Bank Mandiri memulai tahun 2026 dengan kinerja yang solid, menunjukkan ketangguhan sekaligus komitmen kuat terhadap penguatan ekonomi kerakyatan. Di awal tahun, bank ini mencatat pertumbuhan kredit sebesar 15,62 persen secara tahunan, mencapai total Rp1.511,4 triliun. Angka ini bukan sekadar pencapaian statistik, tapi cerminan dari strategi bisnis yang fokus pada sektor produktif, terutama UMKM dan pelaku usaha lokal.
Pertumbuhan kredit yang sehat turut mendorong total aset Bank Mandiri naik 13,96 persen secara tahunan, mencapai Rp2.191,9 triliun. Lonjakan ini menunjukkan bahwa bank tetap menjaga kualitas ekspansi bisnisnya, seiring dengan penguatan fungsi intermediasinya di awal tahun.
Fundamental Kuat, Dukung Ekonomi Nasional
Pertumbuhan yang konsisten tidak lepas dari strategi pengelolaan risiko yang ketat dan sinergi internal. Bank Mandiri terus memperkuat posisinya sebagai mitra strategis pemerintah dalam mendorong struktur ekonomi nasional yang lebih inklusif dan berkelanjutan.
1. Penyaluran Kredit yang Terarah
Bank Mandiri fokus menyalurkan kredit ke sektor produktif, terutama ekosistem UMKM dan pelaku usaha di berbagai daerah. Ini bukan hanya soal pertumbuhan angka, tapi juga pemerataan dampak ekonomi.
2. Penguatan Dana Pihak Ketiga (DPK)
Dana Pihak Ketiga (DPK) Bank Mandiri tercatat mencapai Rp1.635,5 triliun, naik 17,29 persen secara tahunan. Peningkatan ini sejalan dengan strategi optimalisasi pendanaan dan penguatan basis nasabah yang semakin luas.
3. Rasio CASA Stabil di Level 73 Persen
Komposisi dana yang sehat terlihat dari rasio Current Account Saving Account (CASA) yang stabil di level 73 persen. Angka ini membantu menekan biaya dana dan memperkuat likuiditas bank.
Kinerja Keuangan Menjanjikan
Selain pertumbuhan aset dan kredit, kinerja keuangan Bank Mandiri juga menunjukkan tren positif. Laba bersih bank mencapai Rp4,65 triliun per Januari 2026, naik 16,18 persen secara tahunan. Kenaikan ini didukung oleh peningkatan pendapatan bunga bersih dan efisiensi biaya operasional.
1. Pendapatan Bunga Bersih Naik 10,2 Persen
Pendapatan bunga bersih (Net Interest Income/NII) tumbuh 10,2 persen secara tahunan. Ini menunjukkan bahwa bank mampu memaksimalkan selisih antara pendapatan dari kredit dan biaya dana.
2. Biaya Dana Turun Jadi 2,06 Persen
Cost of Fund (CoF) turun 27 basis poin dibandingkan bulan sebelumnya, mencatatkan level 2,06 persen. Penurunan ini berkontribusi langsung terhadap efisiensi biaya operasional.
3. Pendapatan Non-Bunga Tumbuh 16,1 Persen
Fee Based Income (FBI) recurring tumbuh 16,1 persen secara tahunan. Ini menunjukkan bahwa aktivitas transaksi nasabah semakin tinggi, terutama di layanan digital.
Efisiensi Operasional dan Digitalisasi
Bank Mandiri terus meningkatkan efisiensi operasionalnya. Rasio Cost to Income (CIR) turun menjadi 37,75 persen, lebih rendah dibandingkan bulan sebelumnya yang masih di atas 40 persen. Penurunan ini mencerminkan pengelolaan biaya yang lebih efektif.
1. Transaksi Digital Naik 49,3 Persen
Livin’ by Mandiri mencatat pertumbuhan transaksi digital sebesar 49,3 persen secara tahunan. Platform ini menjadi salah satu pendorong utama efisiensi dan inklusi keuangan.
2. Kopra by Mandiri Naik 27 Persen
Kopra by Mandiri, platform kolaborasi lintas sektor, juga menunjukkan peningkatan aktivitas sebesar 27 persen secara tahunan. Ini menunjukkan semakin banyaknya mitra yang terlibat dalam ekosistem keuangan digital.
3. Transaksi Treasury Naik 33 Persen
Transaksi treasury juga meningkat 33 persen secara tahunan, sejalan dengan penguatan layanan pengelolaan finansial yang menyeluruh bagi nasabah korporasi dan ritel.
Tabel Ringkasan Kinerja Keuangan Bank Mandiri Januari 2026
| Indikator | Nilai | Pertumbuhan (YoY) |
|---|---|---|
| Total Aset | Rp2.191,9 triliun | +13,96% |
| Realisasi Kredit | Rp1.511,4 triliun | +15,62% |
| Dana Pihak Ketiga (DPK) | Rp1.635,5 triliun | +17,29% |
| Rasio CASA | 73% | Stabil |
| Laba Bersih | Rp4,65 triliun | +16,18% |
| Pendapatan Bunga Bersih (NII) | – | +10,2% |
| Fee Based Income (FBI) | – | +16,1% |
| Cost of Fund (CoF) | 2,06% | -27 basis poin |
| Cost to Income Ratio (CIR) | 37,75% | Turun dari >40% |
| Transaksi Digital (Livin’) | – | +49,3% |
| Aktivitas Kopra by Mandiri | – | +27% |
| Transaksi Treasury | – | +33% |
Penutup
Bank Mandiri berhasil menjaga momentum pertumbuhan di awal 2026 dengan fundamental yang solid. Fokus pada sektor produktif, efisiensi biaya, serta percepatan digitalisasi menjadi pilar utama kinerja bank ini. Dengan strategi yang terintegrasi, Bank Mandiri tidak hanya tumbuh, tapi juga turut memperkuat ekonomi kerakyatan secara berkelanjutan.
Disclaimer: Data dalam artikel ini bersifat terbatas dan dapat berubah sewaktu-waktu sesuai dengan kondisi pasar dan kebijakan internal Bank Mandiri.
Danang Ismail adalah Reporter USAID IUWASH Tangguh. Jurnalis berpengalaman sejak 2013 dengan keahlian di bidang ekonomi, moneter, perbankan, bansos, dan UMKM.













