Nasional

Indonesia Perlu 150 Ribu Insinyur Baru untuk Dorong Pertumbuhan Industri Digital Nasional

Fadhly Ramadan
×

Indonesia Perlu 150 Ribu Insinyur Baru untuk Dorong Pertumbuhan Industri Digital Nasional

Sebarkan artikel ini
Indonesia Perlu 150 Ribu Insinyur Baru untuk Dorong Pertumbuhan Industri Digital Nasional

Indonesia sedang giat memacu pertumbuhan industri digital. Langkah ini tak hanya soal ekonomi, tapi juga persiapan menghadapi perubahan teknologi global yang kian cepat. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, baru-baru ini memaparkan kebutuhan mendesak negara ini akan tambahan 150 ribu insinyur dalam enam tahun ke depan. Angka ini penting agar target pengembangan sektor digital bisa tercapai dengan baik.

Kebutuhan ini bukan angka sembarangan. Airlangga menjelaskan bahwa saat ini Indonesia membutuhkan peningkatan jumlah insinyur sekitar 45 persen dari jumlah yang sudah ada. Terutama untuk seperti semikonduktor yang membutuhkan sekitar 15 ribu insinyur. Selain itu, sektor digital secara keseluruhan juga membutuhkan tambahan kapasitas SDM yang besar dalam waktu yang tidak terlalu lama.

Kebutuhan Insinyur yang Spesifik

1. Insinyur untuk Sektor Semikonduktor

Industri semikonduktor menjadi salah satu pilar penting dalam ekosistem . Indonesia memperkirakan kebutuhan insinyur untuk sektor ini mencapai 15.000 orang. Ini adalah bagian dari upaya membangun rantai pasok teknologi dalam negeri yang lebih mandiri.

2. Insinyur untuk Industri Digital Umum

Selain semikonduktor, kebutuhan insinyur untuk industri digital secara umum mencapai 150.000 orang. Ini mencakup berbagai bidang seperti pengembangan perangkat lunak, siber, dan infrastruktur digital lainnya.

Pelatihan dan Persiapan SDM

Pemerintah melalui Kementerian Ketenagakerjaan telah memulai langkah konkret. Salah satunya adalah program pelatihan vokasi yang mendukung retraining dan reskilling tenaga kerja. Program ini dirancang agar tenaga kerja yang ada bisa disesuaikan dengan kebutuhan industri .

3. Program Pelatihan ARM Limited

Salah satu kerja sama yang sudah ditandatangani adalah dengan Limited. Program ini menyiapkan pelatihan untuk 15.000 insinyur dalam ekosistem ARM. Ini adalah langkah spesifik untuk memenuhi kebutuhan industri yang didorong pemerintah.

Adopsi AI dan Potensi Ekonomi

Indonesia juga mencatatkan pencapaian penting dalam pengembangan teknologi AI. Negara ini menjadi yang pertama di ASEAN yang menyelesaikan UNESCO AI Readiness Assessment. Ini menunjukkan bahwa Indonesia tidak hanya menjadi konsumen teknologi, tetapi juga mulai membangun kerangka yang mendukung inovasi berkelanjutan.

Industri yang cepat mengadopsi AI bisa meraih pendapatan hingga tiga kali lebih tinggi dibandingkan yang lambat beradaptasi. Produktivitasnya juga meningkat dari 8,5 persen menjadi 27 persen. Globalnya, AI diproyeksikan berkontribusi USD15,7 triliun terhadap perekonomian dunia pada 2030.

4. Kontribusi AI Generatif untuk Ekonomi RI

Di Indonesia sendiri, AI generatif diperkirakan bisa menambah kontribusi ekonomi hingga USD243,5 miliar. Ini adalah potensi besar yang bisa dimanfaatkan jika SDM digital terus dikembangkan.

Digitalisasi dan Keberlanjutan

Digitalisasi dan kini tidak bisa dipisahkan. Keduanya menjadi satu kesatuan dalam pembangunan ekonomi modern. Dunia membutuhkan tahunan sebesar USD4 triliun hingga USD7 triliun untuk mencapai Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) pada 2030.

Indonesia saat ini juga menjadi salah satu pusat di kawasan. Valuasi ekonomi digital diperkirakan mencapai USD124 miliar pada 2025, yang merupakan yang terbesar di ASEAN. Penetrasi koneksi seluler mencapai 116 persen, dengan 230 juta pengguna internet dan 180 juta akun media sosial.

Target Nasional hingga 2045

Dalam Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional (RPJPN) 2025-2045, Indonesia menetapkan sejumlah target penting. Salah satunya adalah masuk ke 45 besar Global Innovation Index pada 2030. Data dari Cyber Security Index 2024 juga menunjukkan bahwa Indonesia berada di Tier 1 atau kategori "role model".

5. Menyebarluaskan Inovasi ke Seluruh Wilayah

ke depan adalah menyebarluaskan keberhasilan dari wilayah Tier 1 ke seluruh negeri. Ini penting agar pertumbuhan digital bisa berjalan seimbang dan inklusif.

6. Menggunakan Teknologi untuk Solusi Nyata

Bagi para insinyur, tantangan juga adalah melampaui dari sekadar menciptakan inovasi. AI dan Big Data harus digunakan untuk menyelesaikan masalah nyata seperti kelangkaan air, optimasi energi, dan pembangunan kota yang tangguh.

Perbandingan Kebutuhan Insinyur di Berbagai Bidang

Bidang Kebutuhan Insinyur
Semikonduktor 15.000 orang
Industri Digital Umum 150.000 orang
Pelatihan ARM Limited 15.000 orang

Potensi Ekonomi dari AI Generatif

Komponen Nilai
Kontribusi AI Generatif terhadap Ekonomi RI USD243,5 miliar
Kontribusi AI terhadap Ekonomi Global (2030) USD15,7 triliun
Peningkatan Produktivitas 8,5% menjadi 27%

Disclaimer

Data dan angka yang disebutkan dalam artikel ini bersifat proyeksi berdasarkan informasi hingga Maret 2026. Angka-angka ini dapat berubah seiring perkembangan kebijakan, kondisi ekonomi global, dan dinamika teknologi. Informasi ini dimaksudkan sebagai gambaran umum dan bukan sebagai acuan resmi kebijakan.

Indonesia punya potensi besar untuk menjadi pemain utama di industri digital global. Tapi semua itu butuh SDM yang siap. Khususnya para insinyur yang bisa menggerakkan roda inovasi dan membangun fondasi teknologi yang kuat. Jika langkah-langkah ini dijalankan dengan konsisten, Indonesia bisa jadi lebih dari sekadar konsumen teknologi. Negara ini punya peluang untuk menjadi pencipta dan pemilik teknologi masa depan.

Fadhly Ramadan
Reporter at USAID IUWASH Tangguh

Fadhly Ramadan adalah Reporter USAID IUWASH Tangguh. Jurnalis ekonomi berpengalaman dengan keahlian di bidang finansial, investasi, dan bisnis.