Banjir besar yang melanda Aceh Tamiang beberapa waktu lalu sempat memunculkan kekhawatiran soal akses layanan kesehatan bagi warga peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN). Meski begitu, BPJS Kesehatan memastikan bahwa pelayanan tetap berjalan normal. Langkah-langkah cepat diambil untuk memastikan peserta tidak mengalami kendala administrasi maupun pembiayaan, terutama di tengah situasi pemulihan pasca-bencana.
Direktur Utama BPJS Kesehatan, Prihati Pujowaskito, menyampaikan bahwa selama masa pemulihan, pihaknya fokus pada upaya menjaga akses layanan peserta. Ia menegaskan bahwa hak peserta atas layanan kesehatan harus tetap terpenuhi, terlebih saat masyarakat berada dalam kondisi rentan akibat bencana.
Menjaga Akses Kesehatan Pasca-Bencana
Pasca-bencana banjir, tantangan utama adalah memastikan bahwa layanan kesehatan tetap bisa diakses tanpa hambatan. BPJS Kesehatan bersama faskes di lapangan langsung bekerja untuk menjaga keberlangsungan pelayanan. Koordinasi erat dengan pemerintah daerah juga menjadi kunci agar penanganan darurat bisa dilakukan dengan cepat.
1. Koordinasi dengan Fasilitas Kesehatan
Langkah pertama yang dilakukan adalah memperkuat komunikasi dan koordinasi dengan fasilitas kesehatan di wilayah terdampak. Tujuannya agar semua pihak memahami pentingnya pelayanan yang cepat dan setara, terutama untuk kasus darurat.
2. Penanganan Kasus Darurat
Setiap kasus darurat yang datang ke faskes langsung ditangani tanpa menunggu proses administrasi yang bisa memakan waktu. Ini dilakukan untuk memastikan keselamatan pasien tetap menjadi prioritas utama.
3. Pemantauan Status Kepesertaan
BPJS Kesehatan juga memastikan bahwa status kepesertaan peserta tetap aktif meski berada di lokasi hunian sementara. Langkah ini penting agar peserta tidak kehilangan hak akses layanan kesehatan.
Layanan BPJS Keliling di Hunian Sementara
Untuk memudahkan peserta yang tinggal di hunian sementara, BPJS Kesehatan menghadirkan layanan BPJS Keliling. Layanan ini memungkinkan warga mengurus administrasi kepesertaan dan mengakses layanan kesehatan tanpa harus pergi ke kantor BPJS yang mungkin jauh atau terganggu aksesnya.
1. Pelayanan Administrasi di Lokasi
Layanan ini menyediakan bantuan langsung di lokasi hunian sementara. Peserta bisa mengurus perubahan data, memperbarui status kepesertaan, hingga mendapatkan informasi terkait manfaat JKN.
2. Edukasi Kesehatan dan Pencegahan
Selain urusan administrasi, BPJS Keliling juga menjadi sarana edukasi kesehatan. Peserta diberi informasi tentang pentingnya menjaga pola hidup sehat, terutama di masa pemulihan pasca-bencana.
3. Sinergi dengan Pemerintah Daerah
Layanan ini tidak berjalan sendiri. Kolaborasi dengan pemerintah daerah menjadi faktor penting agar pelayanan bisa berjalan efektif dan efisien. Dinas kesehatan setempat turut membantu dalam mendukung akses layanan.
Peran Pemerintah Daerah dalam Pemulihan Kesehatan
Plt. Sekda Aceh Tamiang, Syuibun Anwar, menegaskan bahwa kesehatan masyarakat harus tetap menjadi prioritas, terutama dalam situasi pemulihan pasca-bencana. Ia menyebut bahwa tantangan di sektor kesehatan akan terus ada, namun dengan sinergi yang baik, semua kendala bisa diatasi.
1. Percepatan Pemulihan Infrastruktur Kesehatan
Beberapa sarana dan prasarana penunjang layanan kesehatan masih dalam tahap pemulihan. Pemerintah daerah terus bekerja untuk mempercepat proses ini agar pelayanan bisa kembali optimal.
2. Dukungan untuk Peserta di Hunian Sementara
Warga yang tinggal di hunian sementara tetap didorong untuk memanfaatkan kepesertaan JKN. Pemerintah daerah berkomitmen untuk memastikan bahwa mereka tetap terlindungi dalam Program JKN.
3. Penyelesaian Kendala Administrasi
Kunjungan pimpinan BPJS Kesehatan diharapkan bisa menjadi momentum untuk menyelesaikan berbagai kendala administrasi yang masih ditemui di lapangan.
Edukasi Kesehatan sebagai Upaya Pencegahan
Ketua Dewan Pengawas BPJS Kesehatan, Stevanus Adrianto Passat, menekankan pentingnya menjaga kesehatan sejak dini. Selain status kepesertaan, menjaga pola hidup sehat juga menjadi bagian dari upaya pencegahan penyakit, terutama di masa pemulihan pasca-bencana.
1. Pola Makan Bergizi
Mengonsumsi makanan bergizi adalah langkah awal yang bisa dilakukan oleh siapa saja. Ini membantu meningkatkan daya tahan tubuh dan mencegah berbagai penyakit.
2. Istirahat Cukup
Istirahat yang cukup juga tidak kalah penting. Tubuh yang lelah rentan terkena penyakit, terutama dalam kondisi lingkungan yang belum stabil pasca-bencana.
3. Kebersihan Lingkungan
Menjaga kebersihan lingkungan tempat tinggal merupakan langkah preventif yang efektif. Lingkungan bersih mengurangi risiko penyebaran penyakit menular.
Tantangan dan Harapan ke Depan
Meski banyak langkah yang sudah diambil, tantangan tetap ada. Beberapa infrastruktur kesehatan masih dalam tahap pemulihan, dan akses ke beberapa wilayah masih terbatas. Namun, dengan semangat kolaborasi dan gotong royong, BPJS Kesehatan bersama pemerintah daerah terus berupaya memastikan layanan tetap bisa diakses oleh seluruh peserta.
Kunjungan pimpinan BPJS Kesehatan ke Aceh Tamiang diharapkan bisa memberikan solusi nyata bagi berbagai kendala yang masih dihadapi. Semoga masyarakat yang tinggal di hunian sementara segera pulih dan kembali menikmati akses layanan kesehatan yang berkualitas.
Disclaimer: Informasi dalam artikel ini bersifat terkini sesuai dengan situasi dan kondisi di lapangan. Namun, beberapa data dan kebijakan bisa berubah sewaktu-waktu mengikuti perkembangan situasi di lapangan.
Retno Ramadhanti adalah Reporter USAID IUWASH Tangguh. Jurnalis berpengalaman dengan keahlian di bidang ekonomi, bisnis, ritel, dan inklusi keuangan.









