Finansial

BRI Finance Proyeksikan Pembiayaan Mobil Bekas Bakal Meningkat Seiring Minimnya Minat Konsumen pada Kendaraan Baru

Fadhly Ramadan
×

BRI Finance Proyeksikan Pembiayaan Mobil Bekas Bakal Meningkat Seiring Minimnya Minat Konsumen pada Kendaraan Baru

Sebarkan artikel ini
BRI Finance Proyeksikan Pembiayaan Mobil Bekas Bakal Meningkat Seiring Minimnya Minat Konsumen pada Kendaraan Baru

Permintaan masyarakat terhadap kendaraan bermotor baru memang sedang lesu. Namun, di situasi itu, justru melihat peluang di segmen kendaraan bekas. Tren ini bukan sekadar alternatif, tapi bisa menjadi pendorong pertumbuhan bisnis pembiayaan kendaraan secara keseluruhan.

Kendaraan bekas menawarkan harga yang lebih terjangkau. Di tengah ketidakpastian ekonomi dan daya beli yang tertekan, banyak orang beralih ke opsi ini. Bukan karena terpaksa, tapi karena lebih realistis dengan kondisi saat ini.

Prospek Pembiayaan Kendaraan Bekas Masih Menjanjikan

Permintaan kendaraan bekas terus meningkat. BRI Finance mencatat pertumbuhan penyaluran pembiayaan mobil bekas sebesar 169,34% secara tahunan hingga Februari 2026. Kontribusinya terhadap total mencapai 9,79%. Angka ini menunjukkan bahwa tidak hanya bergantung pada mobil baru.

Permintaan yang stabil dan harga yang lebih ramah kantong membuat kendaraan bekas menjadi pilihan logis. Apalagi, kebutuhan mobilitas masyarakat tetap tinggi. Kendaraan bekas jadi solusi praktis yang tidak bisa diabaikan.

1. Permintaan Masyarakat yang Tetap Tinggi

Kebutuhan akan kendaraan pribadi tidak pernah benar-benar hilang. Bahkan saat ekonomi sedang melambat, masyarakat tetap mencari cara untuk memiliki kendaraan. Kendaraan bekas menjadi solusi karena harganya lebih terjangkau dan pembiayaannya lebih fleksibel.

2. Harga yang Lebih Terkendali

Harga mobil bekas cenderung lebih stabil dibanding mobil baru yang sering terkena imbas kenaikan biaya produksi atau keterbatasan pasokan. Ini membuat konsumen merasa lebih aman secara saat memilih mobil bekas.

3. Portofolio Pembiayaan yang Diversifikasi

BRI Finance tidak hanya fokus pada mobil baru. Dengan mengembangkan segmen kendaraan bekas, perusahaan bisa memperluas portofolio dan mengurangi risiko ketergantungan pada satu segmen saja.

Strategi BRI Finance dalam Mengembangkan Pembiayaan Kendaraan Bekas

Menghadapi peluang ini, BRI Finance tidak tinggal diam. Ada beberapa langkah strategis yang diambil untuk memperkuat posisi di pasar pembiayaan kendaraan bekas.

1. Memperluas Jaringan Kerja Sama

Perusahaan terus mengoptimalkan kolaborasi dengan dealer dan mitra penjual kendaraan bekas. Tujuannya agar lebih banyak konsumen yang bisa dijangkau dan dilayani dengan cepat.

2. Meningkatkan Efisiensi Proses Pembiayaan

BRI Finance juga fokus pada efisiensi proses pengajuan dan pencairan dana. Dengan sistem yang lebih cepat dan mudah, calon konsumen tidak perlu menunggu lama untuk mendapatkan kendaraan impian mereka.

3. Pemasaran yang Lebih Agresif

Melalui berbagai kanal distribusi, BRI Finance meningkatkan aktivitas pemasaran. Terutama menjelang momen penting seperti Lebaran, saat permintaan kendaraan biasanya meningkat.

Faktor yang Mempengaruhi Permintaan Kendaraan Bekas

Permintaan kendaraan bekas tidak muncul begitu saja. Ada beberapa faktor yang membuat segmen ini tetap menarik di tengah lesunya pasar mobil baru.

Daya Beli Masyarakat

Saat penghasilan masyarakat tertekan, pilihan untuk membeli mobil baru dengan harga tinggi menjadi terbatas. Mobil bekas menawarkan solusi yang lebih realistis.

Kebutuhan Mobilitas

Kebutuhan untuk bergerak tidak pernah berkurang. Apalagi di kota-kota besar, transportasi umum belum sepenuhnya memadai. Mobil pribadi, bahkan bekas, tetap menjadi kebutuhan.

Preferensi Konsumen yang Berubah

Banyak konsumen kini lebih cerdas dalam memilih kendaraan. Mereka tidak hanya melihat status, tapi juga nilai ekonomis. Mobil bekas yang masih dalam kondisi baik menjadi pilihan yang masuk akal.

Tantangan dalam Pembiayaan Kendaraan Bekas

Meski prospeknya menjanjikan, tidak berarti bisnis ini tanpa risiko. Ada beberapa tantangan yang harus diwaspadai agar portofolio tetap sehat.

1. Risiko Kualitas Kendaraan

Mobil bekas memiliki riwayat penggunaan yang berbeda-beda. Perusahaan harus selektif dalam menilai kondisi kendaraan agar tidak terkena risiko gagal bayar atau klaim tinggi.

2. Harga yang Fluktuatif

Harga mobil bekas bisa berubah-ubah tergantung kondisi pasar. Ini menuntut tim penilaian untuk selalu update dan akurat dalam memberikan penawaran.

3. Selektivitas dalam Pembiayaan

BRI Finance tetap menjaga prinsip kehati-hatian. Tidak semua pengajuan disetujui. Evaluasi terhadap calon konsumen dilakukan secara ketat untuk menjaga kualitas portofolio.

Perbandingan Portofolio Pembiayaan BRI Finance (Februari 2026)

Segmen Pertumbuhan YoY Kontribusi terhadap Portofolio
Mobil Baru 12% 78%
Mobil Bekas 169,34% 9,79%
Multiguna 8% 12,21%

Catatan: Data bersifat estimasi dan dapat berubah sewaktu- tergantung kondisi pasar.

Kesimpulan

Permintaan mobil baru memang sedang melambat. Namun, bukan berarti pasar otomotif secara keseluruhan ikut lesu. BRI Finance membuktikan bahwa segmen kendaraan bekas bisa menjadi penyelamat dan bahkan pendorong pertumbuhan.

Dengan yang tepat, kerja sama yang luas, dan proses yang efisien, pembiayaan kendaraan bekas bisa menjadi ladang bisnis yang sangat prospektif. Terlebih di tengah dinamika ekonomi yang terus berubah, fleksibilitas menjadi kunci utama.

Bagi konsumen, mobil bekas bukan lagi pilihan kedua. Ini adalah keputusan cerdas yang sejalan dengan kondisi keuangan dan kebutuhan mobilitas. Dan BRI Finance siap mendukung perjalanan itu dengan layanan yang mudah dan terpercaya.

Disclaimer: Data dan angka dalam ini bersifat simulasi berdasarkan informasi yang tersedia hingga Februari 2026. Perubahan kondisi pasar, kebijakan, atau faktor eksternal lainnya dapat memengaruhi realisasi aktual.

Fadhly Ramadan
Reporter at USAID IUWASH Tangguh

Fadhly Ramadan adalah Reporter USAID IUWASH Tangguh. Jurnalis ekonomi berpengalaman dengan keahlian di bidang finansial, investasi, dan bisnis.