Penurunan premi asuransi kendaraan bermotor di tahun 2025 mencatatkan kontraksi sebesar 4,2% secara year-on-year, menyentuh angka Rp19,01 triliun. Data ini mencerminkan tantangan serius yang sedang dihadapi industri asuransi kendaraan, terutama di tengah dinamika eksternal yang terus berubah.
Menurut Edwin Sugianto, Direktur PT AXA Insurance Indonesia, ada tiga faktor utama yang menyebabkan penurunan ini. Faktor-faktor tersebut tidak hanya berasal dari dalam industri, tapi juga dari perubahan perilaku masyarakat serta kondisi makroekonomi yang sedang berlangsung.
Penyebab Utama Turunnya Premi Asuransi Kendaraan
- Perlambatan penjualan kendaraan baru di pasar domestik
- Peningkatan efisiensi penggunaan kendaraan oleh masyarakat
- Perubahan perilaku konsumen terhadap pengeluaran
1. Perlambatan Penjualan Kendaraan Baru
Salah satu faktor besar yang menyebabkan turunnya permintaan asuransi kendaraan adalah melambatnya penjualan kendaraan baru. Saat permintaan terhadap mobil dan motor menurun, maka permintaan terhadap produk asuransi yang menyertainya juga ikut menyusut.
Ini adalah dampak langsung dari situasi ekonomi yang belum sepenuhnya pulih. Banyak konsumen menunda pembelian kendaraan karena pertimbangan harga, ketersediaan produk, hingga kebijakan kredit yang ketat.
2. Efisiensi Penggunaan Kendaraan dan Mobilitas
Fenomena pergeseran kebiasaan masyarakat juga turut berkontribusi. Semakin banyak orang yang memilih moda transportasi alternatif seperti ojek online, angkutan umum, atau bahkan bekerja dari rumah, penggunaan kendaraan pribadi menjadi lebih jarang.
Akibatnya, risiko yang dihadapi kendaraan juga berkurang. Ini membuat beberapa pemilik kendaraan merasa kurang terdorong untuk membeli asuransi, karena intensitas penggunaan kendaraan mereka tidak sepadat sebelumnya.
3. Perubahan Perilaku Konsumen
Di tengah ketidakpastian ekonomi, konsumen menjadi lebih selektif dalam mengeluarkan dana. Banyak yang memprioritaskan kebutuhan pokok dan mengurangi pengeluaran non-esensial, termasuk asuransi kendaraan.
Meski asuransi bisa dianggap sebagai bentuk proteksi, namun dalam pandangan sebagian masyarakat, produk ini belum menjadi prioritas utama saat anggaran terbatas.
Strategi AXA Insurance Menghadapi Tantangan Ini
Meski menghadapi tantangan, AXA Insurance tidak tinggal diam. Perusahaan terus mengembangkan strategi untuk menjaga eksistensi dan pertumbuhan di segmen asuransi kendaraan bermotor.
Berikut beberapa langkah yang diambil:
- Memperkuat nilai tambah produk dengan perlindungan yang lebih komprehensif
- Meningkatkan akses digital untuk proses pembelian dan klaim
- Memperluas kolaborasi dengan mitra bisnis di ekosistem otomotif
- Meningkatkan edukasi masyarakat tentang pentingnya asuransi kendaraan
Langkah-langkah ini dirancang untuk menjawab kebutuhan konsumen yang terus berkembang, sekaligus memperkuat posisi AXA di tengah persaingan industri.
1. Inovasi Produk yang Lebih Relevan
AXA fokus pada pengembangan produk yang tidak hanya melindungi kendaraan, tapi juga memberikan nilai tambah. Misalnya, perlindungan tambahan untuk kecelakaan, pencurian, atau kerusakan akibat bencana alam.
Dengan menyesuaikan produk dengan kebutuhan nyata pengguna kendaraan saat ini, AXA berharap bisa menarik lebih banyak minat konsumen.
2. Peningkatan Akses Digital
Proses pembelian dan klaim asuransi kini bisa dilakukan secara digital. Ini memberikan kemudahan dan transparansi yang lebih besar bagi nasabah.
AXA terus mengembangkan platform digitalnya agar lebih cepat, aman, dan mudah digunakan. Tujuannya, agar nasabah tidak lagi merasa ribet saat membeli atau mengajukan klaim.
3. Kolaborasi dengan Mitra Bisnis
AXA memperluas jaringan kerja sama dengan dealer kendaraan, perusahaan pembiayaan, dan jasa keuangan lainnya. Dengan begitu, produk asuransi bisa lebih mudah dijangkau oleh calon nasabah.
Kolaborasi ini juga membuka peluang integrasi perlindungan langsung saat pembelian kendaraan, sehingga konsumen tidak perlu repot mencari asuransi secara terpisah.
4. Edukasi Risiko dan Perlindungan
AXA juga aktif melakukan edukasi kepada masyarakat tentang pentingnya asuransi kendaraan. Terutama di tengah kondisi lalu lintas dan cuaca yang dinamis, proteksi kendaraan sangat diperlukan.
Melalui kampanye digital dan kegiatan komunitas, AXA berupaya meningkatkan kesadaran masyarakat akan manfaat asuransi kendaraan.
Proyeksi Asuransi Kendaraan di Tahun 2026
Edwin Sugianto optimistis bahwa di tahun 2026, asuransi kendaraan bermotor akan kembali menunjukkan pertumbuhan. Apalagi seiring dengan pemulihan aktivitas ekonomi dan meningkatnya mobilitas masyarakat.
Tabel berikut menunjukkan proyeksi pertumbuhan premi asuransi kendaraan bermotor berdasarkan skenario berbeda:
| Skenario | Pertumbuhan Premi (2026) | Catatan |
|---|---|---|
| Optimis | +5,2% | Didukung pemulihan ekonomi dan peningkatan penjualan kendaraan |
| Normal | +2,8% | Stabil, sejalan dengan kondisi makroekonomi saat ini |
| Pessimis | -1,5% | Perlambatan ekonomi dan mobilitas masyarakat menurun |
Disclaimer: Proyeksi ini bersifat prediktif dan dapat berubah tergantung pada perkembangan ekonomi, kebijakan pemerintah, dan kondisi pasar.
Kesimpulan
Penurunan premi asuransi kendaraan bermotor di tahun 2025 memang mencerminkan tantangan besar bagi industri. Namun, dengan pendekatan strategis dan inovasi yang tepat, AXA Insurance tetap bisa menjaga eksistensinya.
Langkah-langkah seperti pengembangan produk, digitalisasi layanan, dan kolaborasi dengan mitra bisnis menjadi fondasi penting dalam menghadapi perubahan. Di masa depan, segmen ini masih memiliki potensi besar untuk tumbuh kembali, terutama jika didukung oleh pemulihan ekonomi dan kesadaran masyarakat yang meningkat.
Retno Ramadhanti adalah Reporter USAID IUWASH Tangguh. Jurnalis berpengalaman dengan keahlian di bidang ekonomi, bisnis, ritel, dan inklusi keuangan.









