Perempuan memiliki peran penting dalam membangun ketahanan sosial dan ekonomi keluarga. Sayangnya, banyak dari mereka masih menghadapi berbagai tantangan, baik dalam akses pendidikan, kesehatan, maupun peluang usaha. Melalui berbagai program tanggung jawab sosial, Pertamina Patra Niaga mencoba menjawab tantangan ini dengan pendekatan yang menyentuh langsung kebutuhan perempuan di berbagai wilayah Indonesia.
Upaya ini tidak hanya berjalan pada momen tertentu, tetapi menjadi bagian dari komitmen berkelanjutan perusahaan dalam mendorong pemberdayaan perempuan. Dalam setahun, program-program ini telah menjangkau ratusan perempuan dan anak di berbagai daerah, memberikan mereka ruang untuk berkembang, belajar, dan berkontribusi lebih besar dalam masyarakat.
Puanmakari: Dari Shelter Menuju Pemberdayaan Berkelanjutan
Program pemberdayaan perempuan yang dijalankan Pertamina Patra Niaga di Makassar dikenal dengan nama Puanmakari. Inisiatif ini awalnya hadir sebagai shelter bagi perempuan korban kekerasan dalam rumah tangga. Namun, seiring waktu, program ini berkembang menjadi wadah pemberdayaan yang berkelanjutan.
- Shelter yang dibangun menjadi tempat perlindungan sekaligus pusat pembelajaran dan pengembangan diri.
- Kurikulum pemberdayaan dirancang untuk meningkatkan keterampilan, kepercayaan diri, dan kapasitas ekonomi.
Program ini telah membantu 103 perempuan dan 230 anak. Dari sisi ekonomi, dua unit usaha yang dikembangkan melalui program ini mencatatkan peningkatan pendapatan yang cukup signifikan.
| Unit Usaha | Pendapatan yang Dihasilkan |
|---|---|
| Sekolah Anak Percaya Diri | Rp51.984.000 |
| Kelompok Srikandi | Rp86.640.000 |
Puanmakari juga berhasil meraih PROPER Emas selama dua tahun berturut-turut, yaitu pada 2023 dan 2024. Penghargaan ini menunjukkan bahwa program ini tidak hanya memberikan dampak sosial, tetapi juga ramah lingkungan.
Rawabening: Menggabungkan Hidroponik dan Pemanfaatan Air Hujan
Di Kampung Atas Air, Balikpapan, Pertamina Patra Niaga menjalankan program bernama Rawabening. Program ini menggabungkan konsep pemanenan air hujan dan pertanian perkotaan (urban farming) untuk memberdayakan kelompok perempuan setempat.
- Sistem hidroponik dikembangkan dengan memanfaatkan air hujan sebagai sumber utama.
- Program ini menggunakan 10 meja hidroponik dengan total 440 lubang tanam.
Hasilnya, program ini mampu menghasilkan sekitar 8.900 bibit sayuran dalam satu siklus tanam. Selain itu, efisiensi penggunaan air mencapai 92.400 liter per tahun.
Kelompok perempuan yang terlibat dalam program ini juga mengembangkan produk olahan sayuran. Tiga jenis produk unggulan berhasil meningkatkan nilai ekonomi dari hasil pertanian yang dihasilkan.
| Indikator | Hasil |
|---|---|
| Jumlah meja hidroponik | 10 unit |
| Lubang tanam | 440 |
| Bibit sayuran dihasilkan | ±8.900 bibit |
| Efisiensi air per tahun | 92.400 liter |
| Peningkatan pendapatan per anggota | 20,5% |
| Rata-rata pendapatan per panen | Rp122.601 |
Program ini tidak hanya memberikan manfaat ekonomi, tetapi juga meningkatkan ketahanan pangan keluarga dan mendorong kemandirian perempuan dalam mengelola usaha kecil menengah.
Rumah Sakit Kapal: Membawa Layanan Kesehatan ke Wilayah Terpencil
Wilayah kepulauan seperti Waigeo Utara, Raja Ampat, sering kali menghadapi keterbatasan akses terhadap layanan kesehatan. Untuk menjawab kebutuhan ini, Pertamina International Shipping (PIS) menghadirkan Rumah Sakit Kapal yang berlayar ke wilayah tersebut.
- Rumah Sakit Kapal menyediakan layanan medis dasar hingga spesialistik.
- Program ini menjangkau perempuan dewasa melalui Poli Umum dan Poli Gigi.
Selama periode tertentu, layanan ini berhasil menjangkau 726 perempuan melalui Poli Umum dan 145 perempuan melalui Poli Gigi. Selain itu, program ini juga memberikan pelatihan bagi tenaga kesehatan lokal.
| Layanan | Jumlah Penerima Manfaat |
|---|---|
| Poli Umum (Perempuan Dewasa) | 726 orang |
| Poli Gigi (Perempuan Dewasa) | 145 orang |
| Pelatihan Bidan (ANC) | 8 bidan |
| Pelatihan USG Dasar | 4 bidan |
Dengan hadirnya Rumah Sakit Kapal, perempuan di wilayah kepulauan kini bisa mendapatkan layanan kesehatan tanpa harus melakukan perjalanan laut selama 4 hingga 5 jam. Ini adalah langkah nyata untuk meningkatkan akses kesehatan reproduksi dan umum bagi perempuan di daerah terpencil.
Dampak Jangka Panjang dari Pemberdayaan Perempuan
Pemberdayaan perempuan bukan hanya soal memberikan pelatihan atau bantuan modal. Ini adalah proses panjang yang membutuhkan pendampingan, akses ke sumber daya, serta dukungan sosial agar dampaknya berkelanjutan.
Program-program yang dijalankan Pertamina Patra Niaga menunjukkan bahwa ketika perempuan diberi ruang dan kesempatan, mereka mampu berkembang dan membawa perubahan positif bagi keluarga serta komunitas. Dari ekonomi, kesehatan, hingga pendidikan, setiap aspek saling terkait dan memperkuat satu sama lain.
Perempuan yang mandiri secara ekonomi cenderung memiliki kualitas hidup yang lebih baik. Mereka juga mampu memberikan pendidikan dan kesehatan yang lebih baik bagi anak-anak mereka. Inilah alasan mengapa pemberdayaan perempuan menjadi salah satu pilar penting dalam pembangunan berkelanjutan.
Disclaimer
Data dan informasi dalam artikel ini bersifat sesuai dengan laporan resmi yang diterima hingga Maret 2026. Angka dan pencapaian program dapat berubah seiring waktu karena sifat dinamis dari pelaksanaan program di lapangan.
Fadhly Ramadan adalah Reporter USAID IUWASH Tangguh. Jurnalis ekonomi berpengalaman dengan keahlian di bidang finansial, investasi, dan bisnis.













