Nasional

Keselamatan Kerja Menjadi Prioritas Utama Perusahaan Modern

Danang Ismail
×

Keselamatan Kerja Menjadi Prioritas Utama Perusahaan Modern

Sebarkan artikel ini
Keselamatan Kerja Menjadi Prioritas Utama Perusahaan Modern

kerja kini bukan lagi sekadar soal kepatuhan terhadap aturan. Lebih dari itu, ini adalah komitmen moral yang harus dijunjung tinggi oleh setiap perusahaan. Terutama di sektor industri dan infrastruktur yang memiliki risiko tinggi, menjaga kesehatan dan keselamatan tenaga kerja jadi bagian dari tanggung jawab sosial korporasi.

PT Anugerah Samudera Madanindo (ASM) menjadi salah satu contoh nyata perusahaan yang menjadikan keselamatan kerja sebagai nilai inti operasional. Dalam Zero Accident yang diterimanya, pihaknya mencatat pencapaian luar biasa: 1.200.622 kerja tanpa kecelakaan fatal selama Maret 2023 hingga September . Capaian ini diraih di tengah pengerjaan dengan tingkat kompleksitas tinggi.

Mengapa Keselamatan Kerja Jadi Komitmen Moral?

Keselamatan kerja bukan sekadar target operasional. Ini adalah komitmen moral untuk memastikan setiap pekerja pulang dengan selamat ke rumah masing-masing. Faris Muhammad Abdurrahim, Direktur Utama PT ASM, menyatakan bahwa bagi perusahaannya, keselamatan kerja adalah bagian dari tata kelola perusahaan yang baik dan tanggung jawab sosial.

Zero accident bukanlah pencapaian yang mudah, apalagi di tengah proyek infrastruktur besar seperti Pelabuhan Patimban Fase 2. Namun, ASM berhasil menjaga rekor keselamatan kerja selama lebih dari satu juta jam kerja. Ini menunjukkan bahwa komitmen terhadap K3 (Keselamatan dan Kesehatan Kerja) bisa diwujudkan lewat sistem yang dan budaya kerja yang mendukung.

1. Penerapan Budaya Speak-Up Safety

Salah satu pilar utama dalam menjaga keselamatan kerja di ASM adalah budaya speak-up safety. Ini adalah prinsip yang mendorong setiap pekerja untuk berani berbicara jika melihat potensi bahaya di . Tidak hanya itu, mereka juga diberi wewenang untuk menghentikan pekerjaan jika kondisi dianggap tidak aman.

Budaya ini menciptakan lingkungan kerja yang lebih transparan dan proaktif dalam menghadapi risiko. Dengan memberikan ruang bagi pekerja untuk bersuara, ASM memastikan bahwa setiap potensi kecelakaan bisa dicegah sebelum terjadi.

2. Integrasi Sistem K3 dalam Operasional Harian

Implementasi K3 di ASM tidak hanya sekadar memenuhi regulasi. Perusahaan mengintegrasikan prinsip keselamatan ke dalam setiap aspek operasional. Dari perencanaan proyek hingga pelaksanaan di lapangan, K3 menjadi bagian yang tidak terpisahkan.

Hal ini terlihat dari pencapaian rekor keselamatan selama pengerjaan proyek strategis nasional. Meski proyek seperti Pelabuhan Patimban memiliki risiko tinggi, ASM mampu menjaga kesehatan dan keselamatan pekerja melalui sistem yang terstruktur dan konsisten.

3. Penghargaan Zero Accident sebagai Bukti Komitmen

Penghargaan Zero Accident yang diterima ASM tidak hanya menjadi pengakuan atas pencapaian operasional. Ini juga menjadi bukti nyata bahwa perusahaan menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan dan tanggung jawab korporasi. Dalam kategori platinum, ASM dinobatkan atas pencapaian nihil kecelakaan dan kinerja optimal Panitia Pembina Keselamatan dan Kesehatan Kerja (P2K3).

Kategori Penghargaan Detail Pencapaian
Zero Accident Platinum 1.200.622 jam kerja tanpa kecelakaan fatal
Periode Penghargaan Maret 2023 – September 2025
Proyek Terkait Pengembangan Pelabuhan Patimban Fase 2

Proyek Pelabuhan Patimban: Infrastruktur dengan Standar Tinggi

Pengembangan Pelabuhan Patimban Fase 2 menjadi salah satu proyek infrastruktur strategis nasional yang tengah dikerjakan ASM. Proyek ini memiliki peran penting dalam mengurangi beban Pelabuhan Tanjung Priok dan memperkuat konektivitas kawasan industri Metropolitan Rebana.

Dengan mencapai Rp3,7 triliun, pelabuhan ini akan memiliki kapasitas terminal kendaraan hingga 600.000 unit CBU dan Terminal Peti Kemas dengan kapasitas awal 3,75 juta TEUs. Di masa depan, kapasitas tersebut bisa meningkat hingga 7,5 juta TEUs.

4. Progres Konstruksi yang Mengesankan

Hingga April 2025, progres konstruksi Pelabuhan Patimban Fase 2 telah mencapai 78 persen. Angka ini menunjukkan komitmen ASM dalam menyelesaikan proyek sesuai jadwal, tanpa mengorbankan standar keselamatan kerja.

Keberhasilan ini tidak lepas dari integrasi sistem K3 dalam setiap tahapan proyek. Dengan pengawasan ketat dan budaya kerja yang mendukung keselamatan, ASM membuktikan bahwa proyek besar bisa diselesaikan dengan aman dan berkualitas.

5. Akses Tol yang Meningkatkan Konektivitas

Pelabuhan Patimban juga dilengkapi dengan akses jalan tol yang terintegrasi. Ini akan mempercepat distribusi dan meningkatkan efisiensi logistik nasional. Dengan konektivitas yang lebih baik, kawasan industri di sekitar pelabuhan akan semakin berkembang.

Keberadaan pelabuhan ini diharapkan menjadi pendorong ekonomi regional dan nasional. Namun, semua ini tidak akan bermakna jika tidak dibangun dengan prinsip keselamatan kerja yang kuat.

6. Visi Jangka Panjang: Pembangunan Berkelanjutan

Faris Muhammad Abdurrahim menegaskan bahwa proyek infrastruktur yang baik bukan hanya yang selesai tepat waktu. Tapi juga yang dibangun dengan standar keselamatan tinggi dan tata kelola yang transparan. Ini adalah esensi dari pembangunan berkelanjutan.

Dengan menjunjung tinggi nilai-nilai keselamatan dan kesehatan kerja, ASM tidak hanya membangun infrastruktur fisik. Tapi juga membangun fondasi moral dan etika korporasi yang tangguh.

Penutup: Keselamatan sebagai Fondasi Utama

Keselamatan kerja bukan lagi pilihan, melainkan keharusan. Di tengah persaingan bisnis yang ketat, perusahaan yang menjunjung tinggi nilai-nilai keselamatan kerja justru akan lebih unggul dalam jangka panjang. PT Anugerah Samudera Madanindo menjadi bukti nyata bahwa komitmen terhadap K3 bisa membawa hasil konkret, baik secara operasional maupun reputasi.

Disclaimer: Data dan pencapaian yang disebutkan dalam ini bersifat valid hingga April 2025. Informasi lebih lanjut dapat berubah seiring perkembangan proyek dan kebijakan perusahaan.

Danang Ismail
Reporter at USAID IUWASH Tangguh

Danang Ismail adalah Reporter USAID IUWASH Tangguh. Jurnalis berpengalaman sejak 2013 dengan keahlian di bidang ekonomi, moneter, perbankan, bansos, dan UMKM.