PT Bank Amar Indonesia Tbk (Amar Bank) menegaskan komitmennya untuk menjaga rasio kredit bermasalah atau non performing loan (NPL) tetap rendah di kisaran 1% sepanjang tahun 2026. Langkah ini diambil sebagai bagian dari strategi pengelolaan risiko yang ketat, sekaligus menunjukkan konsistensi kinerja bank digital ini dalam menjaga kualitas portofolio kreditnya.
Sebagai bank yang berfokus pada layanan digital, Amar Bank terus berinovasi dalam menghadirkan solusi perbankan yang efisien dan responsif terhadap kebutuhan nasabah, khususnya pelaku usaha kecil dan menengah (UMKM). Dengan pendekatan teknologi yang lebih modern, Amar Bank mampu memitigasi risiko kredit sejak tahap awal penyaluran.
Strategi Amar Bank Menjaga NPL Tetap Rendah
Menjaga NPL tetap di level rendah bukan hal yang mudah, terutama di tengah dinamika ekonomi yang terus berubah. Namun, Amar Bank memiliki sejumlah strategi yang terbukti efektif dalam menjaga kualitas kredit tetap sehat.
1. Pencadangan Kredit Bermasalah yang Cukup
Salah satu kunci utama dalam menjaga NPL tetap rendah adalah memastikan pencadangan dilakukan secara memadai. Head of Finance Amar Bank, Yosua Sullivan, menjelaskan bahwa bank selalu memperhitungkan cadangan risiko secara akurat agar dapat menampung potensi kerugian dari kredit bermasalah.
2. Evaluasi Karakter Nasabah Secara Ketat
Sebelum menyalurkan kredit, Amar Bank melakukan verifikasi menyeluruh terhadap karakter dan kapabilitas nasabah. Ini termasuk menilai histori transaksi digital, perilaku pembayaran, serta potensi usaha calon debitur. Langkah ini membantu mengurangi risiko kredit macet sejak awal.
3. Hubungan Baik dengan Nasabah
Amar Bank juga menjaga komunikasi yang baik dengan nasabah penerima kredit. Dengan pendekatan personal dan digital, bank ini bisa lebih cepat merespons jika ada indikasi kendala pembayaran dari nasabah.
Fokus Amar Bank pada Sektor UMKM
Amar Bank saat ini lebih memfokuskan penyaluran kreditnya pada sektor UMKM. Fokus ini tidak hanya sejalan dengan visi bank sebagai pendorong inklusi keuangan, tetapi juga menjadi salah satu faktor yang membantu menjaga kualitas kredit.
1. Proses Pengajuan yang Lebih Ringkas
Salah satu keunggulan Amar Bank dibandingkan bank konvensional adalah proses pengajuan kredit yang lebih cepat dan tidak ribet. Para pelaku UMKM tidak perlu repot dengan dokumen administrasi yang rumit.
2. Bunga Kredit yang Kompetitif
Amar Bank juga menawarkan suku bunga kredit yang relatif lebih rendah dibandingkan dengan rata-rata bank lain. Ini menjadi daya tarik tersendiri bagi pelaku usaha kecil yang sensitif terhadap biaya pinjaman.
3. Teknologi Skoring Kredit yang Akurat
Melalui sistem skoring kredit berbasis teknologi, Amar Bank mampu menilai risiko secara lebih tepat dan cepat. Ini memungkinkan bank untuk menjangkau lebih banyak nasabah UMKM dengan risiko terukur.
Keunggulan Amar Bank sebagai Bank Digital
Sebagai bank digital, Amar Bank memiliki fleksibilitas dan kecepatan dalam menghadirkan layanan keuangan. Dibandingkan bank konvensional, Amar Bank lebih adaptif terhadap perubahan dan kebutuhan pasar.
Senior Vice President Amar Bank, Josua Sloane, menyatakan bahwa perkembangan teknologi dan pertumbuhan transaksi digital memberi peluang besar bagi bank digital untuk terus berkembang. Ia yakin bahwa dengan terus berinovasi, Amar Bank bisa menjadi pilihan utama masyarakat Indonesia, khususnya pelaku UMKM.
Perbandingan Layanan Kredit Amar Bank dengan Bank Konvensional
| Aspek | Amar Bank | Bank Konvensional |
|---|---|---|
| Proses Pengajuan | Cepat dan digital | Cenderung lebih lama |
| Bunga Kredit | Relatif lebih rendah | Bervariasi, biasanya lebih tinggi |
| Fokus Nasabah | UMKM dan pelaku digital | Segmen korporasi dan ritel |
| Sistem Skoring | Berbasis AI dan big data | Manual dan dokumen fisik |
| Waktu Pencairan | 1-3 hari kerja | 3-7 hari kerja |
Tantangan yang Masih Dihadapi
Meski memiliki sejumlah keunggulan, Amar Bank tetap menghadapi tantangan di tengah persaingan yang ketat dan ketidakpastian ekonomi global. Salah satunya adalah menjaga kualitas portofolio kredit tetap sehat di tengah potensi perlambatan ekonomi.
Namun, dengan komitmen kuat dan strategi yang terukur, Amar Bank optimistis bisa terus menjaga NPL tetap di kisaran 1% sepanjang tahun 2026. Ini menunjukkan bahwa bank ini tidak hanya fokus pada pertumbuhan, tetapi juga pada keberlanjutan dan stabilitas jangka panjang.
Penutup
Amar Bank terus membuktikan bahwa bank digital bukan hanya soal teknologi, tapi juga soal pengelolaan risiko yang matang. Dengan menjaga NPL tetap rendah dan fokus pada UMKM, bank ini menjadi salah satu pilihan yang menarik bagi pelaku usaha kecil yang ingin mendapatkan akses keuangan yang lebih mudah dan terjangkau.
Disclaimer: Data dan informasi dalam artikel ini bersifat terkini per Maret 2026 dan dapat berubah sewaktu-waktu sesuai dengan kondisi pasar dan kebijakan internal bank.
Herdi Susianto adalah Reporter USAID IUWASH Tangguh. Jurnalis ekonomi berpengalaman dengan keahlian di bidang bisnis, infrastruktur, dan transportasi.













