Investasi unitlink berbasis saham sempat tertekan di awal tahun 2026, terutama pasca-efek pembekuan MSCI. Namun, seiring membaiknya sentimen pasar dan rebound Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG), kinerja unitlink saham mulai menunjukkan performa yang menjanjikan. Bahkan, sejumlah produk berhasil mencatatkan return yang jauh melampaui IHSG sepanjang Februari 2026.
Data dari Infovesta menunjukkan bahwa rata-rata return unitlink saham secara year to date (YTD) mencapai 3,06%. Angka ini jauh lebih tinggi dibandingkan kategori unitlink lainnya, seperti campuran (0,48%) dan pendapatan tetap (0,11%). Artinya, investor yang menaruh dana di produk unitlink saham berpotensi mendapatkan hasil investasi yang lebih menarik, meski tetap harus siap dengan volatilitas pasar.
10 Unitlink Saham dengan Return Tertinggi per Februari 2026
Dari puluhan produk unitlink saham yang tersedia di pasar, hanya sepuluh yang berhasil mencatatkan return tertinggi sepanjang Februari 2026. Mayoritas dari daftar ini dikuasai oleh produk dari Manulife, dengan beberapa nama besar lainnya seperti Starlife, FWD, AXA Mandiri, dan Prudential.
Sebelum masuk ke daftar lengkapnya, penting untuk mengingat bahwa return investasi unitlink bisa berubah sewaktu-waktu tergantung kondisi pasar. Oleh karena itu, data berikut hanya mencerminkan kondisi hingga akhir Februari 2026.
1. Manulife Dana Ekuitas Asia Pasifik – IDR
Produk ini menjadi yang terbaik dengan return mencapai 28,31%. Dikelola oleh PT Asuransi Jiwa Manulife Indonesia, produk ini menawarkan eksposur ke pasar ekuitas Asia Pasifik dalam mata uang rupiah.
2. Manulife Dana Ekuitas Asia Pasifik – USD
Berada di posisi kedua adalah versi USD dari produk yang sama. Return yang dicatat sebesar 27,96% menunjukkan bahwa investasi dalam mata uang asing tetap memberikan hasil yang kompetitif.
3. Manulife Dana Ekuitas Asia Pasifik Syariah – IDR
Produk syariah dari Manulife ini juga tidak kalah menarik, dengan return sebesar 19,89%. Cocok bagi investor yang mengutamakan prinsip syariah dalam investasi.
4. Manulife Dana Ekuitas Asia Pasifik Syariah – USD
Versi USD-nya juga masuk ke daftar, dengan return 19,57%. Ini menunjukkan bahwa produk syariah Manulife tetap konsisten memberikan hasil baik, baik dalam rupiah maupun dolar.
5. Q-Investa Equity Fund (Starlife)
Produk dari PT Asuransi Jiwa Starinvestama ini menempati posisi kelima dengan return 17,09%. Q-Investa menjadi salah satu unitlink saham yang patut diperhitungkan di pasar.
6. FWD USD Equity Plus Fund
FWD Insurance Indonesia hadir di posisi keenam dengan produk FWD USD Equity Plus Fund. Return sebesar 16,14% menunjukkan bahwa produk ini juga menjadi pilihan menarik bagi investor.
7. Mandiri Golden Offshore USD (AXA Mandiri)
Produk unitlink dari AXA Mandiri ini mencatatkan return 15,90%. Dengan eksposur ke pasar offshore, produk ini menawarkan diversifikasi yang lebih luas.
8. PRUlink Rupiah Global Emerging Markets Equity Fund
Prudential Indonesia menempatkan produk ini di posisi kedelapan dengan return 15,53%. Fokusnya pada pasar emerging markets menjadikannya relevan di tengah pemulihan ekonomi global.
9. USD Prime Emerging Market Equity Fund (AIA Financial)
Produk dari AIA Financial ini berhasil mencatatkan return 15,52%, hampir menyamai produk Prudential di atas. Ini menunjukkan bahwa pasar emerging tetap menarik di mata investor.
10. PRUlink US Dollar Global Emerging Markets Equity Fund
Menutup daftar adalah produk USD dari Prudential, dengan return 14,33%. Meski berada di posisi kesepuluh, angka ini tetap lebih tinggi dari rata-rata produk unitlink lainnya.
Faktor yang Mendorong Kinerja Unitlink Saham
Tak bisa dipungkiri, kinerja unitlink saham yang membaik di Februari 2026 sangat dipengaruhi oleh pemulihan IHSG. Namun, bukan hanya itu saja. Ada beberapa faktor lain yang turut mendukung performa positif produk-produk ini.
1. Rebound Pasar Saham Domestik
Setelah sempat terpuruk di awal tahun karena efek pembekuan MSCI, IHSG mulai menunjukkan tanda-tanda pemulihan. Saham-saham dengan fundamental kuat kembali diminati, dan ini berdampak langsung pada nilai unitlink saham.
2. Portofolio yang Lebih Transparan
Banyak perusahaan asuransi kini lebih transparan dalam mengelola portofolio unitlink. Investor bisa melihat komposisi investasi dan strategi manajemen risiko yang digunakan, sehingga meningkatkan kepercayaan terhadap produk tersebut.
3. Kebijakan Moneter yang Stabil
Bank Indonesia yang menjaga stabilitas suku bunga dan inflasi turut mendukung iklim investasi yang kondusif. Ini membuka peluang bagi investor untuk kembali memasukkan dana ke pasar modal.
Perbandingan Kategori Unitlink per Februari 2026
| Kategori Unitlink | Rata-rata Return YTD |
|---|---|
| Saham | 3,06% |
| Campuran | 0,48% |
| Pendapatan Tetap | 0,11% |
Dari tabel di atas terlihat jelas bahwa unitlink saham unggul jauh dibandingkan kategori lainnya. Meski begitu, investor tetap perlu mempertimbangkan risiko yang melekat, terutama volatilitas pasar saham.
Tips Memilih Unitlink Saham yang Tepat
Memilih unitlink saham bukan hanya soal melihat return tertinggi. Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan agar investasi lebih aman dan sesuai tujuan.
1. Pahami Tujuan Investasi
Apakah tujuan investasi jangka pendek atau panjang? Jika jangka panjang, unitlink saham bisa menjadi pilihan karena potensi return yang lebih tinggi.
2. Cek Riwayat Kinerja
Jangan hanya melihat return bulan ini. Cek juga kinerja historis produk selama 1 hingga 3 tahun terakhir untuk melihat konsistensinya.
3. Ketahui Biaya yang Dikenakan
Setiap unitlink memiliki struktur biaya yang berbeda. Ada biaya administrasi, biaya pengelolaan, dan biaya switching. Pastikan semua biaya ini tidak terlalu memberatkan hasil investasi.
4. Perhatikan Kebijakan Asuransi
Unitlink adalah produk gabungan antara asuransi dan investasi. Pastikan manfaat asuransi yang diberikan sesuai dengan kebutuhan, seperti perlindungan jiwa atau kesehatan.
Disclaimer
Data yang disajikan dalam artikel ini bersumber dari Infovesta dan berlaku hingga akhir Februari 2026. Return investasi unitlink dapat berubah sewaktu-waktu tergantung kondisi pasar. Sebelum memutuskan investasi, disarankan untuk berkonsultasi dengan konsultan keuangan terpercaya dan membaca brosur produk secara menyeluruh.
Investasi unitlink saham memang menjanjikan, tapi bukan berarti tanpa risiko. Pasar modal bisa naik dan turun dalam waktu singkat, dan ini akan langsung berdampak pada nilai investasi. Namun, dengan strategi yang tepat dan pemahaman yang baik, unitlink saham bisa menjadi salah satu instrumen investasi yang memberikan hasil optimal di tahun 2026 dan seterusnya.
Danang Ismail adalah Reporter USAID IUWASH Tangguh. Jurnalis berpengalaman sejak 2013 dengan keahlian di bidang ekonomi, moneter, perbankan, bansos, dan UMKM.













