Berapa sebenarnya uang Program Indonesia Pintar yang diterima siswa di setiap jenjang pendidikan?
Pertanyaan ini menjadi salah satu yang paling banyak dicari orang tua siswa menjelang periode pencairan PIP 2026. Berdasarkan data Kemendikbud Ristek, besaran dana PIP berbeda untuk setiap jenjang: siswa SD menerima Rp450.000/tahun, siswa SMP Rp750.000/tahun, dan siswa SMA/SMK Rp1.000.000/tahun — nominal yang telah berlaku sejak beberapa tahun terakhir.
Namun, per Januari 2026, Kemendikbud belum mengeluarkan pengumuman resmi terkait kebijakan PIP tahun ini. Artikel ini akan membahas nominal lengkap berdasarkan data yang dapat diverifikasi, rincian penggunaan dana yang dianjurkan, serta simulasi apakah jumlah tersebut cukup untuk memenuhi kebutuhan sekolah anak.
Klarifikasi Nominal PIP 2026
Sebelum membahas angka spesifik, penting untuk memahami status terkini program PIP tahun 2026.
Status per Januari 2026:
- Kemendikbud Ristek belum merilis Juknis (Petunjuk Teknis) PIP 2026
- Nominal yang beredar masih mengacu pada besaran tahun sebelumnya
- Belum ada pengumuman resmi tentang perubahan nominal
Berdasarkan pola konsisten sejak 2017, nominal PIP tidak mengalami perubahan signifikan. Angka-angka yang disajikan dalam artikel ini berdasarkan data terakhir yang dapat diverifikasi dan kemungkinan besar masih berlaku untuk tahun 2026.
Sumber Dana PIP: Dana PIP berasal dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara yang dialokasikan melalui Kemendikbud Ristek. Besaran ditentukan berdasarkan estimasi kebutuhan biaya personal pendidikan di setiap jenjang.
Tabel Besaran Dana PIP Per Jenjang Pendidikan
Berikut nominal lengkap PIP berdasarkan data yang berlaku:
| Jenjang Pendidikan | Nominal/Tahun | Per Pencairan | Bank Penyalur |
|---|---|---|---|
| SD/MI/Paket A | Rp450.000 | Rp225.000 | BRI |
| SMP/MTs/Paket B | Rp750.000 | Rp375.000 | BRI |
| SMA/MA/Paket C | Rp1.000.000 | Rp500.000 | BNI |
| SMK | Rp1.000.000 | Rp500.000 | BNI |
Disclaimer: Nominal di atas berdasarkan data terakhir yang dapat diverifikasi. Besaran aktual 2026 menunggu pengumuman resmi Kemendikbud.
Nominal PIP untuk SD/MI/Paket A
Siswa jenjang Sekolah Dasar (SD), Madrasah Ibtidaiyah (MI), dan Paket A menerima nominal terendah yaitu Rp450.000 per tahun. Angka ini mempertimbangkan kebutuhan pendidikan dasar yang relatif lebih sederhana dibanding jenjang lebih tinggi.
Pencairan dilakukan melalui Bank BRI dengan rekening Simpanan Pelajar (SimPel).
Nominal PIP untuk SMP/MTs/Paket B
Jenjang Sekolah Menengah Pertama (SMP), Madrasah Tsanawiyah (MTs), dan Paket B menerima Rp750.000 per tahun. Kenaikan 67% dari jenjang SD ini memperhitungkan kebutuhan yang meningkat seperti buku pelajaran lebih banyak dan kegiatan ekstrakurikuler.
Sama seperti SD, pencairan melalui Bank BRI.
Nominal PIP untuk SMA/MA/Paket C
Sekolah Menengah Atas (SMA), Madrasah Aliyah (MA), dan Paket C mendapat nominal tertinggi: Rp1.000.000 per tahun. Besaran ini mempertimbangkan biaya pendidikan menengah yang lebih tinggi, termasuk persiapan ujian nasional dan kebutuhan akademik lainnya.
Berbeda dengan jenjang sebelumnya, pencairan melalui Bank BNI.
Nominal PIP untuk SMK: Apakah Berbeda?
Banyak yang bertanya apakah siswa SMK mendapat nominal lebih besar mengingat ada biaya praktik kejuruan. Faktanya, nominal PIP SMK sama dengan SMA, yaitu Rp1.000.000 per tahun.
Tidak ada tambahan khusus untuk biaya praktik kejuruan dalam skema PIP. Kebutuhan praktik SMK seharusnya ditangani melalui anggaran BOS (Bantuan Operasional Sekolah) atau dana sekolah lainnya.
Mekanisme Pembagian Nominal Per Tahap
Dana PIP tidak dicairkan sekaligus dalam satu waktu. Berdasarkan pola tahun-tahun sebelumnya, pencairan PIP dilakukan 2 kali dalam setahun.
| Tahap | Periode (Pola Umum) | SD | SMP | SMA/SMK |
|---|---|---|---|---|
| Tahap 1 (Semester Ganjil) | Februari – April | Rp225.000 | Rp375.000 | Rp500.000 |
| Tahap 2 (Semester Genap) | Agustus – Oktober | Rp225.000 | Rp375.000 | Rp500.000 |
| TOTAL SETAHUN | – | Rp450.000 | Rp750.000 | Rp1.000.000 |
Disclaimer: Jadwal di atas berdasarkan pola historis. Jadwal aktual 2026 menunggu pengumuman resmi.
Mengapa Dibagi 2 Tahap?
Pembagian ini memiliki beberapa alasan strategis: membantu siswa merencanakan penggunaan dana per semester, mengurangi risiko penggunaan tidak tepat sasaran, dan menyesuaikan dengan kebutuhan awal semester (seperti pembelian seragam dan buku).
Riwayat Perubahan Nominal PIP (2014-2026)
Memahami sejarah nominal PIP membantu melihat perkembangan program ini sejak diluncurkan.
| Tahun | SD/MI | SMP/MTs | SMA/SMK/MA | Catatan |
|---|---|---|---|---|
| 2014 | Rp225.000 | Rp375.000 | Rp500.000 | Awal peluncuran PIP |
| 2015-2016 | Rp225.000 | Rp375.000 | Rp500.000 | Implementasi penuh |
| 2017 | Rp450.000 ↑ | Rp750.000 ↑ | Rp1.000.000 ↑ | Kenaikan 100% |
| 2018-2025 | Rp450.000 | Rp750.000 | Rp1.000.000 | Nominal stabil |
| 2026 | Rp450.000* | Rp750.000* | Rp1.000.000* | *Menunggu konfirmasi |
Analisis: Sejak kenaikan signifikan tahun 2017, nominal PIP tidak mengalami perubahan selama hampir 9 tahun. Jika mempertimbangkan inflasi, nilai riil bantuan sebenarnya mengalami penurunan. Beberapa pihak mengusulkan penyesuaian nominal, namun hingga Januari 2026 belum ada kebijakan baru.
Perbandingan PIP dengan Bantuan Pendidikan Lainnya
Untuk memahami posisi PIP dalam ekosistem bantuan pendidikan, berikut perbandingan dengan program serupa.
PIP vs BOS (Bantuan Operasional Sekolah)
| Aspek | PIP | BOS |
|---|---|---|
| Penerima | Siswa (individu) | Sekolah (institusi) |
| Sasaran | Keluarga kurang mampu | Semua siswa |
| Penggunaan | Biaya personal siswa | Operasional sekolah |
| Bentuk | Uang tunai | Transfer ke sekolah |
Kesimpulan: PIP dan BOS saling melengkapi. BOS membantu sekolah menyediakan fasilitas, sementara PIP membantu siswa kurang mampu memenuhi kebutuhan personal.
PIP vs KIP Kuliah
| Aspek | PIP (Sekolah) | KIP Kuliah |
|---|---|---|
| Jenjang | SD – SMA/SMK | Perguruan Tinggi |
| Nominal | Rp450rb – Rp1jt/tahun | UKT + Rp700rb-1,4jt/bulan |
| Komponen | Biaya personal | UKT + biaya hidup |
| Pendaftaran | Otomatis via DTKS | Harus mendaftar mandiri |
Kesimpulan: KIP Kuliah memiliki nominal jauh lebih besar karena mencakup pembebasan UKT dan biaya hidup bulanan. Siswa penerima PIP yang melanjutkan ke perguruan tinggi perlu mendaftar KIP Kuliah secara terpisah.
PIP vs BSM (Bantuan Siswa Miskin)
BSM adalah program pendahulu yang digantikan PIP sejak 2014. Perbedaan utamanya: PIP terintegrasi dengan Kartu Indonesia Pintar sebagai identitas penerima, memiliki sistem data yang lebih baik melalui DTKS, dan mencakup lebih banyak penerima.
Bagi yang pernah bertanya apakah PIP beasiswa atau bantuan, jawabannya adalah bantuan sosial pendidikan — bukan beasiswa prestasi.
Apakah Nominal PIP Cukup untuk Kebutuhan Sekolah?
Pertanyaan kritis yang sering muncul: cukupkah nominal PIP untuk membiayai kebutuhan sekolah setahun? Berikut simulasi realistis berdasarkan survei harga rata-rata di pasar.
Simulasi Kebutuhan Siswa SD
| Kebutuhan SD | Estimasi Biaya |
|---|---|
| Seragam (2 stel merah-putih + 2 stel pramuka) | Rp200.000 – Rp300.000 |
| Sepatu hitam + kaos kaki | Rp80.000 – Rp150.000 |
| Buku tulis (1 lusin) + alat tulis | Rp50.000 – Rp80.000 |
| Tas sekolah | Rp75.000 – Rp150.000 |
| Transportasi (1 tahun, jika naik angkot) | Rp0 – Rp500.000 |
| TOTAL ESTIMASI | Rp405.000 – Rp1.180.000 |
| Dana PIP SD | Rp450.000 |
Analisis: Untuk siswa SD yang jarak rumah-sekolah dekat (jalan kaki/sepeda), PIP bisa mencukupi kebutuhan dasar. Namun jika ada biaya transportasi rutin, nominal mungkin kurang.
Simulasi Kebutuhan Siswa SMP
| Kebutuhan SMP | Estimasi Biaya |
|---|---|
| Seragam (2 stel putih-biru + 2 stel pramuka + 1 stel olahraga) | Rp300.000 – Rp450.000 |
| Sepatu hitam + sepatu olahraga | Rp150.000 – Rp250.000 |
| Buku tulis + LKS + alat tulis | Rp100.000 – Rp150.000 |
| Tas sekolah | Rp100.000 – Rp200.000 |
| Transportasi (1 tahun) | Rp200.000 – Rp800.000 |
| Kegiatan ekstrakurikuler | Rp0 – Rp200.000 |
| TOTAL ESTIMASI | Rp850.000 – Rp2.050.000 |
| Dana PIP SMP | Rp750.000 |
Analisis: Dana PIP SMP hanya mencukupi sekitar 37-88% kebutuhan minimal. Perlu strategi pengelolaan yang cermat atau sumber dana tambahan.
Simulasi Kebutuhan Siswa SMA/SMK
| Kebutuhan SMA/SMK | Estimasi Biaya |
|---|---|
| Seragam lengkap (putih-abu + batik + pramuka + olahraga) | Rp400.000 – Rp600.000 |
| Sepatu hitam + sepatu olahraga | Rp200.000 – Rp350.000 |
| Buku, LKS, alat tulis | Rp150.000 – Rp250.000 |
| Tas sekolah | Rp150.000 – Rp300.000 |
| Transportasi (1 tahun) | Rp400.000 – Rp1.200.000 |
| Praktik kejuruan (khusus SMK) | Rp0 – Rp500.000 |
| Ekstrakurikuler + study tour | Rp0 – Rp500.000 |
| TOTAL ESTIMASI | Rp1.300.000 – Rp3.700.000 |
| Dana PIP SMA/SMK | Rp1.000.000 |
Analisis: Dana PIP SMA/SMK hanya mencukupi sekitar 27-77% kebutuhan. Untuk siswa SMK dengan biaya praktik tinggi, gap bisa lebih besar.
Kesimpulan Simulasi: PIP memang tidak dirancang untuk memenuhi 100% kebutuhan pendidikan. Program ini bersifat bantuan pelengkap yang meringankan beban keluarga, bukan pengganti seluruh biaya. Strategi pengelolaan dana yang cermat sangat diperlukan.
Rincian Penggunaan Dana yang Dianjurkan
Kemendikbud merekomendasikan dana PIP digunakan untuk keperluan berikut:
Alokasi untuk Seragam dan Perlengkapan
Seragam sekolah menjadi prioritas utama karena bersifat wajib. Rekomendasi alokasi: 40-50% dari total dana untuk siswa baru, atau 20-30% untuk siswa yang sudah memiliki seragam tahun sebelumnya.
Tips hemat: beli seragam di toko grosir atau manfaatkan seragam bekas layak pakai dari kakak kelas.
Alokasi untuk Buku dan Alat Tulis
Buku tulis, pensil, pulpen, penghapus, dan LKS (Lembar Kerja Siswa) termasuk kebutuhan rutin. Rekomendasi alokasi: 15-25% dari total dana.
Catatan: Buku paket pelajaran seharusnya disediakan sekolah melalui dana BOS. Jika sekolah meminta bayaran untuk buku paket, orang tua berhak mengajukan keberatan.
Alokasi untuk Transportasi
Biaya transportasi ke sekolah sering menjadi beban tersembunyi yang signifikan. Rekomendasi alokasi: 20-30% dari total dana, tergantung jarak rumah ke sekolah.
Untuk siswa yang jarak rumahnya jauh, pertimbangkan alternatif seperti sepeda atau nebeng teman.
Alokasi untuk Praktik dan Ekstrakurikuler
Kegiatan praktik (terutama untuk SMK) dan ekstrakurikuler mendukung pengembangan keterampilan siswa. Rekomendasi alokasi: 10-15% dari total dana.
Prioritaskan kegiatan yang benar-benar diminati anak dan mendukung masa depan karier atau pendidikannya.
Tips Memaksimalkan Dana PIP
Dengan keterbatasan nominal yang ada, berikut strategi memaksimalkan penggunaan dana:
1. Buat Anggaran Tertulis Sebelum dana cair, susun daftar kebutuhan dan prioritasnya. Bedakan antara kebutuhan wajib (seragam, buku) dan kebutuhan tambahan (tas baru, sepatu branded).
2. Belanja di Awal Tahun Ajaran Harga perlengkapan sekolah biasanya lebih murah di awal tahun ajaran (Juni-Juli) dibanding menjelang masuk sekolah. Jika memungkinkan, sisihkan dana untuk belanja lebih awal.
3. Manfaatkan Barang Bekas Layak Pakai Seragam dan buku bekas dari kakak kelas atau program donasi sekolah bisa menghemat pengeluaran signifikan.
4. Bandingkan Harga Sebelum Membeli Harga perlengkapan sekolah bisa berbeda jauh antar toko. Luangkan waktu untuk survei harga, termasuk di marketplace online.
5. Simpan Sebagian untuk Keperluan Mendadak Jangan habiskan seluruh dana sekaligus. Sisihkan 10-15% untuk keperluan tak terduga seperti buku tambahan atau perbaikan seragam.
6. Koordinasi dengan Sekolah Beberapa sekolah menyediakan bantuan tambahan atau program cicilan untuk keluarga kurang mampu. Jangan ragu bertanya kepada pihak sekolah.
Faktor yang Mempengaruhi Jumlah Dana yang Diterima
Meski nominal PIP sudah ditetapkan, ada beberapa faktor yang bisa membuat jumlah yang diterima berbeda:
1. Waktu Penetapan sebagai Penerima Siswa yang ditetapkan di pertengahan tahun mungkin hanya menerima satu kali pencairan, bukan dua kali.
2. Status Siswa Baru atau Pindahan Siswa baru atau pindahan perlu waktu untuk terintegrasi dalam sistem, sehingga pencairan pertama bisa terlambat.
3. Kelengkapan Data Data yang tidak lengkap atau tidak valid di Dapodik bisa menyebabkan keterlambatan atau bahkan pembatalan pencairan.
4. Masalah Rekening Rekening yang tidak aktif (dormant) akan menyebabkan dana retur dan perlu proses pencairan ulang.
Kondisi Khusus yang Mempengaruhi Nominal
Beberapa kondisi khusus dapat mempengaruhi jumlah dana yang diterima:
Siswa Kelas Akhir (Kelas 6, 9, 12) Umumnya hanya menerima satu kali pencairan karena semester 2 sudah lulus.
Siswa dengan NISN Ganda Permasalahan NISN ganda bisa menyebabkan dana tidak cair sama sekali hingga diperbaiki.
Siswa Pindah Sekolah Proses mutasi memerlukan waktu sinkronisasi data yang bisa mempengaruhi jadwal pencairan.
Siswa yang Dulu Dapat PIP Sekarang Tidak Ada beberapa penyebab mengapa seseorang yang dulu menerima PIP tiba-tiba tidak lagi terdaftar, termasuk perubahan status ekonomi keluarga atau kesalahan data.
Langkah Jika Nominal Tidak Sesuai
Jika nominal yang diterima berbeda dari yang seharusnya, berikut langkah yang dapat dilakukan:
1. Verifikasi Status di Website Resmi Pertama, cek status di pip.kemdikbud.go.id untuk memastikan nominal yang seharusnya diterima.
2. Cek Saldo di Rekening Cek saldo rekening PIP untuk memastikan dana sudah masuk sesuai jumlah yang tertera di sistem.
3. Koordinasi dengan Sekolah Hubungi operator Dapodik sekolah untuk mengecek apakah ada masalah data yang menyebabkan nominal berbeda.
4. Hubungi Dinas Pendidikan Jika masalah tidak terselesaikan di tingkat sekolah, ajukan pengaduan ke Dinas Pendidikan kabupaten/kota.
5. Lapor via LAPOR! Untuk pengaduan formal, gunakan aplikasi LAPOR! (lapor.go.id) dengan menyertakan bukti-bukti pendukung.
Panduan lengkap mengatasi PIP yang tidak cair bisa membantu jika mengalami kendala pencairan.
Kontak Layanan dan Pengaduan

| Instansi | Kontak | Layanan |
|---|---|---|
| Kemendikbud Ristek | Website: pip.kemdikbud.go.id Call Center: 177 ext 3 WA: 081574289000 | Cek status, informasi umum, pengaduan |
| ULT Kemdikbud | Website: ult.kemdikbud.go.id Email: [email protected] | Pengaduan dan laporan masalah |
| Bank BRI (SD-SMP) | Call Center: 14017 / 1500017 Website: bri.co.id | Info pencairan, rekening SimPel |
| Bank BNI (SMA-SMK) | Call Center: 1500046 Website: bni.co.id | Info pencairan, rekening SimPel |
| LAPOR! | Website: lapor.go.id SMS: 1708 App: LAPOR! | Pengaduan masyarakat |
| Dinas Pendidikan | Sesuai kabupaten/kota masing-masing | Verifikasi data, koordinasi lokal |
Selalu gunakan saluran resmi untuk mendapat informasi yang akurat. Hindari pihak ketiga yang menawarkan jasa percepatan pencairan dengan imbalan tertentu — hal tersebut berpotensi penipuan.
Penutup
Nominal dana PIP memang berbeda untuk setiap jenjang pendidikan: Rp450.000 untuk SD, Rp750.000 untuk SMP, dan Rp1.000.000 untuk SMA/SMK per tahun. Meski tidak mencukupi seluruh kebutuhan sekolah, bantuan ini tetap membantu meringankan beban keluarga kurang mampu dalam membiayai pendidikan anak.
Informasi dalam artikel ini disusun berdasarkan data per Januari 2026. Nominal aktual untuk tahun 2026 masih menunggu pengumuman resmi dari Kemendikbud Ristek melalui Petunjuk Teknis (Juknis) PIP 2026. Untuk informasi paling akurat dan terkini, selalu verifikasi melalui website resmi pip.kemdikbud.go.id atau hubungi call center 177.
Yang terpenting adalah memastikan dana yang diterima digunakan sesuai peruntukan — untuk mendukung keberlangsungan pendidikan anak, bukan keperluan lain di luar kegiatan belajar.
FAQ
Berdasarkan data terakhir yang dapat diverifikasi, siswa SD/MI/Paket A menerima PIP sebesar Rp450.000 per tahun. Nominal ini dibagi menjadi dua kali pencairan, masing-masing Rp225.000 per semester. Besaran ini telah berlaku sejak tahun 2017 dan kemungkinan besar masih sama untuk tahun 2026, meskipun konfirmasi resmi dari Kemendikbud Ristek masih ditunggu melalui Juknis PIP 2026.
Siswa SMP/MTs/Paket B menerima dana PIP sebesar Rp750.000 per tahun. Dana ini dicairkan dalam dua tahap dengan nominal Rp375.000 per pencairan. Pencairan tahap pertama biasanya dilakukan pada periode Februari-April (semester ganjil), sedangkan tahap kedua pada Agustus-Oktober (semester genap). Jadwal aktual untuk tahun 2026 masih menunggu pengumuman resmi dari Kemendikbud.
Siswa SMA/MA/Paket C menerima nominal PIP tertinggi, yaitu Rp1.000.000 per tahun. Pembagiannya adalah Rp500.000 per pencairan yang dilakukan dua kali setahun. Besaran yang lebih tinggi ini mempertimbangkan biaya pendidikan jenjang menengah atas yang lebih besar, termasuk kebutuhan buku, seragam, dan persiapan ujian nasional maupun seleksi perguruan tinggi.
Tidak. Nominal PIP untuk siswa SMK sama dengan SMA, yaitu Rp1.000.000 per tahun. Meskipun siswa SMK memiliki kebutuhan tambahan berupa biaya praktik kejuruan, tidak ada alokasi khusus dalam skema PIP untuk keperluan tersebut. Biaya praktik kejuruan seharusnya ditangani melalui dana BOS (Bantuan Operasional Sekolah) atau anggaran internal sekolah, bukan dari dana PIP yang diterima siswa.
Nominal PIP mengalami kenaikan signifikan terakhir pada tahun 2017 (naik 100%) dan sejak itu tetap stabil hingga 2025. Keputusan untuk menaikkan nominal melibatkan pertimbangan kompleks seperti: (1) ketersediaan anggaran APBN, (2) jumlah penerima yang terus bertambah, dan (3) prioritas program pendidikan lainnya. Hingga Januari 2026, belum ada kebijakan resmi tentang penyesuaian nominal meskipun nilai riil bantuan sudah tergerus inflasi selama hampir 9 tahun.
Berdasarkan simulasi kebutuhan riil, dana PIP hanya mencukupi sekitar 27-88% dari total kebutuhan minimal, tergantung jenjang pendidikan dan kondisi masing-masing siswa. PIP memang tidak dirancang untuk mengganti seluruh biaya pendidikan, melainkan sebagai bantuan pelengkap yang meringankan beban keluarga. Diperlukan strategi pengelolaan dana yang cermat, pemanfaatan barang bekas layak pakai, atau sumber dana tambahan untuk memenuhi kebutuhan yang tidak tercukupi.
Kemendikbud Ristek merekomendasikan dana PIP digunakan untuk keperluan berikut: (1) Seragam sekolah dan perlengkapannya (40-50% untuk siswa baru), (2) Buku tulis, alat tulis, dan LKS (15-25%), (3) Biaya transportasi ke sekolah (20-30%), (4) Uang saku untuk keperluan belajar, (5) Biaya praktik atau ekstrakurikuler (10-15%), dan (6) Biaya kursus tambahan yang mendukung pendidikan. Dana PIP tidak boleh digunakan untuk kebutuhan di luar kegiatan belajar.
Jika nominal yang diterima tidak sesuai, lakukan langkah berikut: (1) Verifikasi status di website pip.kemdikbud.go.id untuk memastikan nominal yang seharusnya diterima, (2) Cek saldo rekening di bank penyalur (BRI untuk SD-SMP, BNI untuk SMA-SMK), (3) Koordinasi dengan operator Dapodik di sekolah untuk mengecek kemungkinan masalah data, (4) Hubungi Dinas Pendidikan kabupaten/kota jika belum terselesaikan, (5) Laporkan via LAPOR! (lapor.go.id) untuk pengaduan formal. Hindari menggunakan jasa pihak ketiga yang menawarkan percepatan dengan imbalan.
PIP adalah bantuan tunai untuk siswa individu dari keluarga kurang mampu dengan nominal Rp450rb-Rp1jt per tahun. BOS adalah bantuan untuk sekolah (institusi) yang digunakan untuk operasional seperti fasilitas dan buku paket, sehingga tidak langsung diterima siswa. KIP Kuliah adalah bantuan untuk mahasiswa perguruan tinggi dengan cakupan lebih besar: pembebasan UKT ditambah biaya hidup Rp700rb-Rp1,4jt per bulan. Ketiga program ini saling melengkapi untuk mendukung pendidikan dari SD hingga perguruan tinggi.
Berikut tips memaksimalkan dana PIP: (1) Buat anggaran tertulis sebelum dana cair, pisahkan kebutuhan wajib dan tambahan, (2) Belanja di awal tahun ajaran (Juni-Juli) ketika harga lebih murah, (3) Manfaatkan barang bekas layak pakai dari kakak kelas atau program donasi sekolah, (4) Bandingkan harga antar toko termasuk marketplace online, (5) Sisihkan 10-15% untuk keperluan tak terduga, dan (6) Koordinasi dengan sekolah untuk program bantuan tambahan atau cicilan bagi keluarga kurang mampu.
Herdi Susianto adalah Reporter USAID IUWASH Tangguh. Jurnalis ekonomi berpengalaman dengan keahlian di bidang bisnis, infrastruktur, dan transportasi.













