Penyaluran bansos kembali bergulir di tengah Ramadan 2026. Pemerintah melalui Kementerian Sosial kembali menyalurkan dua bantuan utama, yaitu Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) dan Program Keluarga Harapan (PKH) tahap pertama. Kedua program ini dirancang untuk membantu masyarakat berpenghasilan rendah dan rentan agar tetap bisa memenuhi kebutuhan dasar selama bulan suci.
Bansos ini tidak hanya tersedia di wilayah perkotaan, tapi juga menjangkau daerah terpencil, termasuk kawasan 3T (terluar, terdepan, tertinggal). Penyaluran pekan ini menjadi sinyal bahwa pemerintah terus berupaya menjaga daya beli masyarakat di tengah tekanan ekonomi yang masih dirasakan banyak kalangan.
Meski begitu, tidak semua warga bisa langsung menerima bansos ini. Ada proses seleksi dan pendaftaran yang harus dilalui. Bagi yang belum terdaftar tapi merasa memenuhi syarat, penting untuk segera mengetahui langkah-langkah pendaftarannya. Salah satu cara yang paling praktis adalah lewat aplikasi resmi pemerintah.
Cara Daftar Jadi Penerima Bansos di 2026
Pendaftaran bansos saat ini bisa dilakukan secara mandiri. Salah satu opsi yang tersedia adalah lewat aplikasi Cek Bansos. Aplikasi ini dirancang untuk memudahkan masyarakat dalam mengakses informasi bansos, mulai dari pengecekan status penerima hingga pendaftaran baru. Prosesnya cukup mudah, asal data dan dokumen yang disiapkan lengkap dan valid.
Sebelum masuk ke langkah-langkahnya, ada baiknya memahami dulu beberapa hal dasar. Bansos seperti PKH dan BPNT memiliki kriteria penerima yang ketat. Artinya, tidak semua yang mendaftar otomatis lolos. Data yang dikirim akan diverifikasi secara bertahap, termasuk melalui survei kelayakan di lapangan.
1. Unduh Aplikasi Cek Bansos
Langkah pertama adalah mengunduh aplikasi Cek Bansos. Aplikasi ini tersedia di Play Store untuk pengguna Android dan App Store untuk pengguna iOS. Cari dengan kata kunci "Cek Bansos" dan pastikan aplikasi yang diunduh adalah versi resmi dari Kementerian Sosial.
2. Buat Akun Baru
Setelah aplikasi terpasang, buka dan pilih opsi “Daftar”. Pengguna akan diminta mengisi data diri seperti NIK, nama lengkap, nomor KK, dan nomor HP aktif. Data ini akan menjadi acuan utama dalam proses verifikasi nantinya.
3. Isi Formulir Pendaftaran Bansos
Setelah akun berhasil dibuat, pengguna bisa mengakses formulir pendaftaran bansos. Di sini, pengguna diminta melengkapi informasi keluarga, kondisi ekonomi, dan dokumen pendukung seperti foto KTP, KK, dan foto rumah. Semakin lengkap dan jelas dokumen yang diunggah, semakin besar kemungkinan lolos verifikasi.
4. Tunggu Proses Verifikasi
Setelah formulir dikirim, sistem akan melakukan pengecekan awal. Jika lolos, data akan diteruskan ke tahap verifikasi lapangan. Tim surveyor dari Kemensos atau mitra pemerintah akan mengunjungi alamat yang dicantumkan untuk memastikan kelayakan.
5. Cek Status Penerima Secara Berkala
Proses verifikasi bisa memakan waktu beberapa minggu. Untuk mengetahui status penerimaan, pengguna bisa masuk ke aplikasi dan memeriksa status bansos secara berkala. Jika dinyatakan lolos, nama akan masuk ke daftar penerima tahap berikutnya.
Syarat Umum Jadi Penerima Bansos
Selain mengikuti langkah pendaftaran, calon penerima juga harus memenuhi sejumlah syarat dasar. Syarat ini berlaku untuk kedua program, yaitu PKH dan BPNT, meski ada sedikit perbedaan dalam fokus sasarannya.
Syarat Penerima BPNT
- Memiliki KTP dan KK yang masih berlaku
- Termasuk dalam keluarga miskin atau rentan miskin berdasarkan data terpadu
- Tidak memiliki penghasilan tetap atau akses layak atas pangan
- Tidak terdaftar sebagai penerima bantuan serupa dari lembaga lain
Syarat Penerima PKH
- Memiliki KTP dan KK yang masih berlaku
- Termasuk dalam keluarga sangat miskin berdasarkan data terpadu
- Memiliki anak usia sekolah atau balita yang membutuhkan bantuan pendidikan dan gizi
- Bersedia memenuhi kewajiban seperti pemeriksaan kesehatan berkala dan partisipasi pendidikan
Perbandingan Bansos PKH dan BPNT
| Aspek | PKH | BPNT |
|---|---|---|
| Sasaran | Keluarga sangat miskin dengan anak usia sekolah/balita | Keluarga miskin yang membutuhkan akses pangan |
| Bentuk Bantuan | Tunai dan pendampingan | Non tunai berupa e-voucher pangan |
| Fokus Utama | Pendidikan dan kesehatan anak | Ketersediaan pangan bergizi |
| Tahapan Penyaluran | Bulanan | Bulanan atau triwulanan |
| Besaran Bantuan | Rp 300.000 – Rp 1.000.000 per bulan (tergantung jumlah tanggungan) | Rp 150.000 – Rp 300.000 per bulan |
Tips Agar Lolos Seleksi Bansos
- Pastikan data di DTKS (Data Terpadu Kesejahteraan Sosial) sudah terupdate
- Unggah foto dokumen yang jelas dan tidak blur
- Isi formulir dengan jujur dan sesuai kondisi sebenarnya
- Jika ada perubahan alamat atau kondisi keluarga, segera laporkan
- Hindari mendaftar lebih dari satu KK untuk program yang sama
Disclaimer
Informasi dalam artikel ini bersifat umum dan dapat berubah sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan. Besaran bantuan, jadwal penyaluran, dan syarat penerimaan bisa disesuaikan oleh pemerintah sesuai kondisi terkini. Untuk informasi resmi dan terkini, selalu cek situs resmi Kementerian Sosial atau aplikasi Cek Bansos.
Bansos seperti PKH dan BPNT memang menjadi harapan banyak keluarga di tengah keterbatasan ekonomi. Namun, penting untuk diingat bahwa program ini bukan hak mutlak, melainkan bantuan yang diberikan berdasarkan kelayakan. Jadi, selain mendaftar, pastikan juga memenuhi semua syarat agar tidak sia-sia.
Retno Ramadhanti adalah Reporter USAID IUWASH Tangguh. Jurnalis berpengalaman dengan keahlian di bidang ekonomi, bisnis, ritel, dan inklusi keuangan.













