Permintaan terhadap Sustainability Bond Tahap II yang diterbitkan oleh Bank BJB mencatat angka yang cukup mengesankan. Dari target penghimpunan dana sebesar Rp 2 triliun, obligasi ini berhasil menarik minat investor hingga mencapai permintaan senilai Rp 932,4 miliar hanya dalam tahap awal penawaran.
Respons positif ini menunjukkan bahwa instrumen keuangan berbasis keberlanjutan mulai mendapat tempat di tengah pasar modal nasional. Investor tidak hanya melihat potensi imbal hasil, tetapi juga semakin peduli terhadap dampak lingkungan dan sosial dari investasi yang mereka salurkan.
Posisi Bank BJB dalam Obligasi Berkelanjutan
1. Target Dana dan Respons Pasar
Penawaran Umum Berkelanjutan (PUB) Sustainability Bond Tahap II ini menjadi bagian dari strategi penggalangan dana Bank BJB untuk mendanai proyek-proyek ramah lingkungan dan sosial. Instrumen ini dirancang untuk menarik investor yang peduli terhadap aspek Environmental, Social, and Governance (ESG).
Permintaan yang terkumpul sebesar Rp 932,4 miliar menunjukkan bahwa pasar sangat antusias terhadap instrumen ini. Apalagi jika dibandingkan dengan tahap pertama yang diterbitkan pada 2024 silam, obligasi serupa mencatat oversubscribed hingga 4,66 kali dari target awal.
2. Tenor dan Kupon Obligasi
Untuk memenuhi kebutuhan beragam investor, Bank BJB menawarkan dua seri obligasi:
- Seri A: Tenor 3 tahun dengan kupon indikatif 5,45%–6,05%
- Seri B: Tenor 5 tahun dengan kupon indikatif 5,7%–6,3%
Range kupon ini dirasa kompetitif, mengingat kondisi suku bunga acuan saat ini serta ekspektasi return dari investor ritel dan institusi.
3. Mitra Penjamin Emisi
Bank BJB menunjuk lima perusahaan penjamin emisi untuk membantu proses distribusi obligasi:
- Mandiri Sekuritas
- Indo Premier Sekuritas
- Mega Capital Sekuritas
- BRI Danareksa Sekuritas
- Trimegah Sekuritas Indonesia Tbk
Keberadaan mitra ini memastikan bahwa obligasi ini mudah diakses dan tersebar luas di pasar sekunder setelah pencatatan di Bursa Efek Indonesia.
Kredibilitas dan Pengakuan
4. Peringkat Obligasi
Obligasi ini memperoleh peringkat idAA dari Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo). Artinya, kemampuan Bank BJB dalam memenuhi kewajiban keuangan jangka panjang dinilai sangat kuat. Peringkat ini tentu menjadi nilai tambah bagi investor yang mencari instrumen aman namun tetap produktif.
5. Validasi Keberlanjutan
Selaras dengan prinsip ESG, kerangka kerja Sustainability Bond Bank BJB juga telah mendapat penilaian “Ramah Lingkungan/Berkelanjutan” dari SDGs Hub Universitas Indonesia. Ini menunjukkan bahwa penggunaan dana benar-benar dialokasikan untuk tujuan yang sesuai dengan prinsip keberlanjutan.
Penggunaan Dana Hasil Penerbitan
Dana yang terkumpul dari obligasi ini akan digunakan untuk dua kategori utama:
- Kegiatan Usaha Berwawasan Lingkungan (KUBL)
- Kegiatan Usaha Berwawasan Sosial (KUBS)
Sesuai dengan ketentuan Otoritas Jasa Keuangan (POJK No. 18 Tahun 2023), penggunaan dana ini harus transparan dan terukur dampaknya. Sebagian besar akan disalurkan dalam bentuk pembiayaan ulang maupun pendanaan baru untuk proyek-proyek yang berdampak langsung pada lingkungan dan kesejahteraan masyarakat.
Portofolio Pembiayaan Berkelanjutan
Hingga akhir 2025, Bank BJB telah menyalurkan dana berkelanjutan sebesar Rp 14,3 triliun. Angka ini mencerminkan komitmen nyata bank dalam mendukung pengembangan ekonomi hijau dan inklusif.
Rincian alokasi dana berkelanjutan Bank BJB (hingga Desember 2025):
| Sektor | Persentase (%) |
|---|---|
| Pembiayaan UMKM | 40% |
| Proyek energi terbarukan | 25% |
| Infrastruktur ramah lingkungan | 20% |
| Program sosial dan pendidikan | 15% |
Strategi Lingkungan dan Sosial
6. Pengelolaan Emisi Gas Rumah Kaca
Bank BJB aktif dalam upaya mitigasi perubahan iklim. Salah satunya dengan mengelola emisi gas rumah kaca guna mendukung target Net Zero Emission di masa depan. Langkah konkret yang diambil adalah partisipasi di Bursa Karbon Indonesia melalui pembelian unit karbon SPE-GRK.
7. Climate Risk Stress Test (CRST)
Bank BJB juga menjadi salah satu bank yang telah menyelesaikan Climate Risk Stress Test (CRST). Tes ini menjadi bagian dari integrasi risiko iklim dalam manajemen risiko korporasi, memastikan bahwa bank siap menghadapi dampak ekstrem dari perubahan iklim.
Komitmen ESG dalam Bisnis
Langkah-langkah yang diambil oleh Bank BJB bukan sekadar isu tren pasar. Ini adalah bagian dari transformasi bisnis yang berkelanjutan. Dengan mengintegrasikan prinsip ESG ke dalam strategi inti, bank ini tidak hanya membangun reputasi positif, tapi juga menciptakan nilai tambah jangka panjang bagi stakeholder.
Investor saat ini tidak lagi puas dengan laba finansial semata. Mereka ingin tahu dampak riil dari investasi mereka. Inilah yang membuat instrumen seperti Sustainability Bond semakin diminati.
Disclaimer
Data dan informasi dalam artikel ini bersifat valid hingga Maret 2026. Nilai permintaan, kupon, serta alokasi dana dapat berubah sewaktu-waktu tergantung pada kebijakan perusahaan dan kondisi pasar. Pembaca disarankan untuk merujuk pada sumber resmi atau keterangan langsung dari Bank BJB untuk informasi terbaru.
Herdi Susianto adalah Reporter USAID IUWASH Tangguh. Jurnalis ekonomi berpengalaman dengan keahlian di bidang bisnis, infrastruktur, dan transportasi.













