PT Bank OCBC NISP Tbk (NISP) resmi memperbarui susunan dewan komisarisnya dengan kehadiran sosok baru, Tan Teck Long. Pengangkatan ini menjadi bagian dari rencana strategis bank dalam memperkuat tata kelola perusahaan. Langkah ini diambil menyusul hasil keputusan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang diselenggarakan pada 2 Desember 2025 lalu.
Tan Teck Long secara resmi mulai menjabat sebagai Komisaris Non Independen sejak 5 Maret 2026. Keputusan ini didukung oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) melalui salinan keputusan yang diterbitkan pada tanggal yang sama. Corporate Secretary Bank OCBC NISP, Murti Kusuma Dewi, menyampaikan bahwa kehadiran Tan tidak serta merta mengubah operasional perusahaan secara signifikan.
Struktur Dewan Komisaris Terbaru
Susunan dewan komisaris yang baru saat ini terdiri atas beberapa nama yang membawa pengalaman luas di sektor perbankan dan keuangan. Berikut adalah susunan terbaru:
- Presiden Komisaris: Pramukti Surjaudaja
- Komisaris: Tan Teck Long
- Komisaris: Na Wu Beng
- Komisaris Independen: Hartadi Agus Sarwono
- Komisaris Independen: Jusuf Halim
- Komisaris Independen: Betti S. Alisjahbana
- Komisaris Independen: Tan Siak Kwang Nicholas (Nicholas Tan)
Perubahan ini menunjukkan komitmen NISP dalam menjaga keseimbangan antara pengalaman lokal dan global dalam pengambilan keputusan strategis.
Profil dan Latar Belakang Tan Teck Long
Tan Teck Long bukanlah sosok baru di dunia perbankan Asia. Ia resmi menjabat sebagai Group Chief Executive Officer (CEO) OCBC sejak 1 Januari 2026. Dalam peran barunya di OCBC NISP, Tan membawa visi yang selaras dengan strategi grup untuk memperkuat posisi di pasar Asia Tenggara.
Sebelum menjadi CEO, Tan bergabung dengan OCBC pada 2022 sebagai Head of Global Wholesale Banking. Di posisi ini, ia memimpin strategi perbankan untuk segmen usaha kecil dan menengah, korporasi besar, serta lembaga keuangan dan investasi global.
Selain itu, Tan aktif dalam berbagai organisasi perbankan regional, seperti:
- Chairman Association of Banks in Singapore
- Chairman ASEAN Bankers Association
- Vice Chairman Institute of Banking and Finance Singapore (IBF)
Dampak terhadap Operasional dan Kinerja Bank
Menurut pernyataan resmi dari manajemen NISP, kehadiran Tan Teck Long tidak berdampak material terhadap operasional maupun kebijakan keuangan bank. Ini menunjukkan bahwa perubahan kepengurusan lebih bersifat penguatan struktur, bukan perubahan arah strategis.
Bank tetap berjalan dengan visi yang telah ditetapkan sebelumnya, yaitu menjadi bank yang fokus pada layanan digital dan inklusi keuangan. Kinerja keuangan NISP pada tahun 2025 lalu mencatat laba bersih sebesar Rp 5,1 triliun, tumbuh 4% dibanding tahun sebelumnya.
Peran Komisaris dalam Tata Kelola Perusahaan
Keberadaan dewan komisaris memiliki peran penting dalam menjaga transparansi dan akuntabilitas perusahaan. Komisaris bertugas mengawasi kinerja direksi serta memastikan bahwa kebijakan yang diambil sejalan dengan tujuan perusahaan dan kepentingan pemegang saham.
Dengan bergabungnya Tan Teck Long, dewan komisaris NISP kini memiliki anggota yang tidak hanya berpengalaman di pasar lokal, tetapi juga memiliki wawasan global yang luas. Ini menjadi nilai tambah dalam pengambilan keputusan strategis ke depannya.
Perbandingan Struktur Dewan Komisaris Sebelum dan Sesudah
| Aspek | Sebelum (Hingga Des 2025) | Sesudah (Mulai Mar 2026) |
|---|---|---|
| Jumlah Komisaris | 6 orang | 7 orang |
| Komisaris Non Independen | 2 orang | 2 orang |
| Komisaris Independen | 4 orang | 5 orang |
| Presiden Komisaris | Pramukti Surjaudaja | Pramukti Surjaudaja |
| Nama Baru | – | Tan Teck Long |
Penutup
Perubahan dalam susunan dewan komisaris merupakan langkah strategis yang umum dilakukan perusahaan untuk memperkuat tata kelola dan sinergi operasional. Kehadiran Tan Teck Long diharapkan membawa dampak positif dalam pengambilan keputusan dan penguatan posisi NISP di tengah persaingan industri perbankan nasional.
Namun, perlu dicatat bahwa informasi terkait struktur kepengurusan ini dapat berubah sewaktu-waktu sesuai dengan regulasi dan kebijakan korporasi. Data yang disajikan dalam artikel ini berlaku hingga Maret 2026 dan dapat mengalami perubahan di masa mendatang.
Herdi Susianto adalah Reporter USAID IUWASH Tangguh. Jurnalis ekonomi berpengalaman dengan keahlian di bidang bisnis, infrastruktur, dan transportasi.













