Bisnis asuransi jiwa di Tanah Air masih terus bergerak, meski mengalami sedikit perlambatan di salah satu kanal utamanya. Pada kuartal III 2025, pendapatan premi dari bancassurance mencatatkan penurunan 4,2% secara year-on-year (YoY), menjadi Rp55,28 triliun. Angka ini mencerminkan dinamika yang sedang terjadi di sektor perbankan dan asuransi, yang saling terkait erat.
Meski begitu, bancassurance tetap menjadi tulang punggung industri asuransi jiwa. Kanal ini menyumbang sekitar 35% hingga 45% dari total premi yang dikumpulkan. Kekuatan bancassurance terletak pada integrasinya dengan sistem perbankan, yang memberikan akses langsung ke basis nasabah yang luas dan berkualitas. Ini menjadikannya salah satu kanal yang paling efektif dalam mendorong pertumbuhan premi secara keseluruhan.
Mengapa Bancassurance Masih Jadi Pemain Utama?
Penurunan premi tidak serta merta menandakan kelemahan struktural. Lebih pada menunjukkan bahwa industri sedang dalam fase penyesuaian. Ada beberapa faktor yang memengaruhi kondisi ini, mulai dari perlambatan kredit hingga perubahan regulasi.
1. Perlambatan Kredit dan Likuiditas Perbankan
Salah satu penyebab utama penurunan premi adalah melambatnya pertumbuhan kredit perbankan. Karena bancassurance sangat bergantung pada aktivitas kredit, seperti KPR atau pembiayaan kendaraan, perlambatan ini langsung berdampak pada volume polis yang diterbitkan.
2. Pengetatan Regulasi dan Governance
Regulator semakin ketat dalam mengawasi praktik distribusi asuransi melalui bank. Hal ini termasuk pengawasan terhadap transparansi produk, skema komisi, dan mekanisme underwriting. Tujuannya jelas: meningkatkan kualitas portofolio dan mengurangi risiko klaim yang tinggi.
3. Perubahan Skema Komisi
Model komisi yang sebelumnya lebih mengutamakan volume penjualan kini mulai digeser. Sekarang, fokusnya beralih ke profitabilitas dan keberlanjutan. Ini berdampak pada motivasi agen dan bank dalam menjual produk asuransi.
4. Selektivitas Underwriting
Setelah mengalami pengalaman klaim yang tinggi di masa lalu, perusahaan asuransi mulai lebih selektif dalam menerima risiko. Ini berarti tidak semua nasabah yang mengajukan kredit otomatis mendapatkan polis asuransi.
5. Diversifikasi Kanal Distribusi
Perusahaan asuransi juga mulai menjajaki kanal lain, seperti agen mandiri, digital platform, dan mitra non-bank. Ini memberikan alternatif distribusi dan mengurangi ketergantungan pada bancassurance.
Faktor yang Mendukung Pemulihan di 2026
Meski mengalami penurunan, bancassurance masih punya potensi untuk bangkit. Banyak pengamat memperkirakan bahwa jika kondisi makro ekonomi membaik, terutama pertumbuhan kredit, maka kontribusi bancassurance bisa kembali naik pada 2026.
1. Stabilitas Ekonomi dan Kredit
Pemulihan sektor perbankan akan langsung berdampak pada volume kredit. Semakin banyak kredit yang disalurkan, maka semakin besar pula permintaan akan produk asuransi yang terkait.
2. Adaptasi Model Bisnis
Industri mulai beralih dari pendekatan volume ke pendekatan kualitas. Ini berarti produk yang ditawarkan lebih terarah, profitabilitas lebih terjaga, dan risiko lebih kecil.
3. Integrasi Digital
Perusahaan semakin mempercepat transformasi digital. Dari proses aplikasi hingga klaim, semuanya bisa dilakukan secara online. Ini meningkatkan efisiensi dan kenyamanan nasabah.
4. Kemitraan yang Sejajar
Hubungan antara perusahaan asuransi dan bank semakin seimbang. Ada sinergi yang lebih baik dalam hal produk, teknologi, dan layanan pelanggan.
Proyeksi Kontribusi Bancassurance ke Depan
Berdasarkan data historis dan tren terkini, diperkirakan bancassurance akan kembali menyumbang antara 38% hingga 42% dari total premi asuransi jiwa pada 2026. Angka ini masih berada dalam kisaran normal dan menunjukkan bahwa kanal ini tetap relevan dan strategis.
| Tahun | Kontribusi Bancassurance | Catatan |
|---|---|---|
| 2023 | 40% – 45% | Pertumbuhan stabil |
| 2024 | 38% – 43% | Mulai penyesuaian model |
| 2025 | 35% – 42% | Penurunan 4,2% YoY |
| 2026 | 38% – 42% (proyeksi) | Potensi rebound |
Strategi yang Perlu Diperhatikan
Agar bancassurance bisa kembali menjadi motor pertumbuhan, beberapa hal perlu diperhatikan oleh perusahaan asuransi dan mitra bank.
1. Menyediakan Produk yang Tepat
Produk harus disesuaikan dengan kebutuhan nasabah dan tren pasar. Tidak hanya kompetitif dari segi harga, tapi juga memberikan manfaat nyata.
2. Terintegrasi Secara Digital
Teknologi harus menjadi bagian tak terpisahkan dari proses distribusi. Mulai dari aplikasi digital hingga klaim online, semuanya perlu dioptimalkan.
3. Risk Management yang Kuat
Pengelolaan risiko yang baik akan mengurangi potensi klaim besar dan meningkatkan profitabilitas jangka panjang.
4. Kemitraan yang Seimbang
Hubungan antara asuransi dan bank harus saling menguntungkan. Ada pembagian peran yang jelas dan komitmen bersama dalam mencapai target bisnis.
Kesimpulan
Penurunan 4,2% pada premi bancassurance di kuartal III 2025 memang terasa, tapi bukan berarti mengkhawatirkan. Ini lebih merupakan bagian dari siklus penyesuaian industri yang sedang bergerak menuju model bisnis yang lebih sehat dan berkelanjutan.
Dengan strategi yang tepat, dukungan teknologi, dan kondisi makro yang mendukung, bancassurance punya potensi besar untuk kembali tumbuh pada tahun-tahun mendatang. Yang penting, semua pihak terus beradaptasi dan berinovasi.
Disclaimer: Data dan proyeksi dalam artikel ini bersifat estimasi berdasarkan informasi hingga kuartal III 2025. Angka dan kondisi bisa berubah seiring perkembangan ekonomi, regulasi, dan dinamika pasar.
Rista Wulandari adalah Reporter USAID IUWASH Tangguh. Jurnalis senior berpengalaman dengan keahlian di bidang ekonomi, bisnis, industri, dan telekomunikasi.









