Empat kapal milik PT Pertamina International Shipping (PIS) sempat berada di kawasan Timur Tengah yang tengah dilanda ketegangan. Dua di antaranya sudah berhasil keluar dari zona rawan, sementara dua lainnya masih berada di wilayah yang sama. Meskipun begitu, semua kapal dan krunya dalam kondisi aman.
Langkah antisipatif diambil PIS untuk memastikan keselamatan kru dan kargo. Rute pelayaran pun disesuaikan agar menghindari jalur yang berpotensi membahayakan.
Situasi Terkini Armada PIS di Kawasan Timur Tengah
Kondisi keamanan di kawasan Teluk Persia dan sekitarnya memang kerap berubah cepat. Ketegangan geopolitik membuat jalur pelayaran strategis seperti Selat Hormuz menjadi sangat rawan. PIS sebagai operator kapal energi harus ekstra hati-hati dalam mengatur rute armadanya.
1. Status Dua Kapal yang Telah Keluar dari Wilayah Rawan
Dua kapal PIS, yaitu PIS Paragon dan PIS Rinjani, telah resmi keluar dari kawasan Timur Tengah per tanggal 10 Maret 2026. Kedua kapal ini tidak melewati Selat Hormuz dan kini berada di jalur yang lebih aman.
-
Nama Kapal: PIS Paragon
-
Status: Keluar dari Teluk Oman
-
Tanggal Keluar: 10 Maret 2026
-
Rute: Menghindari Selat Hormuz
-
Nama Kapal: PIS Rinjani
-
Status: Keluar dari Teluk Oman
-
Tanggal Keluar: 10 Maret 2026
-
Rute: Menghindari Selat Hormuz
Kedua kapal ini sedang menjalankan tugas distribusi energi untuk mitra pihak ketiga, bukan untuk kebutuhan internal Pertamina. Namun, keselamatan tetap menjadi prioritas utama.
2. Dua Kapal Masih Berada di Teluk Arab
Sementara itu, dua kapal lainnya masih berada di Teluk Arab. Yakni VLCC Pertamina Pride dan Gamsunoro. Keduanya belum dapat melintasi Selat Hormuz karena situasi keamanan yang belum sepenuhnya stabil.
-
Nama Kapal: VLCC Pertamina Pride
-
Lokasi: Teluk Arab
-
Fungsi: Distribusi energi untuk kebutuhan nasional
-
Nama Kapal: Gamsunoro
-
Lokasi: Teluk Arab
-
Fungsi: Distribusi energi untuk pihak ketiga
Meski belum bisa bergerak, kondisi kapal dan kru dilaporkan aman. Pemantauan terus dilakukan oleh tim operasional PIS untuk memastikan momen yang tepat agar bisa melanjutkan pelayaran.
Strategi Keselamatan dan Manajemen Risiko PIS
Menghadapi situasi ketidakpastian di kawasan Timur Tengah, PIS menerapkan sejumlah langkah antisipasi. Tujuannya jelas: menjaga keselamatan kru dan memastikan kargo sampai ke tujuan dengan aman.
3. Evaluasi Rutin terhadap Jalur Pelayaran
Setiap rute yang akan dilalui kapal PIS dievaluasi secara berkala. Hal ini mencakup analisis risiko terkait ancaman keamanan, cuaca ekstrem, hingga potensi gangguan geopolitik.
4. Koordinasi dengan Mitra dan Otoritas Maritim Internasional
PIS menjalin komunikasi erat dengan berbagai pihak, termasuk mitra bisnis, otoritas pelabuhan, dan lembaga maritim internasional. Informasi terkini sangat penting untuk pengambilan keputusan cepat.
5. Penggunaan Teknologi Pelacakan Real-Time
Seluruh kapal PIS dilengkapi dengan sistem pelacakan canggih. Data lokasi, kondisi cuaca, dan aktivitas di sekitar kapal dapat dimonitor secara real-time. Ini membantu tim darurat untuk merespons jika terjadi situasi tak terduga.
Dampak terhadap Pasokan Energi Domestik
Berdasarkan informasi resmi dari PIS, kondisi ini tidak berpengaruh signifikan terhadap pasokan energi dalam negeri. Pertamina Group memiliki armada besar yang tersebar di berbagai rute.
| Nama Armada | Jumlah | Fungsi |
|---|---|---|
| Kapal Tanker | 345 unit | Mendukung distribusi energi nasional |
Dengan jumlah armada yang besar, bahkan jika beberapa kapal tertahan di satu kawasan, distribusi energi tetap bisa berjalan lancar. PIS juga memiliki cadangan kapal siap tempur yang bisa digunakan sewaktu-waktu.
Kesimpulan
Keberadaan empat kapal PIS di kawasan Timur Tengah sempat menimbulkan kekhawatiran. Namun, dengan respons cepat dan manajemen risiko yang matang, dua kapal sudah berhasil keluar dari zona rawan. Dua lainnya tetap dalam pemantauan ketat, namun kondisi kru dan kargo aman.
Operasional kapal energi memang rentan terhadap gangguan eksternal, terutama di kawasan konflik. Namun, PIS terbukti mampu menjaga stabilitas operasional tanpa mengganggu kebutuhan energi nasional.
Disclaimer: Informasi dalam artikel ini bersifat dinamis dan dapat berubah sewaktu-waktu tergantung pada perkembangan situasi di lapangan. Data terkait lokasi kapal dan kondisi operasional bersifat valid per tanggal 12 Maret 2026.
Rista Wulandari adalah Reporter USAID IUWASH Tangguh. Jurnalis senior berpengalaman dengan keahlian di bidang ekonomi, bisnis, industri, dan telekomunikasi.













