Tren kendaraan listrik di Indonesia sedang naik daun. Pertumbuhan penjualan mobil listrik mencatatkan angka yang cukup mengejutkan, terutama dalam beberapa tahun terakhir. Angka penjualan mobil listrik berbasis baterai (BEV) melonjak hingga 141% secara year-on-year di tahun 2025, menurut data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (GAIKINDO). Lonjakan ini mencerminkan semakin tingginya minat masyarakat terhadap kendaraan yang lebih ramah lingkungan dan efisien energi.
Melihat peluang besar di balik tren ini, PT Zurich Asuransi Indonesia (ZAI) mulai merancang strategi khusus untuk memenuhi kebutuhan asuransi kendaraan listrik. Presiden Direktur ZAI, Edhi Tjahja Negara, mengungkapkan bahwa perusahaan telah menyesuaikan produk dan layanan agar selaras dengan pertumbuhan sektor EV. Zurich tidak hanya ingin mengikuti tren, tapi juga menjadi salah satu pemain utama dalam menyediakan perlindungan terbaik untuk pemilik kendaraan listrik.
Zurich dan Strategi Asuransi Kendaraan Listrik
Perubahan tren konsumen menuju kendaraan listrik membuka peluang baru di berbagai sektor, termasuk asuransi. Zurich melihat bahwa semakin banyaknya EV di jalanan berarti semakin besar pula risiko yang perlu dilindungi. Mulai dari kerusakan baterai hingga risiko kebakaran, semua membutuhkan perlindungan khusus yang tidak bisa diatasi dengan produk asuransi kendaraan konvensional.
1. Pengembangan Produk Asuransi Khusus EV
Zurich mulai mengembangkan produk asuransi yang dirancang khusus untuk EV. Produk ini tidak hanya melindungi kendaraan dari risiko kecelakaan atau pencurian, tapi juga mencakup komponen unik seperti baterai lithium dan sistem pengisian daya. Perlindungan ini penting karena biaya penggantian baterai EV bisa sangat mahal, bahkan mencapai puluhan juta rupiah.
2. Peningkatan Kapabilitas Layanan
Selain produk, Zurich juga memperkuat kemampuan layanan purna jual. Ini mencakup pelatihan teknisi untuk menangani kendaraan listrik, serta kerja sama dengan bengkel resmi yang memiliki keahlian dalam perbaikan EV. Dengan begitu, nasabah bisa mendapatkan layanan yang cepat dan tepat saat mengalami klaim.
3. Edukasi dan Literasi Asuransi EV
Zurich juga aktif melakukan edukasi kepada masyarakat tentang pentingnya asuransi untuk kendaraan listrik. Banyak pemilik EV yang belum menyadari bahwa perlindungan standar tidak cukup untuk melindungi komponen khusus EV. Melalui kampanye digital dan kolaborasi dengan komunitas EV, Zurich berupaya meningkatkan kesadaran akan pentingnya proteksi yang tepat.
Data Pertumbuhan EV dan Dampaknya bagi Asuransi
Pertumbuhan EV di Indonesia tidak bisa diabaikan. Dari 103.931 unit mobil listrik yang terjual di tahun 2025, kontribusinya sudah mencapai lebih dari 12% dari total pasar mobil nasional. Angka ini menunjukkan bahwa EV bukan lagi tren sesaat, tapi pergerakan pasar yang perlu diperhitungkan dengan serius.
| Tahun | Penjualan EV (Unit) | Pertumbuhan YoY |
|---|---|---|
| 2023 | 15.000 | – |
| 2024 | 43.000 | 187% |
| 2025 | 103.931 | 141% |
Peningkatan penjualan EV ini berdampak langsung pada permintaan asuransi kendaraan listrik. Zurich mencatat pertumbuhan premi kendaraan listrik yang sejalan dengan tren pasar. Di tahun 2025, Zurich mencatat pendapatan premi bruto sebesar Rp 3,03 triliun, naik 16,99% dibanding tahun sebelumnya.
Perlindungan Apa Saja yang Ditawarkan Zurich untuk EV?
Asuransi kendaraan listrik tidak sekadar versi modifikasi dari asuransi mobil konvensional. Ada beberapa elemen unik yang harus dilindungi karena risikonya berbeda. Zurich menawarkan beberapa jenis perlindungan yang dirancang khusus untuk EV.
1. Perlindungan Baterai
Salah satu komponen paling mahal di EV adalah baterai lithium. Zurich menyediakan perlindungan terhadap kerusakan atau kegagalan baterai yang tidak disebabkan oleh kecelakaan. Ini mencakup biaya penggantian atau perbaikan baterai jika terjadi kerusakan akibat korsleting atau overheat.
2. Perlindungan Terhadap Kerusakan Sistem Elektronik
EV memiliki sistem elektronik yang kompleks. Jika terjadi kerusakan pada sistem kontrol atau komponen elektronik lainnya, biaya perbaikannya bisa sangat tinggi. Zurich menawarkan perlindungan untuk kerusakan yang tidak disebabkan oleh tabrakan.
3. Perlindungan Pengisian Daya dan Stasiun Pengisian
Risiko kebakaran atau kerusakan akibat pengisian daya juga menjadi perhatian serius. Zurich menyediakan perlindungan terhadap risiko yang muncul saat kendaraan sedang diisi daya, termasuk kerusakan pada stasiun pengisian yang digunakan.
Tantangan dan Peluang ke Depan
Meski peluangnya besar, Zurich juga menghadapi beberapa tantangan dalam mengembangkan asuransi EV. Salah satunya adalah minimnya data historis klaim untuk EV di Indonesia. Karena EV baru mulai populer, Zurich harus membuat model risiko berdasarkan data dari negara lain atau simulasi teknis.
Namun, dengan pertumbuhan EV yang konsisten dan kebijakan pemerintah yang mendukung, Zurich optimis bisa terus mengembangkan produk yang relevan. Target perusahaan bukan hanya mengejar pertumbuhan EV nasional, tapi juga menjadi yang terdepan dalam memberikan perlindungan terbaik untuk kendaraan listrik.
Disclaimer
Data dan angka yang disajikan dalam artikel ini bersifat estimasi berdasarkan informasi yang tersedia hingga Maret 2026. Angka penjualan EV dan pertumbuhan premi bisa berubah seiring perkembangan pasar dan kebijakan yang baru. Informasi ini dimaksudkan untuk memberikan gambaran umum dan bukan sebagai saran investasi atau keputusan bisnis.
Herdi Susianto adalah Reporter USAID IUWASH Tangguh. Jurnalis ekonomi berpengalaman dengan keahlian di bidang bisnis, infrastruktur, dan transportasi.













