Nasional

Perempuan UMKM Harus Tingkatkan Kompetensi Wirausaha untuk Perluas Pasar

Rista Wulandari
×

Perempuan UMKM Harus Tingkatkan Kompetensi Wirausaha untuk Perluas Pasar

Sebarkan artikel ini
Perempuan UMKM Harus Tingkatkan Kompetensi Wirausaha untuk Perluas Pasar

Ilustrasi. Foto: Dok istimewa

Perempuan pelaku kecil dan menengah (UMKM) terus mendapat dorongan untuk mengembangkan kemampuan berwirausaha. Bukan sekadar soal menjalankan bisnis, tapi juga memperkuat fondasi usaha agar mampu bersaing di pasar yang semakin . Salah satu upaya nyata yang tengah berjalan adalah program PFpreneur dari Pertamina Foundation.

Program ini dirancang khusus untuk memberdayakan perempuan pelaku UMKM di berbagai sektor, mulai dari fashion, kerajinan, kuliner, hingga agribisnis. Melalui pendekatan terstruktur, PFpreneur membantu para womenpreneur mengembangkan mindset kewirausahaan, memperkuat model bisnis, hingga menguasai keterampilan digital yang kini menjadi keharusan.

Program PFpreneur: Gerbang Awal Menuju Ekosistem UMKM Pertamina

Sebagai bagian dari ekosistem pembinaan UMKM Pertamina, PFpreneur menjadi pintu masuk sebelum peserta melangkah ke tahap selanjutnya seperti UMK Academy dan Pertapreneur Aggregator. Program ini dirancang untuk memberikan fondasi yang kuat agar para pelaku usaha bisa melaju lebih jauh.

Rudi Ariffianto, Vice President CSR & SMEPP Pertamina, menyebut PFpreneur sebagai "gerbang emas" bagi para perempuan pelaku usaha. Mereka tidak hanya dibekali dengan pengetahuan dasar, tapi juga keterampilan yang relevan dengan kebutuhan pasar saat ini.

1. Syarat dan Ketentuan Mengikuti PFpreneur

Bagi perempuan Warga Negara yang ingin bergabung, ada beberapa syarat yang perlu dipenuhi:

  • Berusia minimal 18 tahun
  • Memiliki usaha aktif minimal enam bulan
  • Berada di sektor fashion, kerajinan, kuliner, atau agribisnis
  • Mendaftar secara berkelompok (3–5 orang)
  • Bersedia mengikuti seluruh rangkaian seleksi dan pembinaan

2. Jadwal Pendaftaran dan Tahapan Program

Pendaftaran program PFpreneur dibuka selama satu bulan penuh:

Setelah pendaftaran ditutup, peserta akan melalui tahapan seleksi dan pembinaan yang dirancang untuk memperkuat kapasitas usaha mereka secara menyeluruh.

Fokus pada Penguatan Kapasitas dan Adaptasi Digital

Program PFpreneur tidak hanya soal pelatihan biasa. Pendekatan yang diambil mencakup penguatan mindset, model bisnis, hingga pemanfaatan teknologi digital untuk dan pemasaran. Ini penting karena dunia usaha saat ini semakin bergantung pada digitalisasi.

Perempuan pelaku UMKM juga dituntut untuk adaptif. Mereka harus siap menghadapi perubahan pasar, termasuk kebutuhan konsumen yang terus berkembang. PFpreneur hadir sebagai untuk menjembatani kesenjangan tersebut.

3. Tahapan Pembinaan dalam PFpreneur

  1. Pembekalan mindset kewirausahaan
  2. Penguatan model bisnis
  3. Pengembangan brand produk
  4. Pelatihan digital marketing dan pengelolaan keuangan
  5. Kurasi dan inkubasi bisnis

Setiap tahapan dirancang untuk membangun fondasi usaha yang kokoh dan berkelanjutan.

Kisah Sukses: Sasagu, dari Papua untuk Dunia

Salah satu bukti nyata keberhasilan program ini adalah kisah Sasagu. Perusahaan yang bergerak di bidang pengolahan sagu ini berhasil mengangkat kearifan lokal Papua dan mengubahnya menjadi produk modern yang bebas gluten.

Berbekal riset selama lebih dari empat tahun, Sasagu menghadirkan berbagai produk inovatif seperti cookies, tepung premix, hingga cake berbasis sagu. Tidak hanya itu, mereka juga membangun ekosistem usaha bersama petani dan ibu-ibu pengrajin setempat.

Melalui PFpreneur, Sasagu mampu memperluas jaringan dan kapasitas usaha. Hasilnya, produk mereka kini menembus pasar internasional, termasuk Papua Nugini, Jerman, dan Jepang.

Dukungan Berkelanjutan dari Pertamina Foundation

President Director Pertamina Foundation, Agus Mashud S. Asngari, menekankan bahwa PFpreneur bukan sekadar program pelatihan. Ini adalah inisiatif strategis untuk meningkatkan kapasitas, kemandirian, dan daya saing UMKM perempuan.

“Womenpreneur bukan hanya menjalankan usaha, tetapi juga menjaga ketahanan ekonomi keluarga dan lingkungan sekitarnya,” ujar Agus. Dengan pendekatan terstruktur, PFpreneur diharapkan mampu mencetak perempuan yang tidak hanya tangguh secara bisnis, tetapi juga adaptif terhadap transformasi digital.

Data dan Capaian Program PFpreneur

Sejak diluncurkan pada tahun 2020, PFpreneur telah melatih ribuan perempuan pelaku usaha. Berikut adalah rekap capaian program hingga 2025:

Tahun Peserta Dilatih Jumlah Binaan PFpreneur Capaian Tambahan
2020 1.200 150
2021 1.500 200
2022 1.300 180
2023 1.100 160
2024 1.225 150
2025 7 juara UMK Academy, 6 finalis Pertapreneur Aggregator

Disclaimer: di atas bersifat estimasi dan dapat berubah sewaktu-waktu sesuai dengan laporan resmi Pertamina Foundation.

Mengapa PFpreneur Penting untuk Ekosistem UMKM?

Perempuan pelaku usaha sering kali menghadapi tantangan yang berbeda dibandingkan pria. Mulai dari akses modal, jaringan, hingga keterampilan digital. PFpreneur hadir untuk menjawab tantangan tersebut dengan pendekatan yang holistik dan inklusif.

Program ini tidak hanya memberikan pelatihan, tapi juga membuka peluang kolaborasi dan akses pasar yang lebih luas. Dengan begitu, para womenpreneur bisa tumbuh bersama, saling menguatkan, dan berkontribusi pada perekonomian nasional.

Kesimpulan

Dengan fokus pada penguatan kapasitas dan adaptasi digital, PFpreneur menjadi salah satu program yang membantu perempuan pelaku UMKM untuk berkembang. Tidak hanya soal bertahan, tapi juga berkembang dan bersaing di pasar yang lebih luas.

Bagi para perempuan yang memiliki usaha dan ingin mengembangkannya, program ini bisa menjadi langkah awal yang sangat berarti. Dengan dukungan yang tepat, fondasi usaha yang kuat, dan yang saling menguatkan, masa depan UMKM perempuan terlihat semakin cerah.

Tags: umkm, perempuan, bisnis, wirausaha

Rista Wulandari
Reporter at USAID IUWASH Tangguh

Rista Wulandari adalah Reporter USAID IUWASH Tangguh. Jurnalis senior berpengalaman dengan keahlian di bidang ekonomi, bisnis, industri, dan telekomunikasi.