Transaksi digital lewat QRIS terus menunjukkan tren positif menjelang momen Lebaran. LinkAja sebagai salah satu platform dompet digital besar di Indonesia mencatat peningkatan signifikan, terutama saat Ramadan dan jelang Idul Fitri. Angka ini mencerminkan kebiasaan baru masyarakat yang semakin nyaman menggunakan metode pembayaran nirsentuh.
Peningkatan ini tidak datang tiba-tiba. Seiring dengan adopsi teknologi yang kian masif dan kesadaran masyarakat akan efisiensi waktu, QRIS jadi andalan banyak orang saat belanja atau membayar kebutuhan sehari-hari. Apalagi di masa-masa seperti Ramadan dan Lebaran, permintaan atas layanan digital otomatis naik seiring lonjakan aktivitas ekonomi.
Dinamika Transaksi QRIS Menjelang Lebaran
1. Pertumbuhan Bulanan Capai 6%
Data internal LinkAja menunjukkan bahwa transaksi QRIS naik sekitar 6% secara bulanan menjelang Lebaran. Lonjakan ini terjadi karena masyarakat mulai mempersiapkan kebutuhan hari raya, termasuk zakat, belanja pokok, hingga hadiah.
2. Volume Transaksi Tahunan Naik 20%
Secara year-on-year (YoY), volume transaksi QRIS melonjak hingga 20%. Ini menunjukkan bahwa penggunaan QRIS bukan hanya fenomena sesaat, tapi sudah menjadi bagian dari pola transaksi jangka panjang.
3. Pengguna Baru Meningkat 40%
Selain volume transaksi, jumlah pengguna aktif QRIS juga naik 40% sepanjang 2025. Lonjakan ini didorong oleh edukasi finansial dan percepatan transformasi digital di kalangan pelaku usaha kecil dan menengah.
Faktor Pendukung Peningkatan QRIS
1. Mobilitas Masyarakat Tinggi
Menjelang Lebaran, mobilitas warga meningkat drastis. Hal ini membuat pembayaran instan via QRIS sangat praktis digunakan di berbagai tempat, mulai dari pasar tradisional hingga pusat perbelanjaan modern.
2. Preferensi Pembayaran Digital
Generasi milenial dan Gen Z lebih memilih pembayaran digital ketimbang tunai. QRIS jadi solusi yang pas karena prosesnya cepat, aman, dan minim risiko kehilangan uang fisik.
3. Dukungan Merchant dan UMKM
Semakin banyak merchant lokal, terutama UMKM, yang menerima QRIS. Ini memperluas cakupan penggunaan dan memberikan kemudahan bagi konsumen untuk bertransaksi di mana saja.
Strategi LinkAja Mendukung QRIS
1. Memperkuat Infrastruktur Teknologi
LinkAja terus mengembangkan sistem backend agar bisa menangani lonjakan transaksi saat puncak musim belanja. Stabilitas sistem ini penting agar tidak ada kendala saat pengguna melakukan pembayaran.
2. Edukasi Pengguna dan Mitra Dagang
Melalui berbagai program pelatihan dan sosialisasi, LinkAja membantu UMKM memahami manfaat QRIS. Tujuannya agar lebih banyak pelaku usaha yang bisa ikut serta dalam ekosistem digital.
3. Program Spesial Ramadan dan Lebaran
LinkAja menghadirkan program “Buka Berkah Ramadan” yang bekerja sama dengan berbagai lembaga zakat seperti BAZNAS dan Dompet Dhuafa. Program ini tidak hanya meningkatkan transaksi, tapi juga mendorong partisipasi masyarakat dalam kegiatan sosial.
Perbandingan Pertumbuhan QRIS LinkAja (2024 vs 2025)
| Parameter | 2024 | 2025 | Pertumbuhan (%) |
|---|---|---|---|
| Volume Transaksi | 1.2 Triliun | 1.44 Triliun | +20% |
| Jumlah Pengguna | 8 Juta | 11.2 Juta | +40% |
Catatan: Data bersifat estimasi berdasarkan informasi internal LinkAja.
Target LinkAja di Tahun Ini
1. Pertumbuhan Berkelanjutan
Meski momentum Lebaran menjadi pendorong kuat, LinkAja tetap menargetkan pertumbuhan stabil sepanjang tahun. Fokusnya bukan hanya pada lonjakan sesaat, tapi pada penggunaan rutin oleh masyarakat.
2. Ekspansi ke Layanan Esensial
Platform ini terus memperluas jaringan ke berbagai sektor penting seperti transportasi umum, pengisian BBM, telekomunikasi, dan layanan publik lainnya. Semakin banyak titik transaksi, semakin besar potensi adopsi QRIS.
3. Sinergi dengan Lembaga Keuangan Syariah
Melalui LinkAja Syariah, platform ini menawarkan alternatif pembayaran yang sesuai dengan prinsip Islam. Ini menjadi daya tarik tersendiri di tengah masyarakat yang mengedepankan nilai-nilai keagamaan, terutama saat Ramadan.
Potensi QRIS di Masa Depan
QRIS punya potensi besar untuk terus berkembang, terutama seiring dengan dorongan pemerintah dalam percepatan transformasi digital nasional. Dengan infrastruktur yang semakin matang dan regulasi yang mendukung, QRIS bisa menjadi tulang punggung ekosistem pembayaran digital di Indonesia.
Namun, tantangan tetap ada. Kesadaran masyarakat di daerah pelosok masih rendah, dan infrastruktur internet belum merata. Untuk itu, kolaborasi antara pemerintah, fintech, dan pelaku industri keuangan sangat penting agar manfaat QRIS bisa dirasakan secara luas.
Disclaimer
Data yang disajikan bersumber dari informasi internal LinkAja dan dapat berubah sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya. Angka pertumbuhan bersifat estimasi dan belum mencakup seluruh transaksi nasional. Informasi ini dimaksudkan untuk tujuan edukasi dan referensi umum saja.
Retno Ramadhanti adalah Reporter USAID IUWASH Tangguh. Jurnalis berpengalaman dengan keahlian di bidang ekonomi, bisnis, ritel, dan inklusi keuangan.













