Pertumbuhan asuransi properti di Indonesia terus menunjukkan tren positif, terutama di tangan PT Great Eastern General Insurance (GEGI). Sepanjang 2025, perusahaan mencatat lonjakan premi sebesar 30% year-on-year, mencapai total Rp627 miliar. Angka ini menjadikan asuransi properti sebagai kontributor terbesar dalam portofolio bisnis GEGI, dengan porsi mencapai 58% dari total pendapatan premi perusahaan.
Direktur Marketing GEGI, Linggawati Tok, menjelaskan bahwa pertumbuhan ini bukan kejutan mendadak. Kenaikan premi didorong oleh sektor komersial dan industri yang konsisten menunjukkan permintaan tinggi. Bahkan, segmen UMKM juga mulai memberikan kontribusi sekitar 25%, yang menurutnya masih punya ruang besar untuk berkembang.
Strategi GEGI Menjaga Momentum Pertumbuhan
Untuk mempertahankan laju pertumbuhan yang positif, GEGI tidak hanya mengandalkan pencapaian sebelumnya. Perusahaan mengambil langkah strategis untuk memperkuat posisinya di pasar asuransi properti yang semakin kompetitif.
1. Perluas Jaringan Kerja Sama
Salah satu langkah utama yang diambil adalah memperluas jaringan kolaborasi. GEGI menjalin kemitraan dengan berbagai pihak, mulai dari developer properti, property management, hingga institusi keuangan seperti bank dan broker.
2. Tingkatkan Channel Distribusi
Selain itu, perusahaan juga memperkuat channel distribusi. Dengan memanfaatkan agen dan platform digital, GEGI berusaha menjangkau lebih banyak calon nasabah, terutama di segmen UMKM dan komersial.
3. Kembangkan Produk Inovatif
Inovasi produk menjadi pilar penting dalam strategi GEGI. Perusahaan terus mengembangkan solusi asuransi yang relevan dengan kebutuhan pasar saat ini, termasuk perlindungan untuk risiko baru seperti bencana alam dan cuaca ekstrem.
4. Percepat Digitalisasi Proses
Digitalisasi juga menjadi fokus utama. GEGI berkomitmen untuk menyederhanakan proses klaim dan penerbitan polis agar lebih cepat dan efisien. Langkah ini tidak hanya meningkatkan efisiensi internal, tetapi juga pengalaman pelanggan secara keseluruhan.
Tantangan di Balik Kesuksesan
Meski pertumbuhan premi mencatatkan angka menggembirakan, GEGI juga menghadapi sejumlah tantangan. Salah satunya adalah rendahnya literasi asuransi di kalangan masyarakat, terutama pelaku UMKM. Banyak yang masih menganggap asuransi properti sebagai barang mahal atau hanya cocok untuk gedung besar.
Selain itu, regulasi harga premi yang ditetapkan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) membuat persaingan semakin ketat. GEGI pun memilih untuk tidak ikut-ikutan perang harga, melainkan fokus pada kualitas layanan, terutama dalam proses klaim.
Risiko Bencana dan Strategi Mitigasi
Indonesia yang rawan bencana alam juga menjadi tantangan tersendiri. GEGI mencatatkan peningkatan klaim akibat cuaca ekstrem, banjir besar, dan bencana lainnya di wilayah strategis seperti Jabodetabek, Bali, dan Sumatra.
Untuk mengelola risiko ini, perusahaan memperkuat kerja sama dengan reasuransi. Dengan demikian, dampak finansial dari klaim besar bisa ditekan, dan stabilitas operasional tetap terjaga.
| Jenis Bencana | Wilayah Terdampak | Rata-Rata Klaim (Rp) |
|---|---|---|
| Banjir Besar | Jabodetabek | 12 Miliar |
| Cuaca Ekstrem | Bali | 8 Miliar |
| Gempa Bumi | Sumatra | 15 Miliar |
Catatan: Data di atas merupakan estimasi rata-rata klaim selama tahun 2025 dan dapat berubah sewaktu-waktu tergantung kondisi aktual di lapangan.
Proyeksi Pertumbuhan di Tahun 2026
Meski menghadapi berbagai tantangan, GEGI tetap optimistis terhadap prospek pertumbuhan di tahun 2026. Linggawati menyebut bahwa pemulihan ekonomi nasional dan insentif PPN Ditanggung Pemerintah (PPN DTP) hingga akhir 2026 menjadi katalis positif bagi industri properti.
Namun, perusahaan menetapkan target pertumbuhan yang lebih konservatif, yakni sekitar 10%. Hal ini dilakukan mengingat pemulihan ekonomi yang belum sepenuhnya terasa di lapangan.
1. Fokus pada Segmen Personal Lines
Di tahun depan, GEGI juga akan memperluas fokus ke segmen personal lines. Produk seperti personal accident, asuransi perjalanan, dan produk afinitas lainnya diproyeksikan memiliki potensi besar.
2. Tingkatkan Edukasi Asuransi
Untuk mengatasi rendahnya literasi, GEGI akan meningkatkan edukasi asuransi, terutama di kalangan pelaku usaha kecil dan menengah. Tujuannya agar lebih banyak masyarakat memahami manfaat dan pentingnya perlindungan asuransi.
3. Optimalkan Teknologi
Digitalisasi akan terus digalakkan. Dari proses klaim hingga penerbitan polis, semuanya akan dioptimalkan agar lebih cepat, transparan, dan ramah pengguna.
Potensi Pasar yang Masih Terbuka Lebar
Meskipun asuransi properti sudah menunjukkan pertumbuhan yang solid, potensi pasar di Indonesia masih sangat besar. Terutama di segmen UMKM dan personal lines, di mana penetrasi asuransi masih rendah. GEGI melihat ini sebagai peluang emas untuk terus berkembang dan memperluas jangkauan.
Dengan strategi yang tepat dan komitmen pada inovasi serta layanan berkualitas, GEGI punya peluang besar untuk terus menjadi pemain utama di industri asuransi properti Tanah Air.
Disclaimer: Data dan angka dalam artikel ini bersifat estimasi berdasarkan informasi yang tersedia hingga Februari 2026. Perubahan kondisi pasar, regulasi, dan faktor eksternal lainnya dapat memengaruhi hasil aktual.
Retno Ramadhanti adalah Reporter USAID IUWASH Tangguh. Jurnalis berpengalaman dengan keahlian di bidang ekonomi, bisnis, ritel, dan inklusi keuangan.








