Valuasi perusahaan asuransi terbesar di China, Ping An Insurance Group, melonjak hampir Rp3.000 triliun berkat pemanfaatan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI). Lonjakan ini menunjukkan betapa besar dampak teknologi terhadap efisiensi operasional dan nilai pasar perusahaan.
Dalam lima tahun terakhir, transformasi digital yang dilakukan Ping An sangat signifikan. Hampir 60% klaim asuransi kini diproses secara otomatis menggunakan AI. Bahkan, sebagian klaim bisa diselesaikan dalam waktu kurang dari satu menit. Ini jauh lebih cepat dibandingkan dengan proses manual yang masih umum lima tahun lalu.
1. Investasi Teknologi Jangka Panjang
Langkah besar ini tidak terjadi begitu saja. Ping An telah menggelontorkan miliaran yuan untuk investasi teknologi selama satu dekade terakhir. Tujuannya jelas: meningkatkan efisiensi, mengurangi biaya, dan mempercepat layanan nasabah.
Investasi ini tidak hanya berdampak pada operasional, tetapi juga pada valuasi perusahaan. Dengan asumsi aset bersih tetap, penggunaan AI berpotensi menambah nilai pasar perusahaan hingga US$174 miliar.
2. Platform AI Terpadu
Pada awal April 2026, Ping An meluncurkan platform AI terpadu yang menghubungkan sekitar 500 layanan di bidang perbankan, asuransi, dan kesehatan. Platform ini dirancang untuk mengoptimalkan proses underwriting dan klaim, sekaligus meningkatkan cross-selling produk.
Platform ini juga dilengkapi dengan agen AI yang bisa memahami konteks percakapan dan menawarkan produk sesuai kebutuhan nasabah secara real-time.
3. Efisiensi Biaya dan Pemangkasan Tenaga Kerja
Salah satu hasil nyata dari penerapan AI adalah penurunan biaya operasional. Rasio biaya asuransi kendaraan turun 1,7 poin persentase dalam sembilan tahun terakhir. Ini berkontribusi langsung terhadap peningkatan laba underwriting sekitar 5 miliar yuan atau setara US$724 juta.
Selain itu, AI juga membantu dalam proses penagihan. Bot AI mampu melakukan panggilan penagihan pinjaman dengan menyesuaikan nada suara berdasarkan respons nasabah. Pada 2025, AI berhasil menangani 70% dari pemulihan kredit senilai 500 miliar yuan di Ping An Bank Co.
Akibat efisiensi ini, jumlah tenaga kerja di Ping An berkurang lebih dari 118.000 orang atau sekitar 30% sejak 2018. Di antaranya, lebih dari separuh tenaga call center telah digantikan oleh chatbot.
4. Peningkatan Pengalaman Nasabah
Dengan lebih dari 30 tahun data suara dan visual, Ping An mampu mempercepat proses klaim secara signifikan. Misalnya, dalam kasus kecelakaan kendaraan, AI langsung merespons, memandu pengambilan foto dan video, serta memberikan izin kepada pengemudi untuk meninggalkan lokasi hanya dalam beberapa langkah.
Analis dari Citic Securities Co. menilai bahwa peningkatan pengalaman nasabah ini bisa mendorong penjualan produk dengan margin lebih tinggi.
5. Tantangan dan Skeptisisme Pasar
Meski begitu, bukan berarti semua pihak optimis. Investor masih menunjukkan skeptisisme terhadap valuasi yang tinggi. Saham Ping An di Hong Kong masih diperdagangkan 38% di bawah level tertingginya. Sepanjang tahun ini, sahamnya juga turun 9,59%, lebih dalam dibandingkan pasar secara keseluruhan.
Manajer portofolio Franklin Templeton, Nicholas Chui, mengatakan bahwa kebanyakan investor belum memasukkan AI sebagai faktor utama dalam valuasi saham Ping An. Mereka lebih cenderung memilih saham teknologi murni.
6. Strategi Ke Depan: Cross-Selling dan Ekspansi Produk
Untuk menjawab keraguan pasar, Ping An berencana meningkatkan penjualan silang melalui platform AI terpadu. Saat ini, rata-rata nasabah ritel memiliki 2,94 kontrak Ping An, naik dari 2,03 pada 2015. Perusahaan menargetkan jumlah ini bisa meningkat menjadi lima hingga tujuh produk per nasabah.
Langkah ini diharapkan bisa meningkatkan pendapatan per nasabah sekaligus memperkuat loyalitas pelanggan.
7. Risiko dan Eksposur Historis
Tantangan lain yang dihadapi Ping An adalah eksposur terhadap sektor properti dan penurunan nilai investasi sebelumnya. Faktor ini turut menahan kenaikan valuasi saham perusahaan.
Namun, dengan strategi AI yang terus dikembangkan, manajemen yakin bisa mengurangi ketergantungan pada sektor-sektor yang sensitif terhadap risiko makroekonomi.
Perbandingan Efisiensi Operasional Sebelum dan Sesudah AI
| Indikator | Sebelum AI (2016) | Setelah AI (2025) |
|---|---|---|
| Waktu rata-rata klaim | 3-5 hari | 51 detik (sebagian besar) |
| Rasio biaya asuransi kendaraan | 10,5% | 8,8% |
| Jumlah tenaga kerja | 390.000 orang | 272.000 orang |
| Penyelesaian klaim manual | 95% | 40% |
| Penggunaan chatbot di call center | 0% | 70% |
Penutup
Transformasi digital yang dilakukan Ping An Insurance Group menunjukkan betapa besar potensi AI dalam industri keuangan. Dari efisiensi biaya hingga peningkatan pengalaman nasabah, dampaknya terasa nyata.
Namun, tantangan dari pasar modal dan eksposur historis masih menjadi catatan penting. Ke depan, keberhasilan strategi AI akan menjadi kunci utama dalam menentukan apakah valuasi perusahaan bisa terus naik.
Disclaimer: Data dan angka dalam artikel ini bersifat estimasi berdasarkan laporan publik dan dapat berubah sewaktu-waktu tergantung kondisi pasar dan kebijakan perusahaan.
Herdi Susianto adalah Reporter USAID IUWASH Tangguh. Jurnalis ekonomi berpengalaman dengan keahlian di bidang bisnis, infrastruktur, dan transportasi.


