimasukkan sesuai dengan kondisi lapangan.

  3. Call Center Kemensos 171
    Layanan ini menerima pengaduan dan pertanyaan terkait bansos dari masyarakat secara langsung.

  4. Layanan WhatsApp resmi Kemensos
    Masyarakat juga bisa mengirim pesan melalui WhatsApp resmi Kemensos untuk melaporkan ketidaksesuaian data atau mengajukan pertanyaan.

Fungsi Puskesos di Tingkat Desa

Setiap desa kini memiliki Pusat Kesejahteraan Sosial (). Tempat ini tidak hanya berfungsi sebagai pusat pengaduan, tetapi juga sebagai ruang koordinasi bagi di lapangan.

  1. Pengaduan masyarakat
    Warga bisa datang langsung ke Puskesos untuk menyampaikan keluhan atau koreksi terkait data bansos.

  2. Koordinasi internal
    Puskesos juga digunakan sebagai tempat pertemuan antar pendamping sosial untuk membahas perkembangan program bansos di desa mereka.

Komitmen Kepala Daerah dalam Pengawasan Data

Dalam pertemuan yang digelar di Kemensos, para kepala daerah menyatakan komitmen tinggi untuk terlibat aktif dalam pengawasan dan pemutakhiran data bansos. Mereka menyadari bahwa data yang akurat adalah kunci utama agar bantuan tepat sasaran.

  1. Sinkronisasi data antar instansi
    Kepala daerah berperan dalam memastikan bahwa data dari berbagai dinas bisa saling terhubung dan tidak terjadi duplikasi atau kebocoran informasi.

  2. Evaluasi berkala terhadap pelaksanaan program bansos
    Evaluasi ini penting untuk melihat apakah program bansos sudah berjalan sesuai harapan dan apakah ada perlu koreksi.

Tabel Perbandingan Jalur Pemutakhiran Data Bansos

Jalur Metode Peran Masyarakat Tingkat Akurasi
Formal Melalui RT/RW Terbatas Tinggi jika data awal benar
Partisipatif Aplikasi Cek Bansos Aktif mengusulkan/sanggah Tinggi jika partisipasi masyarakat tinggi

Disclaimer

Data bansos dan kategori desil bersifat dinamis dan dapat berubah sesuai dengan hasil verifikasi serta perkembangan kondisi sosial ekonomi di lapangan. Informasi yang disajikan dalam artikel ini berdasarkan kondisi terkini dan dapat diperbarui sewaktu- oleh pihak terkait.

Keterlibatan aktif dari semua pihak, terutama kepala daerah dan masyarakat, menjadi kunci utama agar bantuan sosial tepat sasaran. Dengan begitu, bansos bisa benar-benar membantu masyarakat yang membutuhkan, tanpa ada yang tertinggal atau salah sasaran.

Fadhly Ramadan
Reporter at USAID IUWASH Tangguh

Fadhly Ramadan adalah Reporter USAID IUWASH Tangguh. Jurnalis ekonomi berpengalaman dengan keahlian di bidang finansial, investasi, dan bisnis.