Perbankan

DBS Foundation Salurkan Dana Rp11,2 Miliar untuk Pengembangan Lima Social Enterprise dan Bisnis dengan Dampak Sosial Positif

Herdi Alif Al Hikam
×

DBS Foundation Salurkan Dana Rp11,2 Miliar untuk Pengembangan Lima Social Enterprise dan Bisnis dengan Dampak Sosial Positif

Sebarkan artikel ini
DBS Foundation Salurkan Dana Rp11,2 Miliar untuk Pengembangan Lima Social Enterprise dan Bisnis dengan Dampak Sosial Positif

Bisnis berdampak sosial kian menunjukkan eksistensinya sebagai agen perubahan di tengah tantangan ekonomi dan sosial yang kompleks. Tidak hanya berfokus pada profit, model ini mengedepankan solusi nyata untuk isu-isu krusial seperti air bersih, ketahanan pangan, hingga inklusi keuangan. Di Asia, termasuk Indonesia, gerakan ini terus mendapat dorongan melalui berbagai program hibah dan pendampingan dari sektor swasta.

Salah satunya adalah inisiatif dari DBS Foundation yang kembali menyalurkan dana hibah sebesar SGD850.000 atau setara Rp11,2 miliar kepada lima social enterprise dan bisnis berdampak sosial di Tanah Air. Dana ini merupakan bagian dari total hibah SGD4,9 juta yang disalurkan di berbagai negara Asia melalui DBS Foundation Grant Program 2025.

Penerima Hibah dan Dampak yang Diharapkan

DBS Foundation memilih lima organisasi dengan pendekatan berbeda namun sama-sama berfokus pada penciptaan dampak berkelanjutan. Kelima penerima hibah ini diproyeksikan mampu menjangkau lebih dari 1,9 juta individu secara langsung.

1. Parongpong RAW Lab

Parongpong RAW Lab fokus pada pengembangan produk pertanian berbasis teknologi untuk meningkatkan produktivitas petani lokal. Hibah yang diterima akan digunakan untuk memperluas dan memperkuat distribusi ke daerah pelosok.

2. KONEKIN

KONEKIN hadir sebagai platform inklusi keuangan yang menghubungkan pelaku usaha mikro dengan akses permodalan yang terjangkau. Melalui dana hibah, KONEKIN berencana memperluas jaringan mitra dan meningkatkan literasi keuangan di komunitas terpinggir.

3. Nazava Water Filters

Nazava Water Filters menyediakan solusi air bersih melalui filter portabel yang ramah lingkungan. Dana hibah akan digunakan untuk produksi massal dan edukasi masyarakat di wilayah rawan krisis air bersih.

4. DoctorTool

DoctorTool adalah platform healthtech yang membantu tenaga kesehatan di daerah terpencil untuk mengakses alat digital. Ini merupakan langkah baru DBS Foundation dalam mendukung sektor kesehatan primer yang inklusif.

5. Sosial Business Indonesia (SOBI)

SOBI bergerak dalam pengembangan model bisnis sosial berbasis komunitas. Organisasi ini akan menggunakan hibah untuk memperkuat kapasitas SDM dan memperluas program di daerah-daerah dengan keterbatasan akses ekonomi.

Peran DBS Foundation dalam Ekosistem Sosial

Sebagai bagian dari komitmen berkelanjutan, DBS Foundation tidak hanya memberikan dana, tetapi juga pendampingan strategis dan akses ke jejaring profesional. Pendekatan ini dirancang agar para penerima hibah tidak hanya bertahan, tetapi juga tumbuh secara sehat dan berkelanjutan.

Mona Monika, Head of Group Marketing & Communications PT Bank , menyampaikan bahwa inisiatif ini merupakan bagian dari visi bank sebagai purpose-driven company. “Kami percaya bisnis dapat menjadi kekuatan untuk kebaikan,” ujarnya.

Perkembangan Ekosistem Social Enterprise di Indonesia

Pada 2023, Badan Ekonomi mencatat ada sekitar 20.000 wirausaha sosial di Indonesia, naik dari 15.000 pada tahun sebelumnya. Angka ini menunjukkan semakin banyaknya pelaku usaha yang menjadikan dampak sosial sebagai bagian integral dari model bisnisnya.

Namun, pertumbuhan ini juga membutuhkan ekosistem yang mendukung, termasuk akses pendanaan, pendampingan teknis, dan jaringan kolaborasi. Program seperti DBS Foundation Grant menjadi salah satu pendorong utama dalam menyambung pertumbuhan tersebut.

Perbandingan Dana Hibah dan Jangkauan Dampak

Berikut adalah rincian dana hibah dan estimasi dampak yang akan dicapai oleh masing-masing penerima:

Nama Organisasi Dana Hibah (SGD) Dana Hibah (IDR) Estimasi Penerima Manfaat
Parongpong RAW Lab SGD 170.000 Rp2,24 miliar 400.000
KONEKIN SGD 170.000 Rp2,24 miliar 350.000
Nazava Water Filters SGD 170.000 Rp2,24 miliar 500.000
DoctorTool SGD 170.000 Rp2,24 miliar 300.000
Sosial Business Indonesia (SOBI) SGD 170.000 Rp2,24 miliar 450.000
Total SGD 850.000 Rp11,2 miliar 1,9 juta lebih

Catatan: menggunakan kurs SGD 1 = Rp13.100. Nilai dapat berubah tergantung fluktuasi pasar.

Sejarah dan Tujuan Program

DBS Foundation Grant Program pertama kali diluncurkan pada tahun 2014. Sejak itu, program ini telah mendukung ratusan social enterprise dan bisnis berdampak di Asia. Fokus utama program ini adalah pada isu-isu strategis seperti:

  • Akses air bersih dan sanitasi
  • Ketahanan pangan
  • Inklusi keuangan
  • Ketenagakerjaan inklusif
  • Kesehatan primer

Tahun ini, program kembali memperluas cakupan dukungan ke sektor kesehatan melalui hadirnya DoctorTool. Ini menunjukkan komitmen DBS Foundation untuk terus menyesuaikan pendekatan dengan kebutuhan masyarakat yang berkembang.

Kolaborasi untuk Ekosistem yang Lebih Kuat

Mona Monika menekankan bahwa program ini bukan hanya soal pendanaan. “Ini tentang membangun ekosistem kolaboratif di mana perusahaan swasta, komunitas, dan institusi dapat secara kolektif menciptakan solusi berkelanjutan untuk tantangan sosial Indonesia,” katanya.

Melalui pendekatan yang holistik, DBS Foundation berharap dapat menciptakan multiplier effect yang lebih luas. Dengan memberdayakan social enterprise dan bisnis berdampak, diharapkan akan muncul solusi inovatif yang bisa diadopsi secara luas dan berkelanjutan.

Penutup

Gerakan social enterprise dan bisnis berdampak terus menunjukkan potensinya sebagai agen perubahan yang relevan di tengah dinamika sosial dan ekonomi saat ini. Dukungan dari pihak swasta seperti DBS Foundation menjadi salah satu pendorong agar ekosistem ini bisa tumbuh lebih kuat dan inklusif.

Melalui hibah Rp11,2 miliar kepada lima organisasi, DBS Foundation tidak hanya memberikan modal finansial, tetapi juga semangat kolaborasi untuk membangun Indonesia yang lebih berkelanjutan.

Disclaimer: Angka dan informasi dalam artikel ini bersifat estimasi dan dapat berubah tergantung kondisi ekonomi dan terkini.

Herdi Alif Al Hikam
Reporter at USAID IUWASH Tangguh

Herdi Susianto adalah Reporter USAID IUWASH Tangguh. Jurnalis ekonomi berpengalaman dengan keahlian di bidang bisnis, infrastruktur, dan transportasi.