Finansial

Bank Digital Resmi Hadirkan Fitur Tarik Tunai di Mesin ATM Bank Tradisional

Danang Ismail
×

Bank Digital Resmi Hadirkan Fitur Tarik Tunai di Mesin ATM Bank Tradisional

Sebarkan artikel ini
Bank Digital Resmi Hadirkan Fitur Tarik Tunai di Mesin ATM Bank Tradisional

Bank digital kini mulai memperluas layanan mereka dengan menyediakan fitur tarik tunai di mesin milik bank konvensional. Salah satu pionir langkah ini adalah Syariah, yang -baru ini mengumumkan kerja sama dengan . Dengan ini, nasabah Bank Aladin kini bisa menarik uang tunai tanpa kartu di BCA yang tersebar di seluruh Indonesia.

Langkah ini menjadi salah satu upaya bank digital untuk menjangkau lebih banyak pengguna, terutama yang masih terbiasa menggunakan ATM sebagai alat transaksi. Meski tren digitalisasi terus naik, keberadaan mesin ATM masih menjadi pilihan utama bagi sebagian masyarakat, terutama di daerah dengan akses internet terbatas.

Bank Digital dan ATM: Kolaborasi yang Menguntungkan Dua Pihak

Kerja sama antara bank digital dan bank konvensional ini bukan sekadar inisiatif teknologi, tapi juga strategi bisnis yang saling menguntungkan. Bank digital mendapat akses ke jaringan ATM yang sudah luas, sementara bank konvensional bisa mengurangi biaya operasional mesin mereka.

Myrdal Gunarto, ekonom Maybank Indonesia, menyebut bahwa kolaborasi ini bisa menjadi tren baru di industri perbankan. Dengan semakin banyaknya bank digital yang mengadopsi layanan tarik tunai di ATM konvensional, bank besar seperti BCA dan Mandiri pun bisa memperluas jaringan mesin mereka tanpa perlu investasi besar.

1. Bank Aladin dan BCA: Awal dari Ekspansi Layanan

Bank Aladin Syariah menjadi salah satu bank digital pertama yang menghadirkan layanan tarik tunai tanpa kartu melalui ATM BCA. Fitur ini memungkinkan nasabah menarik uang langsung dari rekening mereka tanpa perlu membawa kartu debit fisik.

Transaksi ini dikenai biaya administrasi sebesar Rp 5.000 per tarik tunai. Meski terdengar sederhana, layanan ini memberikan fleksibilitas tinggi bagi nasabah yang ingin mengakses uang tunai di lokasi yang tidak memiliki cabang Bank Aladin.

2. Proyeksi Pertumbuhan Transaksi Bank Aladin

Bank Aladin mencatat lonjakan transaksi sepanjang 2025, dari juta transaksi per bulan naik menjadi 14 juta. Dengan hadirnya layanan tarik tunai di ATM BCA, bank ini memperkirakan pertumbuhan transaksi akan semakin tinggi di tahun 2026.

3. Bank Konvensional dan Peran ATM di Era Digital

Meski tren transaksi digital terus meningkat, ATM masih menjadi alat yang dibutuhkan, terutama oleh nasabah dengan mobilitas tinggi. BCA, misalnya, memiliki lebih dari 20.000 mesin ATM per Desember 2025. Angka ini naik dari 19.453 mesin pada tahun sebelumnya.

Hera F. Heryn, EVP Corporate Communication & Social Responsibility BCA, menyebut bahwa bank ini akan terus menambah jumlah mesin ATM, terutama jenis CRM (Cash Recycling Module) yang lebih efisien.

Perbedaan Pendekatan: BCA vs CIMB Niaga

BCA memilih untuk terus mengembangkan jaringan ATM-nya, sementara CIMB Niaga justru mengurangi jumlah mesin. Per Desember 2025, CIMB Niaga hanya memiliki 2.786 mesin, turun dari .265 mesin pada tahun sebelumnya.

Lani Darmawan, Presiden Direktur CIMB Niaga, menyatakan bahwa banknya lebih fokus pada layanan digital. Menurutnya, transaksi melalui aplikasi lebih cepat, mudah, dan efisien dibandingkan penggunaan ATM.

Perbandingan Layanan Tarik Tunai Bank Digital dan Konvensional

Bank Jumlah ATM Layanan Tarik Tunai Tanpa Kartu Biaya per Transaksi
Bank Aladin Syariah BCA Rp 5.000
BCA 20.163 Ya (nasabah BCA) Rp 6.500 (rata-rata)
CIMB Niaga 2.786 Tidak tersedia

Dampak bagi Pengguna: Siapa yang Diuntungkan?

1. Kemudahan Akses bagi Nasabah Bank Digital

Nasabah bank digital kini bisa menarik uang tunai di ATM bank besar tanpa perlu membuka rekening di bank tersebut. Ini sangat membantu, terutama di daerah dengan minim akses cabang bank digital.

2. Biaya yang Harus Dipertimbangkan

Meskipun layanan ini praktis, pengguna perlu mempertimbangkan biaya transaksi. Rp 5.000 per tarik tunai bisa terasa ringan, tapi jika dilakukan rutin, akan menjadi pengeluaran tambahan.

3. Keamanan dan Kenyamanan

Tarik tunai tanpa kartu umumnya menggunakan kode atau aplikasi mobile sebagai pengganti kartu fisik. Ini bisa lebih aman karena tidak ada risiko kartu hilang atau dicuri, selama pengguna menjaga keamanan akun digital mereka.

Tantangan dan Prospek ke Depan

1. Regulasi dan Keamanan Data

Kerja sama antara bank digital dan konvensional memerlukan regulasi yang jelas untuk melindungi . Otoritas Jasa Keuangan (OJK) perlu memastikan bahwa sistem ini tidak membuka celah keamanan.

2. Potensi Ekspansi ke Bank Lain

Bank Aladin baru menjalin kerja sama dengan BCA. Namun, ke depannya, bank digital lain seperti Jago, Neo Commerce, dan SeaBank bisa mengikuti langkah serupa dengan menjalin kerja sama dengan bank konvensional lainnya.

3. Peningkatan Efisiensi Operasional

Bagi bank konvensional, kolaborasi ini bisa menjadi cara untuk mengurangi biaya operasional ATM. Dengan lebih banyak pengguna, mesin ATM bisa lebih produktif dan menguntungkan.

Penutup

Kehadiran layanan tarik tunai tanpa kartu dari bank digital di ATM konvensional menunjukkan bahwa perbankan di Indonesia semakin adaptif terhadap perubahan teknologi dan kebutuhan pengguna. Meski demikian, pengguna tetap perlu memperhatikan biaya dan keamanan dalam menggunakan layanan ini.

Disclaimer: Informasi dalam ini bersifat umum dan dapat berubah sewaktu-waktu tergantung kebijakan masing-masing bank. Data jumlah ATM dan biaya transaksi bersifat akurat per Desember 2025 dan dapat berbeda pada periode berikutnya.

Danang Ismail
Reporter at USAID IUWASH Tangguh

Danang Ismail adalah Reporter USAID IUWASH Tangguh. Jurnalis berpengalaman sejak 2013 dengan keahlian di bidang ekonomi, moneter, perbankan, bansos, dan UMKM.