Kabar baik datang buat Keluarga Penerima Manfaat (KPM) Program Keluarga Harapan (PKH) di Jawa Timur. Pemerintah daerah setempat kembali menyalurkan bantuan sosial tambahan senilai Rp500.000 per keluarga. Bantuan ini diberi nama PKH Plus dan ditujukan khusus untuk kelompok rentan yang memenuhi kriteria tertentu.
Program ini bukan bagian dari bansos nasional, melainkan bantuan khusus yang dibiayai dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Provinsi Jawa Timur. Artinya, penerima PKH di daerah lain belum tentu mendapat tambahan ini. Penyaluran dilakukan tiga bulanan melalui Bank Jatim, bukan melalui kartu KKS merah putih seperti biasanya.
Kriteria Penerima Bansos PKH Plus
Tidak semua penerima PKH otomatis berhak mendapatkan bantuan tambahan ini. Ada syarat ketat yang harus dipenuhi agar bisa masuk dalam daftar penerima. Berikut adalah kriteria utama yang digunakan dalam seleksi penerima PKH Plus.
1. Usia Lansia di Atas 70 Tahun
Salah satu syarat utama adalah usia. Lansia yang berusia di atas 70 tahun menjadi prioritas utama dalam program ini. Usia lanjut sering kali membuat mereka rentan secara ekonomi dan sosial, terutama jika tidak memiliki penghasilan tetap.
2. Berada dalam Desil Sosial Ekonomi Sangat Rendah
Selain usia, kondisi ekonomi juga menjadi pertimbangan. Penerima harus berada dalam desil sosial ekonomi sangat rendah. Artinya, keluarga ini termasuk dalam kelompok masyarakat yang paling rentan secara finansial dan sosial.
3. Kuota Terbatas
Meski kriterianya terpenuhi, tidak semua lansia yang memenuhi syarat akan langsung mendapat bantuan. Penyaluran dibatasi oleh kuota yang telah ditentukan. Ini berarti hanya sebagian dari jumlah penerima PKH yang akan mendapat tambahan Rp500.000 ini.
Mekanisme Pencairan dan Jadwalnya
Proses penyaluran bansos PKH Plus tidak dilakukan secara tunai atau langsung. Semuanya dilakukan melalui sistem perbankan untuk memastikan transparansi dan efisiensi penyaluran.
1. Pencairan Melalui Bank Jatim
Bantuan ini disalurkan langsung ke rekening penerima melalui Bank Jatim. Ini berbeda dengan bansos PKH biasanya yang menggunakan kartu KKS. Penerima tidak perlu datang ke loket pembayaran, dana akan masuk langsung ke rekening.
2. Cair Setiap 3 Bulan Sekali
Pencairan dilakukan tiga bulanan. Artinya, setiap penerima akan mendapat tambahan Rp500.000 setiap tiga bulan sekali. Jadwal ini memungkinkan pengelola program untuk melakukan evaluasi dan verifikasi penerima secara berkala.
3. Verifikasi Data Penerima Dilakukan Secara Berkala
Untuk memastikan bantuan tepat sasaran, pemerintah daerah akan melakukan verifikasi data penerima secara berkala. Ini termasuk pengecekan kondisi sosial ekonomi dan kelayakan penerima secara menyeluruh.
Perbandingan Bansos PKH Biasa dan PKH Plus
| Aspek | PKH Reguler | PKH Plus |
|---|---|---|
| Sumber Dana | APBN | APBD Jawa Timur |
| Besaran Bantuan | Rp300.000/bulan | Rp500.000/3 bulan |
| Metode Pencairan | Kartu KKS | Rekening Bank Jatim |
| Target Penerima | Semua KPM PKH | Lansia >70 tahun |
| Kriteria Tambahan | – | Desil sosial ekonomi rendah |
| Kuota | Tidak dibatasi | Terbatas |
Tips untuk Penerima yang Memenuhi Kriteria
Bagi keluarga yang memiliki anggota lansia dan memenuhi kriteria PKH Plus, ada beberapa hal yang bisa dilakukan agar tidak melewatkan kesempatan ini.
1. Pastikan Data Terdaftar di DTKS
Data penerima PKH biasanya diambil dari Database Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS). Pastikan data keluarga sudah terdaftar dan terverifikasi di sana agar tidak terlewat saat seleksi penerima.
2. Cek Status Bansos Secara Berkala
Gunakan layanan cek bansos online atau kunjungi kantor kelurahan untuk memastikan apakah keluarga termasuk dalam daftar penerima PKH Plus. Informasi ini biasanya diumumkan secara bertahap.
3. Siapkan Rekening Bank Jatim
Karena pencairan dilakukan melalui Bank Jatim, pastikan keluarga sudah memiliki rekening aktif. Jika belum, segera buat di cabang terdekat agar tidak menghambat proses penyaluran.
Pentingnya Bansos untuk Kelompok Rentan
Bantuan sosial seperti PKH Plus memiliki peran penting dalam menjaga kesejahteraan kelompok rentan, terutama lansia. Mereka yang tidak memiliki penghasilan tetap dan berada dalam desil ekonomi rendah sangat bergantung pada bantuan ini untuk memenuhi kebutuhan dasar.
Program ini juga mencerminkan perhatian pemerintah daerah terhadap kesejahteraan warga, khususnya di tengah kondisi ekonomi yang masih pulih pasca-pandemi. Bansos bukan hanya soal uang, tapi juga bentuk pengakuan terhadap hak dasar warga untuk hidup layak.
Disclaimer
Informasi dalam artikel ini bersifat umum dan dapat berubah sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya. Besaran bantuan, jadwal penyaluran, dan kriteria penerima bisa disesuaikan dengan kebijakan terbaru dari pemerintah daerah. Untuk informasi resmi dan terkini, selalu merujuk pada sumber resmi pemerintah atau situs Dinas Sosial setempat.
Fadhly Ramadan adalah Reporter USAID IUWASH Tangguh. Jurnalis ekonomi berpengalaman dengan keahlian di bidang finansial, investasi, dan bisnis.













