Calon Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Hasan Fawzi, mengungkapkan visi ambisius untuk masa depan pasar modal Indonesia. Salah satu target utamanya adalah mendorong kapitalisasi pasar modal mencapai Rp 25.000 triliun dalam lima tahun ke depan.
Target ini disampaikan Hasan saat menghadiri sidang di Komisi XI DPR RI. Angka tersebut setara dengan sekitar 80% dari Produk Domestik Bruto (PDB) nasional. Sebuah loncatan signifikan dari posisi saat ini yang masih jauh di bawah angka itu.
Visi Besar untuk Sektor Pasar Modal
Pasar modal yang kuat bukan hanya soal angka. Hasan menekankan bahwa pertumbuhan harus seimbang antara kuantitas dan kualitas. Reformasi besar akan dilakukan untuk memastikan pasar lebih transparan, adil, dan menarik bagi investor lokal maupun asing.
Delapan rencana aksi telah dirancang untuk mendukung transformasi ini. Setiap langkah direncanakan secara terukur dengan target waktu yang jelas. Tujuannya agar perubahan tidak hanya terjadi di atas kertas, tapi juga dirasakan oleh pelaku pasar secara nyata.
1. Tingkatkan Kapitalisasi Pasar Modal hingga Rp 25.000 Triliun
Salah satu poin penting dari strategi Hasan adalah memperbesar kapitalisasi pasar modal. Target ini dirancang agar pasar modal bisa menjadi tulang punggung pembiayaan pembangunan nasional. Dengan kapitalisasi yang besar, pasar modal bisa menampung lebih banyak dana dan mendukung pertumbuhan ekonomi secara berkelanjutan.
2. Dorong Jumlah Investor Hingga 30 Juta Orang
Untuk mencapai kapitalisasi yang tinggi, dibutuhkan basis investor yang luas. Hasan menargetkan jumlah investor pasar modal bisa mencapai 30 juta dalam lima tahun ke depan. Ini berarti lebih banyak masyarakat yang terlibat secara langsung dalam investasi di bursa.
3. Tingkatkan Rata-Rata Nilai Transaksi Harian Jadi Rp 35 Triliun
Selain jumlah investor, Hasan juga ingin meningkatkan aktivitas perdagangan. Target rata-rata nilai transaksi harian (RNTH) mencapai Rp 35 triliun per hari. Angka ini menunjukkan bahwa pasar modal tidak hanya besar dalam nilai kapitalisasi, tapi juga aktif secara transaksional.
4. Perluas Jumlah Emiten dan Dana Kelolaan
Pasar modal yang sehat membutuhkan lebih banyak emiten berkualitas. Hasan juga menargetkan peningkatan jumlah emiten serta dana kelolaan dari berbagai produk investasi. Ini akan memberi lebih banyak pilihan bagi investor dan memperkuat struktur pasar secara keseluruhan.
Reformasi Integritas Pasar Modal
Hasan tidak hanya fokus pada target kuantitatif. Ia juga menekankan pentingnya reformasi integritas sebagai fondasi pasar modal yang kuat. Langkah-langkahnya dirancang untuk membangun kepercayaan publik dan memastikan pasar berjalan dengan prinsip-prinsip yang sehat.
5. Tingkatkan Transparansi dan Tata Kelola
Transparansi menjadi kunci utama dalam membangun kepercayaan investor. Hasan berencana memperkuat aturan pelaporan dan tata kelola perusahaan. Ini akan membuat informasi lebih mudah diakses dan dipahami oleh semua pihak.
6. Perkuat Penegakan Hukum
Penegakan hukum yang konsisten adalah syarat mutlak untuk menjaga keadilan pasar. Hasan ingin memastikan bahwa setiap pelanggaran ditindak tegas. Dengan begitu, investor kecil maupun besar bisa merasa aman berinvestasi.
7. Bangun Infrastruktur Pasar yang Modern
Infrastruktur pasar modal yang modern dan andal sangat dibutuhkan untuk mendukung pertumbuhan. Hasan menekankan pentingnya investasi teknologi dan sistem perdagangan yang efisien. Ini akan meminimalkan risiko gangguan dan meningkatkan kecepatan transaksi.
8. Kembangkan Bursa Karbon dan Keuangan Derivatif
Sebagai kepala eksekutif pengawas sektor keuangan digital dan aset kripto, Hasan juga melihat potensi besar di bursa karbon dan keuangan derivatif. Kedua sektor ini diproyeksikan menjadi bagian penting dari ekosistem keuangan masa depan.
Tantangan dan Peluang di Depan
Mewujudkan target besar ini tidak akan mudah. Banyak tantangan yang harus dihadapi, mulai dari regulasi hingga kondisi pasar global yang dinamis. Namun Hasan optimistis bahwa dengan pendekatan yang tepat, pasar modal Indonesia bisa bersaing di kancah regional bahkan global.
Penguatan sektor ini juga sejalan dengan upaya pemerintah untuk mengurangi ketergantungan pada pembiayaan perbankan. Dengan pasar modal yang kuat, perusahaan bisa lebih mudah mengakses dana dari publik.
Data Target Kinerja Pasar Modal 2031
Berikut adalah ringkasan target kinerja pasar modal lima tahun ke depan berdasarkan paparan Hasan Fawzi:
| Indikator | Target 2031 | Kondisi Saat Ini (Estimasi) |
|---|---|---|
| Kapitalisasi Pasar Modal | Rp 25.000 triliun | ± Rp 10.000 triliun |
| Jumlah Investor | 30 juta orang | ± 5 juta orang |
| Rata-Rata Nilai Transaksi Harian | Rp 35 triliun/hari | ± Rp 10 triliun/hari |
| Fokus Reformasi | Integritas, transparansi, tata kelola | Pengembangan regulasi awal |
Disclaimer: Data dan target di atas merupakan estimasi berdasarkan paparan resmi dan dapat berubah tergantung pada perkembangan regulasi, kondisi ekonomi, dan faktor eksternal lainnya.
Momentum Menuju Pasar Modal yang Lebih Kuat
Langkah-langkah yang diusung Hasan Fawzi menunjukkan bahwa OJK serius dalam membangun ekosistem pasar modal yang lebih baik. Dengan fokus pada integritas dan inklusi, sektor ini punya potensi besar untuk menjadi salah satu pendorong utama ekonomi nasional.
Yang jelas, lima tahun ke depan akan menjadi periode penting dalam sejarah pasar modal Indonesia. Apakah target-target ambisius ini bisa tercapai? Semua tergantung pada konsistensi eksekusi dan dukungan dari seluruh pemangku kepentingan.
Rista Wulandari adalah Reporter USAID IUWASH Tangguh. Jurnalis senior berpengalaman dengan keahlian di bidang ekonomi, bisnis, industri, dan telekomunikasi.













