Pemerintah kembali menyalurkan Tunjangan Hari Raya (THR) Lebaran 2026 bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) dan pensiunan mulai 26 Februari. Tak ketinggalan, para driver ojek online (ojol) juga bakal menerima Bonus Hari Raya (BHR) seperti tahun-tahun sebelumnya. Langkah ini diambil sebagai bagian dari stimulus ekonomi menjelang Idulfitri, yang diharapkan bisa mendorong pertumbuhan ekonomi nasional hingga 5,6 persen di kuartal pertama.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian menyampaikan bahwa baik THR ASN maupun BHR ojol mengalami peningkatan dibanding tahun lalu. Kenaikan ini diharapkan bisa memicu peningkatan daya beli masyarakat, terutama menjelang momen Lebaran yang jatuh di kuartal I tahun ini. Dengan momentum tersebut, pemerintah optimistis konsumsi rumah tangga bakal meningkat signifikan.
Rincian THR ASN dan BHR Ojol Tahun Ini
Penyaluran THR dan BHR tahun ini tidak hanya soal nominal, tapi juga mencakup jumlah penerima yang lebih luas. Pemerintah telah menyiapkan anggaran besar untuk memastikan kesejahteraan aparatur negara dan masyarakat yang bergantung pada sektor digital transportasi.
1. Anggaran THR ASN Naik 10 Persen
Total anggaran THR ASN tahun ini mencapai Rp55 triliun, naik dari Rp49 triliun tahun lalu. Kenaikan ini mencerminkan komitmen pemerintah dalam menjaga kesejahteraan ASN menjelang Lebaran.
2. Pembagian THR Berdasarkan Kelompok Penerima
- ASN Pusat (termasuk TNI dan Polri): 2,4 juta penerima dengan alokasi Rp22,2 triliun
- ASN Daerah: 4,3 juta penerima dengan anggaran Rp20,2 triliun
- Pensiunan: 3,8 juta penerima dengan dana Rp12,7 triliun
3. Komponen THR yang Dibayarkan Penuh
THR tahun ini mencakup seluruh komponen gaji, termasuk:
- Gaji pokok
- Tunjangan keluarga
- Tunjangan pangan
- Tunjangan jabatan
- Tunjangan kinerja
Bonus Hari Raya untuk Ojol Naik Signifikan
Tak hanya ASN, para driver ojek online juga mendapat perhatian khusus lewat peningkatan BHR. Tahun lalu, stimulus untuk ojol hanya separuh dari tahun ini. Kenaikan ini diharapkan bisa meningkatkan pendapatan harian para driver, terutama menjelang Lebaran saat permintaan layanan transportasi meningkat.
Pemerintah menyadari bahwa sektor ojek online telah menjadi bagian penting dari ekosistem ekonomi digital. Oleh karena itu, BHR bukan sekadar bentuk apresiasi, tapi juga alat untuk mendorong perputaran uang di masyarakat.
Target Ekonomi Naik Jadi 5,6 Persen
Dengan stimulus THR dan BHR yang lebih besar, pemerintah menargetkan pertumbuhan ekonomi nasional di kuartal I bisa mencapai 5,4 hingga 5,6 persen. Target ini lebih tinggi dibandingkan capaian kuartal IV tahun lalu.
Momentum Idulfitri yang jatuh di awal tahun memberi peluang besar bagi peningkatan konsumsi rumah tangga. Apalagi dengan peningkatan daya beli ASN dan driver ojol, dampaknya bisa dirasakan di berbagai sektor, mulai dari ritel hingga jasa.
Dampak THR dan BHR terhadap Daya Beli Masyarakat
THR dan BHR bukan sekadar uang tambahan. Keduanya menjadi salah satu pendorong utama konsumsi menjelang Lebaran. Uang yang diterima ASN dan driver ojol biasanya langsung digunakan untuk kebutuhan pokok, perayaan, dan tabungan jangka pendek.
Dengan peningkatan THR dan BHR tahun ini, pemerintah berharap roda ekonomi bisa berputar lebih cepat. Terutama di sektor-sektor yang sensitif terhadap peningkatan konsumsi, seperti perdagangan, kuliner, dan transportasi.
Jadwal Pencairan THR dan BHR
| Kelompok Penerima | Tanggal Pencairan | Jumlah Penerima | Alokasi Anggaran |
|---|---|---|---|
| ASN Pusat (TNI/Polri) | 26 Februari 2026 | 2,4 juta | Rp22,2 triliun |
| ASN Daerah | Maret 2026 | 4,3 juta | Rp20,2 triliun |
| Pensiunan | Maret 2026 | 3,8 juta | Rp12,7 triliun |
| Driver Ojol | April 2026 | – | Disesuaikan dengan mitra digital |
Disclaimer: Jadwal dan jumlah penerima bisa berubah tergantung kebijakan teknis lebih lanjut dari pemerintah.
Strategi Stimulus Menjelang Lebaran
Pemerintah tidak hanya mengandalkan THR dan BHR. Sejumlah kebijakan lain juga dirancang untuk memperkuat daya tahan ekonomi menjelang dan sesudah Lebaran. Mulai dari pengawasan harga sembako hingga insentif bagi pelaku usaha kecil.
Langkah-langkah ini diambil agar stimulus ekonomi tidak hanya berdampak jangka pendek, tapi juga bisa memperkuat fondasi ekonomi nasional ke depannya.
Harapan Ekonomi Lebaran 2026
Momen Lebaran tahun ini diharapkan bisa menjadi awal yang baik bagi pemulihan ekonomi nasional. Apalagi dengan peningkatan THR dan BHR, masyarakat diharapkan lebih percaya diri dalam berkonsumsi.
Peningkatan konsumsi ini tidak hanya menguntungkan pelaku usaha, tapi juga menciptakan efek domino positif di berbagai sektor. Termasuk peningkatan pendapatan negara melalui pajak dan retribusi.
Penutup
THR dan BHR tahun ini bukan sekadar soal angka. Ini adalah bagian dari strategi pemerintah dalam menjaga momentum ekonomi tetap positif menjelang Idulfitri. Dengan peningkatan anggaran dan penyaluran yang tepat sasaran, diharapkan masyarakat bisa merasakan manfaatnya secara langsung.
Namun, perlu diingat bahwa angka dan jadwal yang disebutkan bersifat estimasi dan bisa berubah sewaktu-waktu tergantung situasi dan kebijakan teknis lebih lanjut.
Rista Wulandari adalah Reporter USAID IUWASH Tangguh. Jurnalis senior berpengalaman dengan keahlian di bidang ekonomi, bisnis, industri, dan telekomunikasi.













