Asuransi

Manulife Sebut 4 Strategi Dorong Premi via Bancassurance

Herdi Alif Al Hikam
×

Manulife Sebut 4 Strategi Dorong Premi via Bancassurance

Sebarkan artikel ini
Manulife Sebut 4 Strategi Dorong Premi via Bancassurance

PT Asuransi Jiwa Manulife Indonesia menilai bancassurance sebagai salah satu saluran distribusi yang paling efektif untuk menjangkau nasabah dengan beragam kebutuhan. Kanal ini memungkinkan perusahaan menyasar pelanggan lewat jaringan perbankan yang luas, sekaligus menjadi pilar penting dalam menjaga stabilitas dan pertumbuhan premi.

Chief Bancassurance Officer Manulife Indonesia, Kah Jing Lee, menjelaskan bahwa strategi yang diterapkan saat ini tidak hanya bertujuan mempertahankan performa, tetapi juga meningkatkan kontribusi bancassurance terhadap total pendapatan premi. Dalam perkembangannya, ada empat jurus utama yang digunakan Manulife untuk mendorong kenaikan premi lewat kanal ini.

Pilar Utama di Balik Kenaikan Premi Bancassurance

Menurut Kah Jing Lee, keberhasilan bancassurance tidak serta merta terjadi begitu saja. Ada beberapa faktor strategis yang perlu diperhatikan dan terus ditingkatkan agar kanal ini tetap relevan dan produktif. Berikut ini adalah empat jurus utama yang digunakan Manulife dalam mengoptimalkan bancassurance.

1. Penguatan Kolaborasi Strategis dengan Mitra Perbankan

yang erat dengan mitra perbankan menjadi fondasi awal dalam menjaga konsistensi distribusi produk asuransi. Manulife tidak hanya sekadar menjadi mitra, tetapi juga berperan aktif dalam menyusun strategi penjualan yang disesuaikan dengan target nasabah masing-masing bank.

Langkah ini mencakup pengembangan produk yang relevan dan mudah dipahami oleh nasabah. Dengan begitu, proses edukasi dan penjualan bisa berjalan lebih efektif di lapangan.

2. Optimalisasi Customer Experience di Seluruh Tahapan

Pengalaman pelanggan menjadi fokus utama dalam setiap interaksi. Manulife terus meningkatkan kualitas , baik saat proses penjualan maupun setelah nasabah memiliki polis. Tujuannya agar nasabah tidak hanya puas, tapi juga loyal terhadap produk dan layanan yang diberikan.

Dengan sistem yang lebih cepat dan transparan, nasabah bisa lebih mudah mengakses informasi, melakukan klaim, atau berkonsultasi terkait perlindungan mereka.

3. Peningkatan Kapabilitas Tenaga Pemasar di Jaringan Bank

Manulife menyadari bahwa kualitas tenaga pemasar sangat menentukan keberhasilan distribusi produk. Oleh karena itu, pelatihan berkelanjutan menjadi bagian penting dalam strategi ini. Para agen atau staff bank yang terlibat dalam penjualan asuransi dilatih untuk memahami produk secara mendalam.

Selain itu, mereka juga dibekali dengan kemampuan edukasi keuangan agar bisa memberikan solusi yang lebih tepat sasaran kepada nasabah.

4. Pemanfaatan Teknologi dan Analitik Data

Teknologi menjadi alat bantu penting dalam memahami perilaku nasabah dan meningkatkan operasional. Manulife terus mengembangkan sistem berbasis data untuk memberikan rekomendasi produk yang lebih personal dan relevan.

Dengan pendekatan berbasis analitik, perusahaan bisa mengidentifikasi potensi nasabah baru, serta meningkatkan retensi terhadap pelanggan lama.

Proyeksi dan Tantangan di Kanal Bancassurance

Meski menghadapi tantangan tertentu, bancassurance masih diproyeksikan sebagai kanal yang akan terus memberikan kontribusi besar terhadap asuransi jiwa. Ekosistem perbankan yang kuat dan kepercayaan nasabah terhadap institusi keuangan menjadi utama.

Namun, data dari Asosiasi (AAJI) mencatat bahwa total premi bancassurance pada kuartal III turun 4,2% secara year-on-year menjadi Rp55,28 triliun. Penurunan ini dipengaruhi oleh berbagai faktor, baik eksternal seperti kondisi makro maupun internal seperti adaptasi terhadap baru.

Meski begitu, Manulife tetap optimistis. Perusahaan melihat tren ini sebagai siklus sementara dan terus memperkuat sinergi dengan mitra bank untuk mendorong pemulihan dan pertumbuhan berkelanjutan.

Performa Manulife di Awal 2026

Sebagai gambaran kinerja, Manulife mencatat pendapatan premi sebesar Rp824,49 miliar per Januari 2026. Angka ini naik 2,39% dibanding periode yang sama tahun sebelumnya. Sementara itu, klaim dan manfaat yang dibayarkan mencapai Rp292,23 miliar, turun 4,96% secara tahunan.

Yang menarik, laba setelah pajak perusahaan melonjak hingga 279% menjadi Rp833,28 miliar. Lonjakan ini menunjukkan bahwa strategi yang diterapkan selama ini mulai membuahkan hasil, terutama dalam efisiensi biaya dan optimalisasi pendapatan.

Tabel Performa Keuangan Manulife Per Januari 2026

Kategori Jumlah Perubahan YoY
Pendapatan Premi Rp824,49 miliar +2,39%
Klaim & Manfaat Dibayar Rp292,23 miliar -4,96%
Laba Setelah Pajak Rp833,28 miliar +279%

Catatan: Data di atas bersifat preliminary dan dapat berubah sewaktu-waktu sesuai dengan laporan resmi perusahaan.

Kesimpulan

Bancassurance tetap menjadi salah satu saluran distribusi yang strategis bagi Manulife. Dengan pendekatan yang tepat, mulai dari kolaborasi yang kuat hingga pemanfaatan teknologi, perusahaan berhasil menjaga performa bahkan meningkatkan kontribusi premi dari kanal ini.

Meski industri menghadapi tantangan jangka pendek, Manulife optimis bahwa bancassurance akan kembali menunjukkan pertumbuhan yang positif di masa mendatang.

Disclaimer: Data dan angka dalam artikel ini bersifat preliminary dan dapat berubah sewaktu-waktu. Mohon merujuk ke laporan resmi perusahaan untuk informasi lebih .

Herdi Alif Al Hikam
Reporter at USAID IUWASH Tangguh

Herdi Susianto adalah Reporter USAID IUWASH Tangguh. Jurnalis ekonomi berpengalaman dengan keahlian di bidang bisnis, infrastruktur, dan transportasi.