Perbankan

Bank Indonesia Resmikan Program AKSI KLIK demi Tingkatkan Literasi Finansial dan Permudah Akses Pendanaan bagi Pelaku Usaha Mikro serta Kecil Menengah

Danang Ismail
×

Bank Indonesia Resmikan Program AKSI KLIK demi Tingkatkan Literasi Finansial dan Permudah Akses Pendanaan bagi Pelaku Usaha Mikro serta Kecil Menengah

Sebarkan artikel ini
Bank Indonesia Resmikan Program AKSI KLIK demi Tingkatkan Literasi Finansial dan Permudah Akses Pendanaan bagi Pelaku Usaha Mikro serta Kecil Menengah

Bank Indonesia (BI) kembali menggebrak dengan program baru yang bertujuan memperkuat literasi keuangan sekaligus membuka lebih banyak akses pembiayaan bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Program tersebut diberi nama AKSI KUATKAN Literasi dan Keuangan untuk Kesejahteraan, atau yang lebih dikenal dengan AKSI KLIK. Peluncuran ini diiringi dengan rilis tiga buku panduan literasi keuangan digital dan gerakan AKU BISA SEJAHTERA yang fokus pada edukasi serta pemasaran produk UMKM.

Langkah ini sejalan dengan target nasional yang tertuang dalam Rencana Jangka Panjang Nasional (RPJPN) –2045, yang menargetkan inklusi keuangan mencapai 98 persen pada tahun 2045. Saat ini, berdasarkan Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) 2025, angka sudah mencapai 92,74 persen. Meski tergolong tinggi, angka tersebut masih perlu terus ditingkatkan agar lebih banyak masyarakat, terutama UMKM, bisa merasakan manfaat dari layanan keuangan yang inklusif dan aman.

Penguatan Literasi Keuangan Jadi Kunci

Literasi keuangan bukan sekadar soal tahu cara menggunakan layanan digital seperti QRIS atau BI-Fast. Lebih dari itu, masyarakat perlu memahami bagaimana menggunakan layanan keuangan secara bijak dan aman. BI, Perry Warjiyo, menekankan bahwa literasi keuangan menjadi fondasi penting agar masyarakat tidak hanya bisa mengakses layanan keuangan, tapi juga bisa melindungi diri dari risiko seperti dan kejahatan digital.

Berdasarkan SNLIK 2025, tingkat literasi keuangan masyarakat baru mencapai 66,46 persen. Angka ini menunjukkan masih banyak masyarakat yang belum sepenuhnya memahami produk dan layanan keuangan yang mereka gunakan. Padahal, dengan literasi yang baik, masyarakat bisa membuat keputusan finansial yang lebih tepat dan terhindar dari praktik keuangan yang merugikan.

Sinergi untuk Mendorong Kesejahteraan Keuangan

AKSI KLIK sebagai upaya kolaboratif antara BI dan berbagai untuk mempercepat agenda literasi dan inklusi keuangan. Program ini tidak hanya berfokus pada edukasi, tapi juga pada pemberdayaan ekosistem keuangan digital yang inklusif dan berkelanjutan. Salah satu cara yang dilakukan adalah melalui peluncuran tiga buku panduan yang mendukung literasi keuangan digital.

  1. Buku Strategi dan Program Edukasi dalam rangka Literasi Keuangan Digital Menuju Kesejahteraan Keuangan
    Buku ini berisi strategi dan program edukasi yang dirancang untuk meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap layanan keuangan digital.

  2. Modul Edukasi Keuangan Digital untuk Pelatihan Tingkat Dasar
    Modul ini cocok untuk pelatihan awal bagi masyarakat yang baru mengenal sistem keuangan digital.

  3. Pedoman Implementasi Model Bisnis UMKM Berkelanjutan: Aksi Mitigasi
    Buku ini memberikan panduan praktis bagi pelaku UMKM dalam mengembangkan model bisnis yang berkelanjutan dan mengurangi .

Percepatan Digitalisasi Harus Dibarengi Edukasi

Digitalisasi sistem pembayaran di Indonesia terus melaju pesat. QRIS, misalnya, kini sudah digunakan oleh hampir 60 juta pengguna, di mana 50 juta di antaranya adalah pelaku UMKM. Angka ini menunjukkan betapa pentingnya mempercepat inklusi keuangan melalui teknologi. Namun, tanpa literasi keuangan yang memadai, digitalisasi justru bisa membawa risiko baru bagi masyarakat.

Perry Warjiyo menegaskan bahwa percepatan digitalisasi harus dibarengi dengan penguatan literasi keuangan digital. Tujuannya agar masyarakat bisa memanfaatkan teknologi keuangan secara aman dan produktif. Dengan begitu, manfaat dari digitalisasi bisa dirasakan secara merata, terutama oleh pelaku UMKM yang menjadi tulang punggung ekonomi nasional.

Gerakan AKU BISA SEJAHTERA

Selain AKSI KLIK, BI juga meluncurkan gerakan AKU BISA SEJAHTERA. Gerakan ini bertujuan untuk memperluas akses keuangan melalui kegiatan business matching dan edukasi keuangan. Program ini dirancang untuk membantu UMKM dalam mengakses pembiayaan, memasarkan produk, dan memahami cara mengelola keuangan secara sehat.

Tabel berikut menunjukkan beberapa kegiatan utama dalam gerakan AKU BISA SEJAHTERA:

Kegiatan Tujuan
Business Matching Membantu UMKM menemukan mitra dan investor
Pelatihan Literasi Keuangan Meningkatkan pemahaman pelaku usaha terhadap produk keuangan
Pendampingan Bisnis Memberikan bimbingan teknis pengembangan model bisnis

Gerakan ini diharapkan bisa menjadi salah satu solusi untuk mendorong kesejahteraan keuangan masyarakat, khususnya pelaku UMKM. Dengan adanya akses yang lebih luas terhadap layanan keuangan dan pemahaman yang lebih baik, UMKM bisa tumbuh lebih cepat dan berkelanjutan.

Tantangan dan Peluang ke Depan

Meskipun inklusi keuangan nasional sudah mencapai angka yang tinggi, tantangan tetap ada. Terutama dalam hal menjangkau daerah-daerah terpencil dan kelompok masyarakat yang masih minim akses teknologi. Selain itu, literasi keuangan yang rendah di beberapa kalangan menjadi penghalang utama dalam pemanfaatan layanan keuangan secara maksimal.

Namun, dengan program seperti AKSI KLIK dan AKU BISA SEJAHTERA, BI menunjukkan komitmennya untuk terus mendorong percepatan inklusi dan literasi keuangan. Kolaborasi antara , lembaga keuangan, dan masyarakat sipil sangat dibutuhkan untuk mencapai target nasional di tahun 2045.

Kesimpulan

AKSI KLIK dan AKU BISA SEJAHTERA adalah langkah nyata BI dalam mendorong literasi dan inklusi keuangan yang lebih luas. Program ini tidak hanya memberikan akses, tapi juga memastikan bahwa masyarakat bisa menggunakan layanan keuangan dengan bijak dan aman. Dengan dukungan edukasi dan pemberdayaan, khususnya bagi UMKM, Indonesia bisa terus melangkah menuju kesejahteraan keuangan yang berkelanjutan.

Disclaimer: Data dalam artikel ini bersumber dari informasi yang tersedia hingga Maret 2026 dan dapat berubah seiring perkembangan kebijakan dan situasi terkini.

Danang Ismail
Reporter at USAID IUWASH Tangguh

Danang Ismail adalah Reporter USAID IUWASH Tangguh. Jurnalis berpengalaman sejak 2013 dengan keahlian di bidang ekonomi, moneter, perbankan, bansos, dan UMKM.