Nasional

Harga Kebutuhan Pokok di Madiun Tetap Terjaga Selama Ramadan Karena Kebijakan Ini

Danang Ismail
×

Harga Kebutuhan Pokok di Madiun Tetap Terjaga Selama Ramadan Karena Kebijakan Ini

Sebarkan artikel ini
Harga Kebutuhan Pokok di Madiun Tetap Terjaga Selama Ramadan Karena Kebijakan Ini

Harga pangan di Madiun cenderung stabil menjelang Ramadan 2026, berkat sejumlah upaya yang dilakukan Pemerintah Kota Madiun. Salah satunya adalah program Gerakan Pangan (GPM) yang digelar rutin di berbagai kelurahan. Program ini sebagai solusi untuk menjaga agar masyarakat tetap bisa mengakses kebutuhan pokok dengan harga terjangkau, terutama di tengah lonjakan permintaan jelang Lebaran.

Kegiatan GPM bukan sekadar distribusi barang murah, tapi juga bagian dari strategi ketahanan pangan daerah. Dengan menyasar langsung ke kelurahan-kelurahan, pemerintah berharap distribusi pangan lebih merata dan terjangkau, tanpa harus melalui rantai distribusi yang panjang dan berisiko menaikkan harga.

Gerakan Pangan Murah, Solusi Tepat Stabilkan Harga

Gerakan Pangan Murah (GPM) menjadi salah satu program unggulan Pemkot Madiun dalam harga kebutuhan pokok. Program ini tidak hanya berjalan di satu titik, tapi digelar secara serentak di berbagai kelurahan. Tujuannya jelas: memastikan harga pangan tetap terjangkau menjelang Ramadan dan Lebaran.

1. Penyelenggaraan GPM di Kelurahan Josenan

Kegiatan GPM yang digelar di Kelurahan Josenan, Taman, menjadi salah satu contoh pelaksanaan program yang efektif. Lokasi ini dipilih karena memiliki tingkat kepadatan penduduk yang cukup tinggi dan potensi permintaan pangan yang besar.

2. Jadwal Pelaksanaan GPM Kota Madiun

Pemkot Madiun telah merancang jadwal pelaksanaan GPM sebanyak 15 kali hingga pertengahan . Berikut jadwal lengkapnya:

No Tanggal Lokasi
1 4 Maret 2026 Kelurahan Josenan
2 8 Maret 2026 Kelurahan Tawangrejo
3 10 Maret 2026 Kelurahan Nambangan
4 Maret 2026 Kelurahan Rejomulyo

3. Kolaborasi dengan Koperasi Lokal

GPM tidak berjalan sendiri. Program ini melibatkan koperasi di tingkat kelurahan sebagai mitra distribusi. ini diharapkan bisa mempercepat distribusi sekaligus memberdayakan lokal.

Harga Kebutuhan Pokok yang Ditawarkan

Salah satu daya tarik utama dari GPM adalah harga kebutuhan pokok yang lebih murah dibandingkan harga pasar. Berikut adalah rincian harga yang ditawarkan selama kegiatan GPM berlangsung:

Barang Harga Jual GPM
Minyak Goreng 1L Rp15.500
Minyak Goreng 2L Rp31.000
Beras SPHP 5kg Rp56.000
Beras Premium 5kg Rp74.500
Beras Lokal 3kg Rp40.000
Gula Pasir 1kg Rp16.500
Telur Ayam Ras 1kg Rp28.500

Harga tersebut sudah termasuk subsidi dari pemerintah dan diharapkan bisa menjadi alternatif bagi masyarakat menengah ke bawah.

Peran GPM dalam Menjaga Stabilitas Harga

Tidak hanya soal harga murah, GPM juga berperan penting dalam menjaga stabilitas harga secara keseluruhan. Dengan menyediakan pasokan yang cukup di tengah permintaan tinggi, program ini mencegah lonjakan harga yang biasanya terjadi menjelang hari raya.

1. Pengendalian Inflasi Lokal

Dengan memasok barang kebutuhan pokok secara langsung ke masyarakat, GPM membantu mengurangi tekanan inflasi di level lokal. Ini sangat penting, mengingat harga pangan bisa sangat fluktuatif menjelang Lebaran.

2. Peningkatan Akses Masyarakat

Program ini memastikan bahwa masyarakat, terutama yang berpenghasilan rendah, tetap bisa mendapatkan kebutuhan pokok tanpa harus mengeluarkan biaya besar. yang lebih mudah berarti kesejahteraan juga meningkat.

3. Dukungan terhadap UMKM dan Koperasi

GPM juga menjadi ajang promosi bagi pelaku usaha kecil, khususnya koperasi. Mereka diberi kesempatan untuk ikut serta dalam rantai distribusi, yang pada akhirnya memperkuat ekosistem ekonomi lokal.

Tantangan dan Evaluasi Program

Meski terbukti efektif, GPM juga menghadapi sejumlah tantangan. Salah satunya adalah keterbatasan pasokan yang bisa menyebabkan antrean panjang. Selain itu, distribusi yang belum merata ke seluruh wilayah juga menjadi catatan penting.

1. Evaluasi Pasca-Pelaksanaan

Setiap pelaksanaan GPM diakhiri dengan evaluasi internal. Hal ini dilakukan untuk memastikan bahwa program bisa terus ditingkatkan, baik dari segi maupun pelayanan.

2. Pengawasan Harga Pasar

Selain GPM, pemerintah juga melakukan pengawasan harga di pasar tradisional dan swalayan. Tujuannya agar tidak terjadi penimbunan atau praktik curang yang bisa merugikan konsumen.

Dukungan dari Pemerintah Provinsi

Selain GPM dari kota, Pemerintah Provinsi Jawa Timur juga turut menggelar program serupa. Salah satunya adalah GPM yang akan digelar di Kelurahan Rejomulyo. Kolaborasi antara pemerintah pusat, provinsi, dan kota ini menjadi kunci suksesnya program.

Kesimpulan

Gerakan Pangan Murah (GPM) Kota Madiun terbukti menjadi salah satu solusi efektif menjaga stabilitas harga pangan menjelang Ramadan dan Lebaran. Dengan harga yang lebih terjangkau dan distribusi yang merata, program ini tidak hanya membantu masyarakat, tapi juga mendorong pemberdayaan ekonomi lokal.

Namun, keberhasilan ini tidak serta merta terjadi begitu saja. Butuh sinergi antara berbagai pihak, termasuk koperasi, pelaku usaha, dan masyarakat itu sendiri. Dengan evaluasi yang terus dilakukan, diharapkan GPM bisa menjadi program berkelanjutan yang benar-benar bermanfaat.

Disclaimer: Harga dan jadwal yang disebutkan dalam ini bersifat estimasi dan dapat berubah sewaktu-waktu sesuai dengan kondisi di lapangan.

Danang Ismail
Reporter at USAID IUWASH Tangguh

Danang Ismail adalah Reporter USAID IUWASH Tangguh. Jurnalis berpengalaman sejak 2013 dengan keahlian di bidang ekonomi, moneter, perbankan, bansos, dan UMKM.