Perbankan

Grab Pertebal Kepemilikan, Borong 253,9 Juta Saham Superbank (SUPA)

Retno Ayuningrum
×

Grab Pertebal Kepemilikan, Borong 253,9 Juta Saham Superbank (SUPA)

Sebarkan artikel ini
Grab Pertebal Kepemilikan, Borong 253,9 Juta Saham Superbank (SUPA)

Grab kembali memperkuat posisinya di ekosistem keuangan digital Tanah Air. Melalui usahanya, Pte. Ltd., perusahaan ride-hailing raksasa Asia Tenggara ini menambah kepemilikan saham di PT Super Tbk. (SUPA). Transaksi terbaru ini mencatatkan penambahan 253,9 juta saham, yang membuat porsi kepemilikan Grab naik dari 14,29% menjadi 15,04%.

Langkah ini merupakan bagian dari Grab untuk memperdalam layanan keuangan dalam platform-nya. Dua transaksi pembelian dilakukan dalam waktu singkat, yakni pada 24 dan 25 . Tujuan pembelian ini dinyatakan sebagai investasi jangka panjang, tanpa mengubah status A5-DB Holdings sebagai pemegang saham non-pengendali.

Rangkaian Transaksi Terbaru Grab di SUPA

Grab tidak langsung membeli saham SUPA dalam satu kali transaksi besar. Sebaliknya, perusahaan ini melakukan sejumlah pembelian bertahap dalam waktu yang relatif dekat. Pendekatan ini memungkinkan fleksibilitas dalam manajemen dana dan pengurangan risiko pasar.

1. Pembelian Saham Tahap Pertama (24 Februari 2026)

Pada transaksi pertama, A5-DB Holdings memborong 130 juta saham SUPA dengan Rp1.100 per saham. Nilai total transaksi mencapai Rp143 miliar. Harga ini tergolong kompetitif mengingat tren harga saham SUPA sejak awal tahun.

2. Pembelian Saham Tahap Kedua (25 Februari 2026)

Sehari setelahnya, Grab kembali membeli 123,91 juta saham SUPA. Kali ini, harga per saham sedikit naik menjadi Rp1.150. Nilai transaksi pun mencapai sekitar Rp142,5 miliar. Dengan dua transaksi ini, total investasi Grab dalam dua hari mencapai Rp285,5 miliar.

Akumulasi Investasi Grab di SUPA Sejak Awal Februari

Transaksi terbaru ini bukan satu-satunya langkah investasi yang diambil Grab di SUPA sepanjang Februari 2026. Sebelumnya, A5-DB Holdings juga telah melakukan tiga kali pembelian saham SUPA dalam minggu yang sama.

1. Pembelian 158,07 Juta Saham (6 Februari 2026)

Pada awal bulan, Grab memborong 158,07 juta saham SUPA seharga Rp899 per saham. Total nilai transaksi mencapai Rp142,1 miliar. Ini menjadi langkah awal penguatan posisi di perusahaan fintech yang tengah mengembangkan layanan perbankan digital.

2. Pembelian 79 Juta Saham (18 Februari 2026)

Dua minggu kemudian, Grab kembali membeli 79 juta saham SUPA dengan harga Rp1.100 per saham. Nilai transaksi kali ini adalah Rp86,9 miliar. Harga yang lebih tinggi menunjukkan bahwa investor mulai melihat potensi pertumbuhan SUPA di .

3. Pembelian 120 Juta Saham (23 Februari 2026)

Hari sebelum transaksi terbaru, Grab melakukan pembelian ketiga sebanyak 120 juta saham SUPA. Harga tetap di level Rp1.100 per saham, dengan nilai total transaksi mencapai Rp132 miliar.

Dengan ketiga transaksi ini, total saham SUPA yang telah diborong oleh Grab sejak awal Februari mencapai 357,07 juta saham. Total investasi yang telah dikeluarkan pun menyentuh angka Rp361 miliar.

Struktur Kepemilikan Saham SUPA

Grab bukan satu-satunya pemain besar yang memiliki saham di SUPA. Struktur kepemilikan saham SUPA cukup diversifikasi, dengan sejumlah investor strategis dari dalam dan luar negeri.

  • A5-DB Holdings Pte Ltd (anak Grab): 15,04%
  • PT Kudo Teknologi Indonesia (juga bagian dari Grab): kepemilikan tambahan
  • PT Elang Media Visitama (Grup Emtek): pemegang saham besar
  • Singtel Alpha Investment Pte Ltd: investor asing
  • KakaoBank Corp: investor fintech Korea Selatan
  • GXS Bank Pte. Ltd.: bank digital Singapura

Tujuan Investasi Grab di SUPA

Langkah Grab yang terus menambah kepemilikan saham di SUPA bukan tanpa alasan. Perusahaan melihat potensi besar dari layanan perbankan digital yang dikembangkan oleh SUPA. Dengan integrasi yang lebih erat, Grab bisa mempercepat pengembangan layanan keuangan seperti pembayaran, pinjaman, dan tabungan dalam satu ekosistem.

Selain itu, peningkatan kepemilikan ini juga bisa menjadi langkah antisipatif terhadap potensi valuasi yang lebih tinggi di masa depan. Semakin banyak saham yang dikontrol, semakin besar pengaruh Grab terhadap arah pengembangan SUPA.

Tabel Rangkuman Transaksi Saham Grab di SUPA (Februari 2026)

Tanggal Jumlah Saham (juta) Harga per Saham (Rp) Nilai Transaksi (miliar Rp)
6 Februari 158,07 899 142,1
18 Februari 79 1.100 86,9
23 Februari 120 1.100 132
24 Februari 130 1.100 143
25 Februari 123,91 1.150 142,5
Total 610,98 646,5

Catatan: Data bersifat akumulatif dan dapat berubah sesuai laporan resmi Bursa Efek Indonesia.

Potensi Dampak ke Pasar dan Investor SUPA

Dengan peningkatan kepemilikan dari Grab, investor lain di SUPA pun bisa melihat langkah ini sebagai sinyal positif. Apalagi, Grab dikenal sebagai pemain yang strategis dalam membangun ekosistem digital. Kehadiran mereka di jajaran pemegang saham besar bisa meningkatkan kepercayaan investor terhadap prospek SUPA.

Namun, perlu dicatat bahwa meskipun kepemilikan Grab terus bertambah, statusnya tetap sebagai pemegang saham non-pengendali. Artinya, keputusan strategis utama tetap berada di tangan manajemen dan pemegang saham mayoritas lainnya.

Kesimpulan

Grab terus memperkuat jejaknya di sektor fintech lewat peningkatan kepemilikan saham di SUPA. Dengan total investasi lebih dari Rp640 miliar sepanjang Februari 2026, langkah ini menunjukkan komitmen serius Grab dalam membangun layanan keuangan digital yang terintegrasi. Investor SUPA pun bisa melihat perkembangan ini sebagai indikator positif terhadap valuasi dan prospek jangka panjang saham SUPA.

Disclaimer: Data dan angka dalam artikel ini bersifat akumulatif berdasarkan laporan resmi Bursa Efek Indonesia dan dapat berubah sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.

Retno Ayuningrum
Reporter at USAID IUWASH Tangguh

Retno Ramadhanti adalah Reporter USAID IUWASH Tangguh. Jurnalis berpengalaman dengan keahlian di bidang ekonomi, bisnis, ritel, dan inklusi keuangan.