Beberapa waktu lalu, gangguan sistem layanan kembali menghiasi pemberitaan perbankan nasional. Kali ini, salah satu Bank Pembangunan Daerah (BPD) menjadi sorotan karena nasabahnya mengalami ketidaknyamanan dalam mengakses layanan perbankan digital. Gangguan ini bukanlah hal baru, tapi kejadian semacam ini tetap menyisakan pertanyaan besar soal ketahanan teknologi dan pengelolaan risiko di sektor perbankan daerah.
Bank Jambi, salah satu BPD yang beroperasi di Provinsi Jambi, mengalami gangguan layanan pada kanal ATM dan mobile banking. Gangguan ini membuat nasabah tidak bisa mengakses saldo, melakukan transfer, maupun transaksi lainnya secara digital. Manajemen bank langsung menggelar konferensi pers untuk memberikan penjelasan dan permintaan maaf atas ketidaknyamanan yang terjadi.
Kronologi Gangguan Sistem di Bank Jambi
1. Pengumuman Awal Gangguan
Manajemen Bank Jambi langsung merespons dengan mengumumkan gangguan sistem pada hari Minggu, 22 Februari 2026. Dalam pernyataannya, Direktur Utama Bank Jambi, Khairul Suhairi, menyampaikan permintaan maaf yang sebesar-besarnya kepada seluruh nasabah.
2. Upaya Pemulihan dan Audit Forensik
Sehari setelah gangguan, pihak bank mengumumkan langkah lanjutan. Salah satunya adalah melakukan audit forensik menyeluruh untuk memastikan tidak ada kebocoran data atau kehilangan dana nasabah. Sebagai langkah antisipasi, layanan mobile banking dan ATM pun sementara ditutup.
3. Jaminan Keamanan Dana Nasabah
Bank Jambi menjamin bahwa seluruh dana nasabah yang terdampak akan dilindungi secara penuh. Baik itu disebabkan oleh kesalahan internal bank maupun pihak ketiga yang bekerja sama, manajemen berkomitmen untuk memberikan penggantian secara penuh jika ditemukan kerugian finansial.
4. Penanganan Hukum dan Laporan Nasabah
Langkah hukum pun mulai digulirkan. Manajemen Bank Jambi menyatakan akan membawa persoalan ini ke ranah hukum guna mengungkap penyebab pasti gangguan. Sementara itu, nasabah yang merasa dirugikan diminta untuk langsung melapor ke customer service cabang terdekat sejak Senin, 23 Februari 2026.
Gangguan Serupa di Bank DKI (Bank Jakarta)
Sebelum Bank Jambi, gangguan serupa juga pernah terjadi di Bank DKI atau yang kini dikenal sebagai Bank Jakarta. Gangguan ini terjadi saat periode libur Lebaran, dari 29 Maret hingga 7 April 2025. Aplikasi JakOne Mobile dan mesin ATM mengalami gangguan yang menghambat transaksi nasabah.
Penyebab Gangguan
Menurut Direktur Utama Bank DKI saat itu, Agus Haryoto Widodo, gangguan ini bukan disebabkan oleh serangan hacker atau kesengajaan. Melainkan karena sistem pengamanan internal secara otomatis mengaktifkan fitur pemulihan untuk menjaga keamanan dan stabilitas sistem.
Dampak dan Tindakan Lanjutan
Akibat aktivasi fitur tersebut, sebagian layanan transaksi lintas jaringan (off-us) mengalami pembatasan. Tim teknis, operasional, dan layanan nasabah langsung dikerahkan selama 24 jam untuk memulihkan layanan secara bertahap.
Namun, gangguan ini berdampak politis. Gubernur DKI Jakarta saat itu, Pramono Anung, memecat Direktur IT Bank DKI dan melaporkan kasus ini ke Bareskrim Polri. Langkah ini diambil karena gangguan layanan terjadi berulang kali dan diduga melibatkan pihak internal maupun pemerintah daerah.
Penguatan BPD Menuju Ketahanan Digital
Risiko yang Terus Mengintai
Dalam Seminar Nasional Forum Komunikasi Dewan Komisaris BPD Seluruh Indonesia, Ketua Dewan Audit OJK Sophia Issabella Wattimena menyampaikan bahwa BPD harus terus waspada terhadap risiko-risiko yang berkembang. Termasuk risiko siber, salah saji laporan keuangan, hingga dampak geopolitik terhadap sektor riil.
Roadmap Penguatan BPD 2024–2027
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) telah merilis Roadmap Penguatan BPD 2024–2027. Langkah ini merupakan upaya kolaboratif antara OJK, Kementerian Dalam Negeri, asosiasi BPD, dan pihak terkait lainnya. Tujuannya adalah untuk memperkuat tata kelola, SDM, dan infrastruktur teknologi informasi di BPD.
Peran BPD dalam Perekonomian Daerah
Dengan tantangan ekonomi domestik seperti penurunan jumlah kelas menengah, BPD diharapkan bisa menjadi ujung tombak pengembangan UMKM. Ini menjadi bagian dari strategi untuk memperkuat ekonomi lokal dan meningkatkan inklusi keuangan masyarakat.
Tabel Perbandingan Gangguan Sistem di BPD
| Aspek | Bank Jambi (2026) | Bank DKI/Bank Jakarta (2025) |
|---|---|---|
| Waktu Gangguan | 22 Februari 2026 | 29 Maret – 7 April 2025 |
| Kanal Terdampak | ATM, Mobile Banking | ATM, JakOne Mobile |
| Penyebab | Belum diketahui pasti | Fitur pemulihan otomatis |
| Tindakan | Audit forensik, tutup sementara layanan digital | Pemulihan bertahap, evaluasi internal |
| Respons Hukum | Dibawa ke ranah hukum | Pemecatan Direktur IT, laporan ke Bareskrim |
| Jaminan Nasabah | Penggantian penuh jika ada kerugian | Tidak ada laporan kerugian finansial |
Tips untuk Nasabah Saat Terjadi Gangguan Layanan
-
Simpan Bukti Transaksi
Simpan semua bukti transaksi atau notifikasi error yang muncul saat gangguan terjadi. Ini penting sebagai arsip dan bukti jika ada klaim. -
Gunakan Layanan Alternatif
Saat layanan digital bermasalah, manfaatkan layanan offline seperti teller di cabang terdekat. -
Laporkan ke Customer Service
Jika merasa mengalami kerugian, segera laporkan ke customer service atau cabang terdekat. -
Pantau Informasi Resmi
Ikuti akun resmi bank di media sosial atau situs web untuk mendapatkan informasi terbaru terkait pemulihan layanan. -
Aktifkan Notifikasi Transaksi
Aktifkan notifikasi SMS atau email untuk setiap transaksi agar bisa langsung mengetahui jika ada aktivitas mencurigakan.
Penutup
Gangguan sistem layanan di BPD seperti Bank Jambi dan Bank Jakarta mengingatkan kita betapa pentingnya pengelolaan risiko teknologi yang baik. Meski gangguan ini tidak selalu disebabkan oleh kesengajaan, dampaknya tetap dirasakan langsung oleh nasabah. Dengan roadmap penguatan yang telah dirancang OJK dan pemerintah daerah, diharapkan BPD bisa semakin tangguh menghadapi tantangan digital ke depannya.
Disclaimer: Informasi dalam artikel ini bersifat umum dan dapat berubah sewaktu-waktu. Data dan tanggal yang disebutkan merupakan simulasi berdasarkan konteks narasi.
Herdi Susianto adalah Reporter USAID IUWASH Tangguh. Jurnalis ekonomi berpengalaman dengan keahlian di bidang bisnis, infrastruktur, dan transportasi.











