PT Great Eastern Life Indonesia mencatatkan pencapaian menarik di awal tahun 2026. Perusahaan mencatat pendapatan premi bruto sebesar Rp377,45 miliar pada Januari 2026, naik signifikan 67,6% secara year-on-year (YoY). Angka ini menunjukkan momentum positif yang dirasakan perusahaan meski industri asuransi jiwa secara keseluruhan masih menghadapi tantangan tertentu.
Marketing Director Great Eastern Life Indonesia, Roy Hendrata, menjelaskan bahwa pertumbuhan ini didukung oleh kinerja baik dari produk tradisional dwi guna. Produk ini tetap diminati karena menawarkan dua manfaat sekaligus: perlindungan dan kepastian finansial. Hal ini memberikan rasa aman bagi nasabah dalam merencanakan masa depan mereka.
Produk dengan manfaat jelas dan terukur seperti ini menjadi pilihan utama di tengah dinamika pasar yang tidak menentu. Nasabah cenderung lebih hati-hati dalam pengambilan keputusan keuangan, terutama yang berkaitan dengan jangka panjang.
Strategi Distribusi Great Eastern Life Indonesia
Untuk menjaga pertumbuhan premi di tahun 2026, Great Eastern Life Indonesia mengandalkan tiga pilar distribusi utama. Ketiganya dirancang untuk menjangkau berbagai segmen nasabah, baik dari kalangan nasabah bank maupun yang berada di luar ekosistem perbankan.
1. Memperkuat Bancassurance
Pilar pertama adalah bancassurance. Perusahaan terus mengoptimalkan kolaborasi dengan mitra bank, terutama OCBC sebagai mitra utama. Melalui kerja sama ini, Great Eastern bisa menjangkau basis nasabah yang lebih luas dan memberikan solusi perlindungan yang sesuai kebutuhan.
2. Mengembangkan Asuransi Kumpulan
Pilar kedua adalah asuransi kumpulan atau group insurance. Produk ini dikembangkan secara sehat dan berkelanjutan melalui strategi penetapan harga yang tepat, optimalisasi portofolio, serta penguatan kerja sama dengan mitra bisnis.
3. Mengoptimalkan Kanal Alternatif
Pilar ketiga adalah kanal alternatif yang berfokus pada segmen non-bank. Pendekatan yang digunakan bersifat konsultatif dan didukung oleh kapabilitas digital serta data analytics. Ini memungkinkan perusahaan untuk menawarkan produk yang relevan dengan kebutuhan target market.
Ketiga pilar tersebut didukung oleh berbagai inisiatif internal seperti penguatan program, people, product, dan process. Ini menjadi fondasi penting dalam menjalankan operasional bisnis secara efektif dan efisien.
Kinerja Klaim dan Makroekonomi
Selain pencapaian premi, Great Eastern juga mencatat total klaim yang dibayarkan sebesar Rp136,66 miliar pada Januari 2026. Angka ini naik 31,5% YoY, menunjukkan bahwa semakin banyak nasabah yang mengajukan klaim dan mendapatkan manfaat dari produk asuransi yang mereka beli.
Namun, di sisi lain, industri asuransi jiwa secara keseluruhan mencatat kontraksi premi sebesar 6,15% YoY. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat total premi asuransi jiwa pada Januari 2026 sebesar Rp17,97 triliun.
Meski begitu, Roy Hendrata menyatakan bahwa kontraksi ini bisa dikategorikan dangkal atau shallow contraction. Hal ini tidak terlepas dari penurunan daya beli masyarakat serta volatilitas pasar keuangan yang memengaruhi keputusan perencanaan keuangan jangka panjang.
Namun, di tengah situasi tersebut, kesadaran masyarakat terhadap pentingnya perlindungan finansial justru semakin meningkat. Ini menjadi salah satu alasan mengapa Great Eastern tetap bisa mencatat pertumbuhan yang positif.
Perbandingan Kinerja Premi dan Klaim Januari 2026
Berikut adalah rincian kinerja Great Eastern Life Indonesia pada Januari 2026 dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya:
| Kategori | Januari 2026 | Januari 2025 | Pertumbuhan YoY |
|---|---|---|---|
| Premi Bruto | Rp377,45 miliar | Rp225,21 miliar | +67,6% |
| Total Klaim Dibayar | Rp136,66 miliar | Rp103,93 miliar | +31,5% |
Disclaimer: Data di atas bersifat sementara dan dapat berubah seiring dengan laporan resmi dari perusahaan dan regulator terkait.
Tantangan dan Peluang di Tahun 2026
Meski industri asuransi jiwa mengalami kontraksi, Great Eastern Life Indonesia justru mampu memanfaatkan situasi ini sebagai peluang untuk memperkuat posisinya. Fokus pada produk berkualitas dan distribusi yang tepat sasaran menjadi kunci keberhasilan perusahaan.
Daya beli masyarakat yang menurun memang menjadi tantangan besar. Namun, dengan pendekatan yang lebih personal dan solusi yang disesuaikan dengan kondisi ekonomi nasabah, perusahaan tetap bisa menarik minat pasar.
Selain itu, pemanfaatan teknologi dan data analytics memungkinkan Great Eastern untuk lebih memahami perilaku konsumen. Ini membantu dalam pengembangan produk yang lebih relevan dan pengalaman nasabah yang lebih baik.
Penutup
Pencapaian premi bruto sebesar Rp377,45 miliar dan pertumbuhan 67,6% pada Januari 2026 menunjukkan bahwa Great Eastern Life Indonesia berada di jalur yang tepat. Dengan strategi distribusi yang seimbang dan produk yang sesuai kebutuhan nasabah, perusahaan terus memperkuat eksistensinya di tengah dinamika industri yang kompleks.
Meski industri menghadapi tantangan makroekonomi, Great Eastern tetap mampu menjaga momentum positif. Ini membuktikan bahwa pendekatan yang tepat dan komitmen terhadap kualitas layanan bisa menjadi pembeda di tengah persaingan yang ketat.
Herdi Susianto adalah Reporter USAID IUWASH Tangguh. Jurnalis ekonomi berpengalaman dengan keahlian di bidang bisnis, infrastruktur, dan transportasi.









