Perbankan

BBCA Jelaskan Rencana Bagi Hasil Dividen Interim Hingga Tiga Kali dalam Setahun Ini

Danang Ismail
×

BBCA Jelaskan Rencana Bagi Hasil Dividen Interim Hingga Tiga Kali dalam Setahun Ini

Sebarkan artikel ini
BBCA Jelaskan Rencana Bagi Hasil Dividen Interim Hingga Tiga Kali dalam Setahun Ini

PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA) memperkenalkan langkah yang cukup menarik perhatian kalangan investor. Rencana pembagian dividen interim hingga tiga kali dalam setahun, khususnya pada 2026, menjadi salah satu terobosan yang diungkap langsung oleh Presiden Direktur BCA, Hendra Lembong. Langkah ini tidak hanya bertujuan untuk memberikan arus kas yang lebih stabil kepada pemegang saham, tapi juga sebagai bentuk apresiasi terhadap loyalitas investor, terutama ritel.

Pilihan untuk membagikan dividen interim secara berkala setiap kuartal menunjukkan komitmen BCA dalam menjaga keseimbangan antara pertumbuhan bisnis dan pengembalian kepada pemegang saham. Hendra menyampaikan bahwa kebijakan ini merupakan inovasi baru yang dirancang dengan mempertimbangkan kondisi secara menyeluruh.

Rencana Dividen Interim BCA dan Dampaknya

Pembagian dividen interim secara kuartalan ini memang belum pernah dilakukan BCA sebelumnya. Dalam rencana terbaru, dividen akan dibagikan tiga kali dalam setahun, memberikan penghasilan rutin bagi investor. Hal ini sangat menguntungkan investor ritel yang kerap mencari pendapatan pasif dari saham.

Menurut Hendra, pembagian dividen secara berkala ini diharapkan mampu meningkatkan daya tarik saham BBCA di pasar modal. Investor tidak hanya melihat potensi pertumbuhan harga saham, tapi juga kepastian pendapatan dari dividen yang diterima.

1. Persetujuan Dewan Komisaris dan Rencana Pembagian Dividen

Rencana ini telah mendapat lampu hijau dari . Hal ini menunjukkan bahwa langkah pembagian dividen interim tiga kali dalam setahun telah melalui evaluasi mendalam terhadap kondisi keuangan dan likuiditas perusahaan.

2. Penggunaan Laba Bersih 2025 untuk Dividen Tunai

Dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang diselenggarakan di Menara BCA Grand Indonesia, Jakarta, pemegang saham menyetujui penggunaan bersih tahun buku 2025 sebesar Rp57,5 triliun. Salah satu bagiannya adalah pembagian dividen tunai sebesar Rp336 per saham.

3. Dividen Final Naik dengan Dividend Payout Ratio 72%

Selain dividen interim, BCA juga mencatatkan peningkatan nilai dividen final. Untuk tahun buku 2025, total dividen final mencapai Rp41,3 triliun dengan dividend payout ratio (DPR) sebesar 72%. Angka ini lebih tinggi dibandingkan DPR tahun sebelumnya yang berada di kisaran 67,4%.

Kinerja BCA Sepanjang 2025

Tak hanya soal dividen, kinerja BCA sepanjang 2025 juga menunjukkan pertumbuhan yang solid. naik 4,9% menjadi Rp57,5 triliun. Pertumbuhan ini didukung oleh berbagai faktor, termasuk penyaluran kredit yang terus meningkat dan biaya operasional.

1. Pertumbuhan Kredit yang Stabil

BCA mencatat pertumbuhan kredit secara konsolidasi sebesar 7,7% year on year (YoY) menjadi Rp993 triliun per Desember 2025. Rata-rata pertumbuhan kredit sepanjang tahun mencapai 10,8%, dengan penyaluran yang tersebar ke berbagai sektor ekonomi.

2. Kredit Usaha Jadi Kontributor Utama

Kredit usaha menjadi pendorong utama pertumbuhan kredit BCA, tumbuh 9,9% YoY dan mencapai Rp756,5 triliun pada akhir 2025. Ini menunjukkan bahwa BCA tetap fokus mendukung sektor UMKM dan korporasi kecil menengah.

3. Pembiayaan Konsumer Naik Signifikan

Di sisi konsumer, BCA mencatat outstanding sebesar Rp224,1 triliun. Kredit pemilikan rumah (KPR) mencapai Rp142,3 triliun, sedangkan kredit kendaraan bermotor (KKB) mencatat Rp56,6 triliun. Pinjaman konsumer lainnya, terutama dari kartu kredit, tumbuh 9,8% YoY menjadi Rp25,2 triliun.

4. Dukungan Program Perumahan Nasional

Sejak Oktober 2025, BCA mulai mendukung penyaluran KPR melalui Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) bagi sektor swasta. Langkah ini sejalan dengan program pemerintah untuk percepatan pembangunan perumahan.

5. Kualitas Kredit Terjaga

Rasio loan at risk (LAR) BCA membaik dari 5,3% menjadi 4,8%. Rasio non-performing loan (NPL) tetap stabil di level 1,7%. Ini menunjukkan bahwa portofolio kredit BCA tetap sehat dan terjaga kualitasnya.

Fokus pada Pembiayaan Berkelanjutan

BCA juga menunjukkan komitmen terhadap keberlanjutan dengan pertumbuhan kredit hijau yang mencapai 11,7% YoY. Pada akhir 2025, total kredit berkelanjutan mencapai Rp255 triliun atau sekitar 25,8% dari total portofolio pembiayaan.

1. Energi Baru Terbarukan Naik Dua Kali Lipat

Kredit untuk energi baru terbarukan melonjak hingga dua kali lipat menjadi Rp6,2 triliun. Ini menunjukkan bahwa BCA mulai memainkan peran penting dalam mendukung transisi energi nasional.

2. Kredit Kendaraan Listrik Naik 53% YoY

Kredit untuk kendaraan juga mengalami pertumbuhan signifikan, naik 53% YoY menjadi Rp3,6 triliun. Ini sejalan dengan tren adopsi kendaraan listrik yang semakin meningkat di Tanah Air.

Pertumbuhan Pendapatan dan Efisiensi Operasional

Pendapatan bunga bersih BCA tumbuh 4,1% YoY, sedangkan pendapatan non-bunga melonjak 16% YoY. Total pendapatan operasional naik 5,4% YoY. Sementara itu, rasio cost to income (CIR) membaik, menunjukkan efisiensi biaya yang baik.

1. Total DPK Naik 10,2% YoY

Total dana pihak ketiga (DPK) BCA tumbuh 10,2% YoY menjadi Rp1.249 triliun. Ini menunjukkan bahwa daya tarik BCA sebagai bank pilihan masyarakat tetap tinggi.

2. Frekuensi Transaksi Digital Naik 17% YoY

Frekuensi transaksi digital BCA naik 17% YoY, mencapai 42 miliar transaksi. Pada puncaknya, BCA mencatat hampir 300 juta transaksi dalam sehari. Mobile banking dan internet banking menjadi pendorong utama pertumbuhan ini.

Kesimpulan

Langkah BCA dalam membagikan dividen interim hingga tiga kali dalam setahun merupakan sinyal positif bagi investor. Tidak hanya soal pengembalian dana, langkah ini juga menunjukkan bahwa BCA terus berinovasi dalam menjaga keseimbangan antara pertumbuhan bisnis dan kepuasan pemegang saham.

Dengan yang solid dan komitmen terhadap keberlanjutan, BCA terus memperkuat posisinya sebagai salah satu bank terbaik di Indonesia. Investor pun bisa melihat BBCA sebagai pilihan investasi jangka panjang yang menjanjikan.

Disclaimer: Data dan angka dalam artikel ini bersifat estimasi berdasarkan informasi resmi hingga Maret 2026. Nilai dividen, laba, dan pertumbuhan kredit dapat berubah seiring dinamika ekonomi dan kebijakan korporasi.

Danang Ismail
Reporter at USAID IUWASH Tangguh

Danang Ismail adalah Reporter USAID IUWASH Tangguh. Jurnalis berpengalaman sejak 2013 dengan keahlian di bidang ekonomi, moneter, perbankan, bansos, dan UMKM.