Asuransi

Bancassurance Masih Jadi Raja Meski Lesu, Ini Penyebabnya!

Rista Wulandari
×

Bancassurance Masih Jadi Raja Meski Lesu, Ini Penyebabnya!

Sebarkan artikel ini
Bancassurance Masih Jadi Raja Meski Lesu, Ini Penyebabnya!

asuransi jiwa di Tanah Air masih terus bergerak, meski mengalami sedikit perlambatan di salah satu kanal utamanya. Pada kuartal III 2025, pendapatan premi dari mencatatkan penurunan 4,2% secara year-on-year (YoY), menjadi Rp55,28 triliun. Angka ini mencerminkan dinamika yang sedang terjadi di sektor dan asuransi, yang saling terkait erat.

Meski begitu, bancassurance tetap menjadi tulang punggung . Kanal ini menyumbang sekitar 35% hingga 45% dari total premi yang dikumpulkan. Kekuatan bancassurance terletak pada integrasinya dengan sistem perbankan, yang memberikan akses langsung ke basis nasabah yang luas dan berkualitas. Ini menjadikannya salah satu kanal yang paling efektif dalam mendorong pertumbuhan premi secara keseluruhan.

Mengapa Bancassurance Masih Jadi Pemain Utama?

Penurunan premi tidak serta merta menandakan kelemahan struktural. Lebih pada menunjukkan bahwa industri sedang dalam fase penyesuaian. Ada beberapa faktor yang memengaruhi kondisi ini, mulai dari perlambatan kredit hingga perubahan regulasi.

1. Perlambatan Kredit dan Likuiditas Perbankan

Salah satu penyebab utama penurunan premi adalah melambatnya pertumbuhan kredit perbankan. Karena bancassurance sangat bergantung pada aktivitas kredit, seperti KPR atau , perlambatan ini langsung berdampak pada volume polis yang diterbitkan.

2. Pengetatan Regulasi dan Governance

Regulator semakin ketat dalam mengawasi praktik distribusi asuransi melalui bank. Hal ini termasuk pengawasan terhadap transparansi produk, skema komisi, dan mekanisme underwriting. Tujuannya jelas: meningkatkan kualitas portofolio dan mengurangi risiko klaim yang tinggi.

3. Perubahan Skema Komisi

Model komisi yang sebelumnya lebih mengutamakan volume penjualan kini mulai digeser. Sekarang, fokusnya beralih ke profitabilitas dan keberlanjutan. Ini berdampak pada motivasi agen dan bank dalam menjual .

4. Selektivitas Underwriting

Setelah mengalami pengalaman klaim yang tinggi di masa lalu, perusahaan asuransi mulai lebih selektif dalam menerima risiko. Ini berarti tidak semua nasabah yang mengajukan kredit otomatis mendapatkan polis asuransi.

5. Diversifikasi Kanal Distribusi

Perusahaan asuransi juga mulai menjajaki kanal lain, seperti agen mandiri, digital , dan mitra non-bank. Ini memberikan alternatif distribusi dan mengurangi ketergantungan pada bancassurance.

Faktor yang Mendukung Pemulihan di 2026

Meski mengalami penurunan, bancassurance masih punya potensi untuk bangkit. Banyak pengamat memperkirakan bahwa jika kondisi makro ekonomi membaik, terutama pertumbuhan kredit, maka kontribusi bancassurance bisa kembali naik pada 2026.

1. Stabilitas Ekonomi dan Kredit

Pemulihan sektor perbankan akan langsung berdampak pada volume kredit. Semakin banyak kredit yang disalurkan, maka semakin besar pula permintaan akan produk asuransi yang terkait.

2. Adaptasi Model Bisnis

Industri mulai beralih dari pendekatan volume ke pendekatan kualitas. Ini berarti produk yang ditawarkan lebih terarah, profitabilitas lebih terjaga, dan risiko lebih kecil.

3. Integrasi Digital

Perusahaan semakin mempercepat transformasi digital. Dari proses aplikasi hingga klaim, semuanya bisa dilakukan secara online. Ini meningkatkan efisiensi dan kenyamanan nasabah.

4. Kemitraan yang Sejajar

Hubungan antara perusahaan asuransi dan bank semakin seimbang. Ada sinergi yang lebih baik dalam hal produk, teknologi, dan layanan pelanggan.

Proyeksi Kontribusi Bancassurance ke Depan

Berdasarkan data historis dan tren terkini, diperkirakan bancassurance akan kembali menyumbang antara 38% hingga 42% dari total pada 2026. Angka ini masih berada dalam kisaran normal dan menunjukkan bahwa kanal ini tetap relevan dan strategis.

Tahun Kontribusi Bancassurance Catatan
2023 40% – 45% Pertumbuhan stabil
2024 38% – 43% Mulai penyesuaian model
2025 35% – 42% Penurunan 4,2% YoY
2026 38% – 42% (proyeksi) Potensi rebound

Strategi yang Perlu Diperhatikan

Agar bancassurance bisa kembali menjadi pertumbuhan, beberapa hal perlu diperhatikan oleh perusahaan asuransi dan mitra bank.

1. Menyediakan Produk yang Tepat

Produk harus disesuaikan dengan kebutuhan nasabah dan tren pasar. Tidak hanya dari segi harga, tapi juga memberikan manfaat nyata.

2. Terintegrasi Secara Digital

Teknologi harus menjadi bagian tak terpisahkan dari proses distribusi. Mulai dari aplikasi digital hingga klaim online, semuanya perlu dioptimalkan.

3. Risk Management yang Kuat

Pengelolaan risiko yang baik akan mengurangi potensi klaim besar dan meningkatkan profitabilitas jangka panjang.

4. Kemitraan yang Seimbang

Hubungan antara asuransi dan bank harus saling menguntungkan. Ada pembagian peran yang jelas dan komitmen bersama dalam mencapai target bisnis.

Kesimpulan

Penurunan 4,2% pada premi bancassurance di kuartal III 2025 memang terasa, tapi bukan berarti mengkhawatirkan. Ini lebih merupakan bagian dari siklus penyesuaian industri yang sedang bergerak menuju model bisnis yang lebih sehat dan berkelanjutan.

Dengan strategi yang tepat, dukungan teknologi, dan kondisi makro yang mendukung, bancassurance punya potensi besar untuk kembali tumbuh pada tahun-tahun mendatang. Yang penting, semua pihak terus beradaptasi dan berinovasi.

Disclaimer: Data dan proyeksi dalam artikel ini bersifat estimasi berdasarkan informasi hingga kuartal III 2025. Angka dan kondisi bisa berubah seiring perkembangan ekonomi, regulasi, dan dinamika pasar.

Rista Wulandari
Reporter at USAID IUWASH Tangguh

Rista Wulandari adalah Reporter USAID IUWASH Tangguh. Jurnalis senior berpengalaman dengan keahlian di bidang ekonomi, bisnis, industri, dan telekomunikasi.