Kementerian Sosial Republik Indonesia secara resmi membuka kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) untuk dua unit Sekolah Rakyat di Provinsi Sulawesi Tengah. Kegiatan ini merupakan bagian dari tahapan pelaksanaan program pendidikan inklusif yang ditujukan bagi anak-anak dari keluarga miskin dan rentan kemiskinan ekstrem. MPLS yang digelar di SRT 20 Palu dan SRMP 22 Sigi menjadi awal dari proses pembelajaran yang lebih terstruktur dan menyenangkan bagi para siswa baru.
Kedua sekolah ini menjadi bagian dari 159 Sekolah Rakyat yang direncanakan beroperasi di seluruh Indonesia pada tahun ini. Di Sulawesi Tengah, dua titik ini menjadi pilot project awal yang diharapkan bisa menjadi contoh penerapan pendidikan inklusif dan merata di wilayah timur Indonesia. MPLS sendiri bertujuan untuk membantu siswa baru beradaptasi dengan lingkungan sekolah, serta membangun koneksi awal dengan guru dan teman sekelas.
Lokasi dan Kapasitas Sekolah Rakyat di Sulteng
1. Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) 20 Palu
SRT 20 Palu beralamat di Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Daerah Provinsi Sulawesi Tengah. Sekolah ini mulai menyelenggarakan MPLS pada 15 Agustus 2025. Dibandingkan SRMP 22 Sigi, SRT 20 Palu memiliki kapasitas yang lebih besar. Sekolah ini mampu menampung hingga 200 siswa yang tersebar dalam delapan rombongan belajar.
Siswa yang diterima berasal dari berbagai wilayah di Sulawesi Tengah, memastikan bahwa akses pendidikan tidak hanya terbatas pada satu daerah. Dengan lokasi yang strategis dan fasilitas yang terus dikembangkan, SRT 20 Palu menjadi salah satu pilihan utama bagi keluarga yang membutuhkan akses pendidikan berkualitas namun tanpa biaya.
2. Sekolah Rakyat Menengah Pertama (SRMP) 22 Sigi
SRMP 22 Sigi berlokasi di Sentra Nipotowe Palu dan telah memulai MPLS sejak 14 Juli 2025. Meski memiliki kapasitas lebih kecil dibandingkan SRT 20 Palu, sekolah ini tetap menjadi pilihan penting bagi warga sekitar. SRMP 22 Sigi hanya mampu menampung sekitar 50 siswa dalam satu rombongan belajar.
Namun, kapasitas yang lebih kecil justru memberikan keuntungan dalam hal pembelajaran yang lebih personal dan interaksi yang lebih intens antara guru dan siswa. Sekolah ini menjadi contoh bagaimana pendidikan berkualitas bisa diberikan meski dalam skala yang lebih terbatas.
Tahapan dan Target Program Sekolah Rakyat
1. Pembagian Tahap Pelaksanaan Sekolah Rakyat
Program Sekolah Rakyat dibagi dalam beberapa tahap, yaitu Tahap 1A, 1B, dan 1C. Sejak Juli 2025, 63 dari total 100 Sekolah Rakyat Tahap 1A telah mulai beroperasi. Sementara itu, 37 sekolah lainnya, termasuk dua unit di Sulawesi Tengah, akan dibuka secara bertahap sepanjang Agustus.
Tahap 1B mencakup wilayah-wilayah yang membutuhkan perhatian khusus, termasuk daerah dengan tingkat kemiskinan tinggi. SRT 20 Palu dan SRMP 22 Sigi menjadi bagian dari tahapan ini. Target tahun ini adalah agar 159 Sekolah Rakyat dapat beroperasi penuh, meski beberapa lokasi masih dalam tahap renovasi dan persiapan.
2. Tujuan dan Filosofi Program Sekolah Rakyat
Program ini tidak hanya soal infrastruktur dan fasilitas pendidikan. Lebih dari itu, Sekolah Rakyat hadir sebagai jawaban atas ketimpangan akses pendidikan di Indonesia. Menteri Sosial, Saifullah Yusuf (Gus Ipul), menegaskan bahwa setiap anak, tanpa terkecuali, berhak mendapatkan pendidikan yang layak.
“Sekolah Rakyat hadir untuk memberi kesempatan itu. Kami percaya bahwa kemiskinan bukan takdir. Dengan pendidikan yang tepat, setiap anak dapat meraih masa depan yang lebih baik,” ujar Gus Ipul.
Perbandingan Kapasitas dan Lokasi Sekolah Rakyat di Sulteng
| Nama Sekolah | Lokasi | Tanggal MPLS | Kapasitas Siswa | Jumlah Rombel |
|---|---|---|---|---|
| SRT 20 Palu | BPSDM Provinsi Sulteng | 15 Agustus 2025 | 200 siswa | 8 rombel |
| SRMP 22 Sigi | Sentra Nipotowe Palu | 14 Juli 2025 | 50 siswa | 1 rombel |
Dari tabel di atas terlihat bahwa SRT 20 Palu memiliki kapasitas jauh lebih besar dan jumlah rombel yang lebih banyak. Ini menunjukkan bahwa sekolah ini dirancang untuk melayani lebih banyak siswa dari berbagai daerah. Sementara SRMP 22 Sigi lebih fokus pada pelayanan lokal dengan pendekatan yang lebih personal.
Dukungan Pemerintah Daerah
Wakil Gubernur Sulawesi Tengah, dr Renny A Lamadjido, turut hadir dalam pembukaan MPLS di SRT 20 Palu. Kehadirannya menunjukkan komitmen pemerintah daerah dalam mendukung program pendidikan nasional yang berfokus pada inklusi dan pemerataan akses.
Dengan dukungan penuh dari pemerintah provinsi, diharapkan program Sekolah Rakyat bisa terus berkembang dan menjangkau lebih banyak anak usia sekolah di wilayah Sulawesi Tengah. Terutama bagi mereka yang tinggal di daerah terpencil atau keluarga dengan keterbatasan ekonomi.
Harapan dan Tantangan ke Depan
Program Sekolah Rakyat membawa harapan besar bagi masa depan pendidikan di Indonesia. Terutama bagi anak-anak dari keluarga miskin yang sebelumnya sulit mengakses pendidikan berkualitas. Namun, tantangan tetap ada. Dari sisi infrastruktur, masih ada beberapa lokasi yang membutuhkan renovasi. Dari sisi SDM, dibutuhkan guru-guru yang siap mengajar di lingkungan dengan siswa dari latar belakang yang beragam.
Meski begitu, langkah awal yang diambil melalui MPLS di dua sekolah di Sulawesi Tengah adalah awal yang baik. Ini menunjukkan bahwa program ini tidak hanya sekadar janji, tapi sudah mulai memberikan dampak nyata di lapangan.
Disclaimer
Data dan informasi dalam artikel ini bersifat valid berdasarkan laporan resmi hingga Agustus 2025. Jumlah sekolah, kapasitas, dan jadwal kegiatan dapat berubah sewaktu-waktu sesuai dengan perkembangan pelaksanaan di lapangan. Informasi lebih lanjut dapat diperoleh melalui situs resmi Kementerian Sosial Republik Indonesia.
Retno Ramadhanti adalah Reporter USAID IUWASH Tangguh. Jurnalis berpengalaman dengan keahlian di bidang ekonomi, bisnis, ritel, dan inklusi keuangan.













